Xeroftalmia

Xeroftalmia merupakan kekeringan yang terjadi pada mata dan air mata, yang disebabkan oleh kekurangan vitamin A. Xeroftalmia bisa berkembang menjadi rabun senja atau kerusakan yang lebih parah terhadap kornea mata.

Gejala

Seseorang yang terkena xeroftalmia bisa menunjukkan gejala berupa konjungtiva (lapisan tipis paling luar bola mata) mengering, menebal, dan membuat mata berkerut. Hal tersebut dapat membuat penderita mengalami rabun senja dimana penderita mengalami kesulitan untuk melihat cahaya redup.

Jika xeroftalmia yang dialami penderita bertambah parah, maka bisa timbul luka pada kornea mata. Masalah tersebut juga bisa membuat sebagian atau seluruh kornea mata mencair, dan bisa berakhir pada kebutaan. Oleh karena itu, jika Anda mengalami xeroftalmia, Anda perlu bertemu dengan dokter secepatnya.

Penyebab

Xeroftalmia disebabkan oleh kurangnya vitamin A pada tubuh. Vitamin A penting untuk kesehatan mata, karena hal tersebut merupakan unsur protein yang dapat menyerap cahaya di reseptor di bagian retina mata manusia.

Faktor Risiko

Pada dasarnya, xeroftalmia bisa terjadi pada siapapun. Namun, anak-anak lebih rentan terhadap kondisi tersebut. Kurangnya vitamin A di usia yang muda, seseorang bisa mengalami risiko tersebut lebih cepat. Tidak hanya lebih rentan terhadap anak-anak, xeroftalmia juga bisa lebih berisiko terhadap orang-orang yang:

  • Memiliki kebiasaan mengkonsumsi alkohol.
  • Memiliki penyakit hati.
  • Mengalami diare kronis.

Diagnosis

Jika Anda mengalami xeroftalmia, Anda sebaiknya periksa ke dokter. Dokter dapat membantu Anda dengan melakukan diagnosis. Diagnosis xeroftalmia meliputi pemeriksaan fisik. Tes vitamin A dan tes darah juga diperlukan untuk mengetahui seberapa parah kondisi yang Anda alami.

Pengobatan

Untuk mengobati xeroftalmia, dokter dapat memberikan pasien:

  • Obat vitamin A

Obat vitamin merupakan cara yang paling umum untuk mengatasi kekurangan vitamin A pada mata. Obat tersebut dapat diberikan melalui kapsul atau suntikan. Dosisnya juga berbeda dan bergantung pada usia dan kondisi kesehatan pasien.

  • Obat antibiotik

Obat antibiotik juga diperlukan jika pasien mengalami kondisi yang lebih serius yang membuat kornea mata rusak. Pengobatan tersebut juga dapat mencegah infeksi pada mata.

Pencegahan

Untuk mengatasi xeroftalmia, Anda sebaiknya konsumsi makanan yang kaya vitamin A. Vitamin A tidak hanya dapat menjaga kesehatan mata, namun juga dapat menjaga sistem imun tubuh. Contoh makanan yang mengandung vitamin A adalah ikan salmon dan tuna.

Jika Anda punya anak yang usianya masih muda, Anda sebaiknya berikan anak Anda makanan yang mengandung vitamin A sesuai yang dianjurkan oleh National Institutes of Health (NIH). NIH menyatakan bahwa sejak manusia lahir, mereka membutuhkan vitamin A sebanyak 400 mcg (mikrogram). Seiring bertambahnya usia, manusia akan membutuhkan lebih banyak vitamin A.

Berkonsultasi Dengan Dokter

Jika Anda ingin bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan hal-hal sebagai berikut:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda ajukan ke dokter.
  • Catatan tentang gejala yang Anda alami akibat xeroftalmia.

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter dapat menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala yang Anda alami akibat xeroftalmia terjadi?
  • Seberapa parah gejala yang terjadi pada mata Anda?

Kesimpulan

Xeroftalmia merupakan kondisi yang perlu diwaspadai. Hal tersebut bisa menyebabkan masalah yang serius pada mata sehingga bisa berakhir dengan kebutaan secara total. Oleh karena itu, jika Anda mengalami xeroftalmia, Anda sebaiknya segera temui dokter. Meskipun xeroftalmia merupakan kondisi yang serius, pengobatan dan pencegahannya cukup sederhana. Untuk informasi lebih lanjut tentang xeroftalmia, Anda bisa tanyakan persoalan tersebut ke dokter.

Tags:  

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>