ruam kulit tagged posts

Mengenal Infeksi Virus Moluskum Kontagiosum pada Anak

Banyak orang yang belum mengetahui jenis virus moluskum kontagiosum. Apabila virus ini menginfeksi tubuh, maka ciri utama yang paling terlihat yaitu munculnya bintik, ruam, dan benjolan di lapisan kulit paling atas.

Seringkali penderita tidak sadar ketika terinfeksi, sebab tidak adanya rasa nyeri atau tanda lain selain penampakan yang mirip benjolan biasa bahkan adapula yang mengiranya menyerupai komedo whiteheads.

Jenis-jenis moluskum kontagiosum virus

MCV atau Moluskum Kontagiosum Virus dibagi menjadi 4 tipe diantaranya diantaranya MCV-1 yang sebanyak 98% menjangkit pada anak-anak, MCV-2 biasanya terjadi pada penderita HIV, serta MCV-3 dan MCV-4 yang utamanya ditemukan pada orang Asia dan Australia. Namun, virus ini biasanya menyerang penduduk negara tropis, sehingga tidak semua negara di kedua benua tersebut mempunyai potensi yang sama.

Diantara keempat tipe tersebut, anak-anak yang hidup di iklim tropis seperti indonesia mengalami prevalensi cukup besar.  

Kasus pada anak-anak

Menurut penelitian, pada tahun 2010 terdapat sekitar ratusan juta kasus moluskum kontagiosum di dunia. Paling banyak dialami oleh anak-anak umur 2-5 tahun (sumber lain menyebutkan virus tersebut menginfeksi anak 1-10 tahun), meskipun terdapat juga kasus pada orang dengan sistem imun rendah serta remaja dan orang dewasa yang melakukan hubungan sesksual secara aktif.

Pada anak, benjolan akibat virus ini muncul pada bagian wajah, leher, perut, ketiak, bibir, dan lidah. Namun, jarang terlihat pada telapak kaki dan telapak tangan. Jumlah benjolan tersebut mengelompok sekitar 20-30 buah.

Selain komedo whiteheads, benjolan ini juga sering menyerupai syringoma (tumor jinak berbentuk benjolan kecil) dan kutil.

Cara penyebarannya

Virus ini menyebar dengan mudah, yakni apabila kulit sehat menyentuh benjolan moluskum kontagiosum tersebut. Anak-anak karena masih memiliki kesadaran rendah, memungkinkan menggaruk atau bahkan menyentuh kulit teman-temannya dengan mudah ketika bermain. Oleh karena itu, penyebarannya bisa terjadi dengan cepat.

Solusinya, orang tua sebaiknya melapisi area kulit yang terinfeksi menggunakan kain dan memberikan pengertian kepada anak untuk tidak menyentuhnya, terlebih saat anak akan berangkat ke sekolah agar mengurangi penyebarannya.

Menjaga hygiene pada anak juga perlu dilakukan, beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan:

  • Anak mandi menggunakan shower atau pancuran
  • Jika terpaksa menggunakan bak mandi, maka sediakan bak mandi khusus untuk anak
  • Gunakan handuk yang berbeda dengan anggota keluarga lain, serta sediakan kain atau handuk kecil khusus untuk mengelap area yang terinfeksi
  • Cuci dan keringkan mainan yang digunakan di bak mandi
  • Jangan pernah menggunakan baju yang sama secara bergantian
  • Cuci tangan setelah menyentuh area benjolan moluskum kontagiosum di tubuh anak

Cara penyembuhannya

Pada dasarnya, moluskum kontagiosum bisa sembuh secara alami tanpa pengobatan. Orang tua bisa memilih untuk menunggu benjolan hilang dengan sendirinya apabila dirasa anak tidak merasa terganggu dan jumlahnya tidak begitu banyak. Memperkuat sistem imun merupakan cara yang bisa dilakukan apabila virus masih di tahap ringan.

Namun, jika virus membuat anak tidak nyaman, benjolan berada di area terbuka sehingga menimbulkan kemungkinan besar penularan, serta berpotensi anak dikucilkan di sekolah, maka sebaiknya dilakukan pengobatan aktif.

Ada banyak metode menggunakan obat-obatan, tentunya dengan anjuran dan resep dokter. Pengobatan disesuaikan dengan besar area ruam dan benjolan, lokasi di tubuh, serta kemungkinan penyebaran.

Jika anak Anda memiliki penyakit eczema, maka utamakan pengobatan eczema terlebih dahulu sebelum mennyembuhkan virus ini.

Menjaga pola hidup sehat, mengonsumsi makanan bergizi dan seimbang, serta menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat merupakan cara terbaik agar anak terhindar dari virus dan penyakit lain di lingkungan sekitarnya.

Read More