rambut tagged posts

Masalah Kulit Kepala yang Umum Terjadi

Kulit kepala mungkin bukan bagian dari kepala yang paling Anda perhatikan hingga saat kulit kepala mulai menunjukkan beberapa masalah. Masalah kulit kepala dapat ditandai dengan timbulnya rasa gatal yang membuat Anda mungkin merasa risih dan jengkel. Berikut adalah beberapa masalah kulit kepala yang umum terjadi.

Ketombe

Serpihan-serpihan putih kecil menandakan bahwa Anda memiliki ketombe. Hal ini bisa menjengkelkan ketika serpihan jatuh pada baju Anda yang berwarna gelap. Ketombe hanyalah penumpukan kulit mati.  Penyebab ketombe yang paling umum adalah karena adanya jamur pada kulit.

Anda tidak dapat tertularkan ketombe dari orang lain, dan ketombe tidaklah berbahaya, hanya saja hal ini menimbulkan rasa gatal yang mengganggu. Untungnya, ketombe tidak menyebabkan kemerahan atau luka di kulit kepala.

Meski ketombe tidak ada obatnya secara khusus, namun cukup mudah untuk mengontrolnya mencuci rambut lebih sering dengan sampo obat. Diamkan selama 5 menit sebelum membilas untuk memberinya kesempatan bekerja. Anda mungkin perlu mencoba dua atau tiga produk untuk membersihkan ketombe. Jika tidak hilang setelah beberapa minggu menggunakan sampo khusus, temui dokter. Anda mungkin membutuhkan sampo khusus.

Dermatitis Seboroik

Ketombe adalah bentuk dermatitis seboroik ringan. Dalam kasus yang lebih parah, Anda akan melihat kulit kepala yang memerah dan banyak minyak. Menurut American Academy of Dermatology, masalah kulit kepala yang satu ini biasa terjadi pada mereka yang memiliki kulit atau rambut berminyak, jerawat, atau psoriasis.

Cradle Cap

Bentuk dermatitis seboroik ini menyerang bayi, biasanya dalam 6 bulan pertama. Masalah kulit kepala ini menyebabkan sisik atau remah-remah yang berminyak dan kekuningan pada kulit kepala. Meskipun dapat membuat orang tua takut, cradle cap bukanlah tanda infeksi yang lebih serius, dan biasanya akan hilang saat ulang tahun pertama bayi.

Untuk perawatan, cobalah menggosok kulit kepala bayi Anda dengan lembut dengan minyak bayi atau minyak mineral untuk mengurangi pengelupasan. Setelah beberapa menit, basuh rambut bayi Anda dengan sampo bayi yang lembut. Kemudian sikat kulit kepala dengan sangat lembut dengan sikat lembut. Jika sampo biasa tidak berfungsi, tanyakan dokter anak Anda tentang pengobatan yang tepat.

Kutu

Kutu adalah masalah kulit kepala yang umum terjadi pada siapa saja, dan sebagian besar penderitanya berusia antara 3 dan 11. Kutu dapat menyebar dengan sangat cepat ketika anak-anak berbagi sisir, sikat, dan juga topi dengan anak lainnya.
Kutu adalah serangga tanpa sayap seukuran biji wijen. Mereka memakan darah, dan betina bertelur di dekat rambut ke kulit kepala. Meskipun mereka tidak menyebabkan penyakit serius, kutu tetap menjadi sesuatu yang harus dihindari bagi siapa pun, terutama anak-anak. Memiliki kutu tidak berarti anak itu kotor, karena kutu bisa muncul di rambut siapa pun.

Untuk mengobati, orangtua dapat menggunakan produk yang mengandung permetrin (Nix), piretrin (Rid), atau spinosad (Natroba). Pengobatan khusus kutu biasanya mengandung sampo khusus yang perlu didiamkan di rambut selama 10 menit dan kemudian dicuci, kemudian sisir rambut dengan sisir bergigi halus untuk menghilangkan sisa telur.

Read More

Kenali Risiko Eyelash Extension

Eyelash extension kini menjadi tren yang banyak digemari wanita. Penyambungan bulu mata buatan pada bulu mata asli ini dilakukan untuk alasan kecantikan. Meski demikian, tidak sedikit orang yang ternyata mengabaikan risikonya. Sebenarnya, dokter spesialis mata menyatakan perawatan ini cukup aman. Asalkan, konsumen bisa melakukan antisipasi terhadap bahaya eyelash extension.

 

Apa Itu Eyelash Extension?

Ada 3 jenis eyelash extension, yaitu sintetis, sutra dan bulu mata asli. Eyelash extension biasanya dilakukan di salon kecantikan, dengan memakai pinset dan lem semi permanen yang diformulasikan khusus. Prosedur eyelash extension hanya memakan waktu sekitar 2 jam. Mata juga harus terpejam selama prosedur berlangsung. Setelah itu, bulu mata sudah bisa terlihat hasilnya dan bisa bertahan 3-4 minggu.

Risiko Eyelash Extension

Rebecca J. Taylor, MD, dokter mata dan juru bicara di American Academy of Ophthalmology, mengatakan bahwa prosedur eyelash extension harus dilakukan oleh ahli kecantikan profesional dan berpengalaman. Selain itu, bahan-bahan yang digunakan seperti material bulu mata atau lem juga harus mengandung bahan yang aman untuk kulit.

Jika tidak, eyelash extension berisiko menimbulkan kondisi ini:

  1. Trauma atau infeksi kelopak mata dan kornea mata
  2. Reaksi alergi terhadap lem
  3. Bulu mata rontok dan rapuh
  4. Bulu mata tidak tumbuh sementara waktu, bahkan permanen

Bahaya eyelash extension tersebut di atas, bisa saja terjadi disebabkan oleh infeksi bakteri atau kuman saat penerapan prosedur yang mengabaikan kebersihan alat atau bahan prosedur tersebut. Kandungan lem eyelash extension juga bisa memicu reaksi alergi. Beberapa tahun silam, salon kecantikan menggunakan lem dari bahan yang mengandung formaldehida alergen. Reaksi alergi yang kerap muncul sebagai risiko eyelash extension adalah gatal, ruam kemerahan, pembengkakan, dan sakit atau nyeri, bahkan gangguan pengelihatan.

Bahaya Eyelash Extension

Menggosok atau mengucek area mata, sebenarnya bisa mematahkan bulu mata alami. Bahkan, dapat mengakibatkan kerusakan permanen pada folikel bulu mata.

Terlebih lagi, pada mereka yang memakai eyelash extension. Tak jarang, bulu mata terasa gatal atau tidak nyaman sehingga ingin rasanya menggosok mata. Bahaya eyelash extension yang mengancam para pemuja kecantikan ini adalah operasi pengangkatan bulu mata karena ada serat yang tersangkut di bawah jaringan mata.

Pastikan salon atau ahli kecantikan pilihan Anda memakai produk yang aman untuk kulit. Berikut ini beberapa hal yang perlu Anda cari tahu sebelum menjalani penyambungan bulu mata.

  • Reputasi salon dan ahli kecantikan
  • Sertifikasi dan pengalaman ahli kecantikan
  • Bahan lem, alergennya, serta tanggal kedaluwarsanya

Jangan lupa melakukan uji coba di pergelangan tangan bagian dalam untuk memastikan kulit tidak alergi. Jika kulit Anda memiliki reaksi alergi terhadap eyelash extension, jangan mengobatinya sendiri. Temui dokter agar gejalanya bisa diobati dengan cepat dan tidak bertambah serius terhadap penglihatan.

Read More