Pemasangan Infus tagged posts

5 Efek Samping dari Proses Pemasangan Infus

Dokter tidak akan merekomendasikan pemasangan infus untuk setiap pasien. Biasanya, pemasangan infus direkomendasikan bagi pasien yang membutuhkan obat masuk ke dalam tubuhnya secara cepat. Misal pasien yang mengalami kekurangan cairan atau dehidrasi, serangan jantung, stroke, serta keracunan.

Pada kondisi tersebut, minum obat melalui mulut tidak efektif untuk mengatasi gangguan medis yang diderita pasien. Sebab obat oral harus melewati saluran pencernaan sehingga membutuhkan waktu lebih lama. Padahal, pasien sedang membutuhkan penanganan yang sangat cepat, jika tidak kondisinya dapat fatal.

Pemasangan infus juga dibutuhkan ketika pasien tidak memungkinkan untuk minum obat oral. Misal pada kondisi pasien yang mengalami muntah hebat, sehingga semua makanan dan cairan yang masuk ke mulut segera dimuntahkan sebelum sempat dicerna.

Maka, pemasangan infus dapat menjadi solusi. Terapi intravena atau infus dapat membantu mempercepat penyerapan obat ke dalam aliran darah. Tujuannya, agar obat bekerja lebih optimal dalam mengatasi kondisi pasien.

Efek samping proses pemasangan infus

Terlepas dari manfaatnya, proses pemasangan infus tetap memiliki efek samping. Beberapa efek samping dari proses pemasangan infus, antara lain:

1. Infeksi

Proses pemasangan infus melibatkan jarum dalam prosesnya. Sehingga infeksi mungkin terjadi di area kulit, di mana jarum disuntikkan. Bila terjadi infeksi pada area bekas infus, infeksi dapat menyebar ke seluruh tubuh melalui tumpangan darah.

Kemerahan, nyeri, dan bengkak, serta demam tinggi serta menggigil, merupakan gejala dari infeksi akibat pemasangan infus. Sebaiknya segera informasikan perawat, apabila gejala-gejala infeksi tersebut Anda rasakan.

2. Emboli udara

Efek lain dari proses pemasangan infus adalah emboli udara. Munculnya emboli udara sebagai akibat dari penggunaan jarum suntik atau kantong obat infus.

Gelembung udara dapat masuk ke dalam pembuluh darah saat saluran kantong infus mengering. Gelembung udara tersebut dapat berjalan ke arah jantung dan paru, sehingga aliran darah dapat terhambat.

Efek samping yang satu ini perlu diwaspadai, sebab emboli udara bisa menyebabkan kondisi serius, seperti serangan jantung dan stroke.

3. Penggumpalan darah

Proses pemasangan infus dapat menyebabkan penggumpalan darah. Gumpalan darah yang terjadi dapat terlepas. Jika gumpalan darah sudah terlepas, ada kemungkinan dapat menyumbat pembuluh darah dan menimbulkan gangguan yang serius. Mulai dari kerusakan jaringan tubuh, berbagai penyakit pembuluh darah, hingga dapat memicu kematian.

Trombosis vena dalam merupakan salah satu gangguan berbahaya yang terjadi akibat adanya penggumpalan darah.

4. Kerusakan jaringan

Kerusakan jaringan pembuluh darah dapat terjadi akibat proses pemasangan infus. Kerusakan jaringan atau infiltrasi menyebabkan obat tidak terdistribusi sebagaimanan mestinya.

Pada kondisi adanya infiltrasi, obat yang seharusnya masuk ke dalam aliran darah justru bocor ke dalam jaringan di sekitarnya. Tanda-tanda yang muncul, seperti tangan terasa hangat dan nyeri, serta muncul pembengkakan pada area yang diinfus.

5. Phlebitis

Radang vena atau phlebitis juga mungkin saja terjadi, sebagai efek samping dari proses pemasangan infus. Gejala yang timbul hampir menyerupai kerusakan jaringan atau infiltrasi, kulit terasa hangat dan nyeri, serta timbul pembengkakan pada area yang diinfus.

Berkonsultasilah dengan dokter apabila Anda mengalami gejala tersebut.

Proses pemasangan infus sebetulnya aman, selama dilakukan oleh tenaga medis profesional. Namun, tidak menutup kemungkinan dapat timbul efek samping, seperti dipaparkan sebelumnya. Jika gejala atau tanda efek samping Anda rasakan, segera konsultasi dengan perawat atau dokter yang merawat Anda.

Read More