Kanker Paru-Paru tagged posts

Gejala, Penyebab, dan Cara Obati Kanker Paru-Paru

Merupakan sebuah kondisi di mana sel ganas yang disebut dengan kanker terbentuk di paru-paru, keadaan ini dinamakan kanker paru. Pada umumnya, keadaan ini dialami oleh banyak orang yang mengonsumsi rokok, penyakit ini juga menjadi salah satu dari tiga jenis kanker yang paling banyak terjadi di Indonesia.

Meski demikian, penyakit ini tak hanya menyerang mereka yang dalam kondisi aktif merokok, karena kemungkinan juga bisa menyerang pada mereka yang bukan merokok. Seperti misalnya, orang yang terpapar zat kimia yang ada di sekitarnya, misalnya lingkungan kerja dan bisa pula terpapar asap rokok dari perokok aktif.

Penyebab dan Gejala Kanker Paru

Di Indonesia, kebanyakan seseorang yang mengalami penyakit ini disebabkan karena mereka merupakan perokok aktif. Bisa dibilang bawah rokok adalah penyebab utama munculnya penyakit ini, bahan ini mengandung setidaknya 60 racun berbeda yang dapat menyebabkan kanker dan dikenal dengan nama zat karsinogenik.

Sebagai perumpamaan mudahnya, jika seseorang mengonsumsi 25 batang rokok dalam sehari, maka ia berisiko 25 kali lebih tinggi terkena penyakit ini. Sebuah riset menunjukkan bahwa perokok pasif wanita dan memiliki pasangan perokok aktif, juga memiliki risiko 25 persen lebih besar ketimbang yang tidak tinggal dengan perokok aktif.

Selain rokok, ganja juga bisa menjadi bahan penyebab seseorang memiliki risiko terkena kanker ini, selebihnya paparan terhadap zat racun lain seperti arsen, asbes, bau gas atau bensin dan gas yang ditimbulkan dari kendaraan juga mampu membuat seseorang berisiko terkena kanker ini. Gejala penyakit ini baru muncul ketika tumor dalam bentuk yang cukup besar dan menyebar ke jaringan.

Seseorang yang terserang penyakit ini juga ditandai dengan gejala awal, di antaranya seperti batuk hingga kronis, batuk disertai darah, kemudian penurunan berat badan secara drastis. Selain itu, seseorang tersebut juga akan merasakan nyeri pada dada dan tulang hingga menyebabkan seorang penderita mengalami sesak napas.

Cara Pengobatan

Pengobatan atau penanganan utama yang diperlukan bagi penderita penyakit ini dalam tahap stadium awal adalah melalui operasi. Tetapi jika penderita sudah mencapai stadium lanjut, maka penanganan yang harus dan wajib dilakukan adalah dengan kemoterapi dan radioterapi. Sebelum proses pengobatan ini, dokter terlebih dahulu akan melakukan diagnosis.

Diagnosis mengenai penyakit ini pertama kali dilakukan adalah dengan foto rontgen, CT scan dan biopsi jaringan pada paru-paru. Dari ketiga pemeriksaan ini, dokter nantinya bisa menentukan jenis dan stadium kanker yang diderita oleh seseorang, selanjutnya langkah yang akan dilakukan adalah pengobatan.

Terdapat beberapa jenis penanganan dan pengobatan pada penyakit ini selain menggunakan kemoterapi dan radioterapi, yakni juga dapat menggunakan terapi target, terapi ablasi, terapi fotodinamik hingga krioterapi. Beberapa pilihan pengobatan ini bisa disesuaikan oleh si penderita dan tergantung kondisi si penderita.

Salah satu cara terbaik untuk menghindari penyakit ini adalah menjauhi rokok dan asapnya. Dalam beberapa artikel menyebutkan bahwa berhenti merokok selama 10 tahun mampu menurunkan risiko terkena penyakit ini hingga mencapai 50 persen. Selain itu, cara pencegahan lain juga bisa dilakukan dengan diet.

Diet rendah lemak, tinggi serat dan memperbanyak konsumsi sayur serta buah hingga biji-bijian mampu menurunkan risiko terkena penyakit ini dan bahkan kanker jenis lainnya. Ditambah dengan melakukan olahraga secara teratur juga membantu menurunkan risiko seseorang terkena kanker paru.

Read More