infeksi virus west nile tagged posts

Apa Itu Infeksi Virus West Nile? Ini Penjelasannya

Merupakan penyakit yang disebabkan karena gigitan nyamuk Culex yang sudah terinfeksi terkenal dengan sebutan infeksi virus West Nile. Infeksi virus tersebar saat nyamuk ini menggigit burung yang sebelumnya sudah terinfeksi virus West Nile dan nyamuk tersebut kemudian menjadi pembawa virus. Jika nyamuk ini menggigit manusia, virus ini juga bisa terjadi pada manusia.

Sebagian besar penderita biasanya hanya mengalami gejala ringan, juga bahkan hingga tanpa menimbulkan gejala. Namun, pada kasus yang berat infeksi ini juga bisa membuat peradangan pada otak atau saraf tulang belakang dan bisa mengancam jiwa. Infeksi virus yang berat dapat dialami oleh orang yang berusia lebih dari 60 tahun atau dengan sistem imun yang lemah.

Penyebab Infeksi Virus West Nile

Seperti yang dijelaskan sedikit di atas jika West Nile merupakan gigitan nyamuk yang sudah terinfeksi oleh virus ini. Nyamuk yang menggigit burung terinfeksi lalu menularkannya pada manusia lewat gigitan, meskipun jarang terjadi namun penyakit ini juga bisa menular lewat transfusi darah dan tranplantasi organ dalam manusia.

Selain itu infeksi ini juga bisa menular pada anak yang sedang dikandung atau dalam masa proses menyusui. Diagnosis penyakit ini dilakukan dengan dokter melakukan tanya jawab dan pemeriksaan fisik, dokter juga akan menganjurkan serangkaian pemeriksaan penunjang untuk memastikan adanya virus tersebut, seperti berikut ini.

  • Tes Darah

Untuk memeriksa kadar antibodi terhadap virus ini dilakukan dengan memeriksa darah penderita, sekaligus memastikan tidak ada infeksi. Penderita yang sudah terinfeksi ditandai dengan kadar antibodi terhadap virus West Nile akan meningkat.

  • Pungsi Lumbal

Cairan yang terdapat di sekitar lapisan pelindung saraf tulang belakang akan diambil untuk selanjutnya diperiksa. Pemeriksaan terhadap cairan ini ditujukan untuk menentukan diagnosis terhadap meningitis.

  • Elektroensefalografi (EEG) dan MRI Otak

Dalam beberapa kasus infeksi ini, dokter juga memiliki kemungkinkan melakukan pemeriksaan EEG, dengan tujuan menilai aktivasi pada otak pasien. Kemudian MRI juga bisa dilakukan untuk mendeteksi ada tidaknya peradangan pada otak.

Gejala Infeksi

Gejala ringan meliputi demam, nyeri kepala, pegal, muntah, diare, lemas hingga munculnya ruam pada kulit. Gejala ini bisa berlangsung dalam beberapa hari, selain itu ada pula gejala berat misalnya seperti peradangan otak dan peradangan pada lapisan pembungkus otak serta saraf tulang belakang dengan beberapa gejala seperti berikut.

  • Demam tinggi.
  • Nyeri kepala berat.
  • Kaku pada leher.
  • Kebingungan atau disorientasi.
  • Penurunan kesadaran atau koma.
  • Tremor, kejang hingga kelumpuhan badan.

Cara Mengobati dan Mencegah Infeksi

Dalam kebanyakan kasus, penderita infeksi ini tidak memerlukan pengobatan secara khusus, virus ini ummnya bisa menghilang dengan sendirinya dari tubuh penderita. Meski demikian, bukan berarti tidak ada langkah yang disarankan oleh dokter untuk mengatasi masalah ini. Berikut beberapa di antaranya yang direkomendasikan.

  • Untuk kasus ringan, pasien akan diberikan obat pereda rasa sakit untuk meredakan sakit di kepala dan nyeri otot.
  • Untuk gejala berat, pasien mungkin akan disarankan untuk rawat inap di rumah sakit, sekaligus diberikan terapi suportif denganinfus dan obat-obatan.

Hingga saat ini belum ditemukan vaksin yang bisa digunakan untuk mencegah infeksi virus West Nile, namun sangat disarankan untuk melakukan upaya pencegahan dengan menghindarkan diri dari gigitan nyamuk, baik itu ketika berada di dalam rumah maupun di luar rumah. Upaya pencegahan juga bisa dilakukan dengan menjaga lingkungan sekitar terbebas dari nyamuk.

Read More