gangguan ginjal tagged posts

Waspadai Gejala Galaktorea yang Mengarah ke Kanker

Keluarnya susu atau cairan dari puting payudara tidak melulu terjadi pada wanita hamil atau yang sedang menyusui. Kenyataannya, kondisi ini juga dapat terjadi pada perempuan atau bahkan laki-laki yang sedang tidak menyusui. Dalam istilah medis, situasi ini disebut sebagai galaktorea. 

Galaktorea bukanlah suatu penyakit. Namun ketika Anda mengalaminya, kehati-hatiannya patut ditingkatkan sebab galaktorea bisa berujung ke gejala kanker payudara yang kerap tidak disadari. Mengenali kondisi galaktorea lebih awal kemudian mengonsultasikannya ke dokter pun dapat menjadi cara untuk menghindari atau meminimalkan risiko kanker payudara. 

Galaktorea umumnya terjadi pada perempuan dengan rentang usia 20—35 tahun, baik dalam kondisi hamil, menyusui,atau tidak keduanya. Tidak sekadar mengeluarkan cairan dari puting payudara, gejala lain yang bisa mengindikasikan adanya masalah serius terkait kesehatan payudara Anda dari galaktorea adalah sebagai berikut. 

  1. Hanya Satu Payudara 

Berhati-hatilah apabila cairan yang keluar dari payudara hanya di salah satu sisi. Gejala galaktorea ini kerap mengindikasikannya adanya masalah di payudara yang mengeluarkan cairan tersebut. Berkonsultasi ke dokter mengenai kondisi tersebut menjadi langkah bijak untuk mengecek kondisi kesehatan Anda secara lebih mendetail 

  1. Menstruasi Tidak Lancar

Gejala galaktorea tidak hanya dapat dilihat dari sisi payudara. Periode menstruasi pun dapat menjadi penanda gejala galaktorea. Perempuan yang mengalami galaktorea umumnya juga akan mengalami masalah terkait periode menstruasi. Periode haid pada perempuan yang menderita galaktorea cenderung menjadi jarang. Bahkan dalam beberapa waktu, menstruasi bisa sama sekali tidak keluar. 

  1. Penumbuhan Rambut di Wajah 

Galaktorea sebenarnya merupakan kondisi kelebihan hormon prolaktin yang merangsang produksi cairan dalam payudara. Kelebihan jenis hormon ini pun cenderung diikuti oleh berlebihnya produksi jenis hormon lain. Salah satu tanda kelebihan hormon yang mengarah pada kondisi galaktorea adalah penumbuhan rambut yang tidak semestinya. Kerap ditemukan pengidap galaktorea yang mengalami penumbuhan rambut di bagian wajah, entah di bagian dagu ataupun pipi. 

  1. Sakit Kepala 

Gangguan hormon yang menyebabkan kondisi galaktorea juga kerap menimbulkan masalah kesehatan di bagian kepala. Tidak jarang pengidap galaktorea akan sering mengalami sakit kepala yang datang mendadak. Jika terlalu sering mengalaminya, Anda patut meminta dokter melakukan penanganan lebih lanjut. 

  1. Jerawat Berlebih 

Gejala lainnya dari galaktorea masih bisa ditilik lewat wajah. Kelebihan hormon yang memicu kondisi keluarnya cairan dari payudara juga kerap menimbulkan jerawat yang berlebih pada bagian wajah. Jerawat akan terus berdatangan, meskipun Anda sudah menjaga kebersihan wajah. Pasalnya, penyebabnya memang karena adanya masalah hormon. 

  1. Gangguan Penglihatan 

Tidak semua pengidap galaktorea mengalami gangguan penglihatan. Namun harus diakui, beberapa kasus memperlihatkan adanya hubungan kondisi keluarnya cairan pada payudara secara tidak normal dengan gangguan penglihatan. Gangguan penglihatan yang muncul sebagai gejala galaktorea kerap diikuti dengan sakit kepala. 

  1. Vagina Kering 

Masalah hormon yang menjadi penyebab galaktorea kerap tidak hanya menimbulkan masalah pada payudara, melainkan juga pada vagina. Seperti yang telah diungkapkan, sebagian besar pengidap galaktorea adalah perempuan. Jika payudara pada pengidap galaktorea kerap mengeluarkan cairan walaupun sedang tidak menyusui, kondisi berkebalikan terjadi pada vaginanya. Vagina pengidap galaktorea cenderung kering sehingga mudah mengalami iritasi. 

  1. Melemahkan Gairah Seksual 

Galaktorea juga kerap diikuti dengan gairah seksual yang menurun. Pasalnya, masalah hormone membuat vagina menjadi kering. Kondisi ini menimbulkan rasa sakit tiap kali pengidap galaktorea melakukan hubungan seksual. Alhasil, minat untuk melakukan hubungan seksual menjadi minim. 

***

Galaktorea memang merupakan kondisi yang bisa sembuh dengan sendirinya dalam beberapa waktu. Namun jika mengalami gejala-gejala tersebut, sebaiknya Anda langsung berkonsultasi medis kepada dokter.

Read More