Ikuti Cara Alami Merawat Rambut Keriting Ini

Cara merawat rambut keriting umumnya berbeda dengan tipe rambut lainnya

Rambut keriting oleh banyak wanita sering dianggap sebagai berkah sekaligus kutukan. Sebenarnya rambut keriting itu indah, tetapi merawatnya bisa menjadi sulit karena terkadang bisa kering dan kusut. Kunci untuk rambut keriting yang indah dan bervolume adalah rambut yang sehat. Ternyata terdapat beberapa cara alami untuk merawat rambut keriting di rumah.

Tentu saja, Anda tahu bahwa Anda dapat menemukan begitu banyak produk perawatan rambut di toko-toko bahkan melakukan perawatan di salon. Anda dapat mencoba semua produk perawatan yang diperlukan yang akan memberi Anda hasil yang bagus dengan waktu yang relatif singkat, tetapi setelah beberapa waktu Anda akan melihat bahwa produk-produk rambut tersebut dapat merusak rambut Anda.

Tidak ada gunanya untuk mengambil resiko dengan melakukan perawatan baik dengan membeli produk sendiri maupun pergi ke salon, selain membutuhkan lebih banyak biaya, produk-produk tersebut juga dapat merusak rambut. Akan lebih bermanfaat dan lebih terjangkau jika Anda merawat rambut keriting Anda secara alami menggunakan perawatan rumah. Berikut cara merawat rambut keriting secara alami yang dapat dengan mudah Anda lakukan:

  • Flaxseed 

Flaxseed adalah bahan untuk memiliki rambut ikal keriting sehat dan berkilau. Anda dapat merebus flaxseed di rumah, sampai biji tersebut mengeluarkan gel yang tebal dan tidak berwarna. Gel ini sangat efektif dalam mengembangkan ikal rambut secara alami dan juga mengontrol rambut keriting. Selain itu,  Anda dapat mencampur minyak esensial dan mendinginkan gel ini untuk digunakan secara teratur.

  • Masker rambut pisang

Seringkali pisang di kulkas menjadi matang dan busuk. Namun ternyata, pisang merupakan salah satu solusi terbaik untuk menjinakkan rambut keriting. Anda dapat mengambil satu pisang matang, haluskan dengan baik dan taruh sebagai masker di seluruh rambut Anda selama 30 menit dan kemudian cuci sampai bersih.

Untuk efek yang lebih baik, Anda dapat menambahkan satu telur, 3 sendok makan madu dan susu serta sekitar lima sendok makan minyak zaitun. Campur semua bahan menjadi satu dengan pisang yang sudah dihaluskan dan oleskan masker ke rambut dari akar sampai ujung. Diamkan selama 30 menit, lalu keramas dan gunakan conditioner rambut.  Ulangi penggunaan masker rambut seminggu sekali untuk hasil rambut yang mengkilap.

  • Minyak kelapa

Minyak kelapa ternyata sangat efektif dalam melembabkan dan memelihara rambut keriting. Rambut keriting membutuhkan lebih banyak nutrisi daripada rambut lurus karena sifatnya yang kering. Anda dianjurkan untuk menggunakan minyak kelapa extra virgin dan menerapkannya sebagai minyak perawatan rambut, biarkan selama 15 hingga 20 menit sebelum benar-benar dibilas atau bisa juga digunakan sebagai conditioner alami pada rambut Anda. Minyak kelapa tidak hanya bermanfaat untuk memberikan nutrisi, tetapi juga menguatkan rambut sambil meningkatkan kilau rambut Anda. 

  •  Lidah buaya

Aloe Vera atau lidah buaya membuat kondisioner rambut yang baik untuk rambut, bekerja seperti conditioner namun lidah buaya merupakan cara yang lebih alami untuk rambut Anda. Anda dapat memotong daun lidah buaya dan mengekstrak gel tidak berwarna dari bagian dalam daun ke seluruh bagian rambut Anda. Hal ini tidak hanya melembabkan rambut keriting tetapi juga membantu membersihkan kotoran dan penumpukan produk dari rambut Anda.

  • Alpukat

Alpukat dikemas dengan banyak protein, sehingga menjadikannya bahan yang bagus untuk memperbaiki rambut yang kering dan rusak. Anda dapat membuat masker protein Anda sendiri menggunakan alpukat, minyak kelapa, madu, dan minyak zaitun.

  • Minyak zaitun

Minyak zaitun bekerja sangat baik sebagai minyak perawatan rambut. Anda dapat menggunakan minyak zaitun pada seluruh rambut, dan berikan sedikit pijatan pada kulit kepala, lalu biarkan selama 20-30 menit sebelum dibilas. Minyak zaitun bekerja untuk membuat rambut keriting lebih mudah untuk ditata.

Anda dapat mencoba perawatan alami di atas sebagai salah satu cara untuk merawat rambut keriting. Perlu diingat, bahwa perawatan alami tidak begitu langsung bekerja seperti produk perawatan rambut kimia, tetapi merawat rambut keriting secara alami adalah pilihan terbaik jika Anda ingin selalu memiliki rambut ikal yang bersinar dan terlihat memukau.

Read More

Allicin Dalam Bawang Putih Yang Memberikan Manfaat Kesehatan

Bawang putih adalah rempah-rempah yang tumbuh di seluruh dunia. Bawang putih termasuk dalam genus Allium dan terkait erat dengan bawang bombay, rakkyo (bawang yang ditemukan di Asia), daun bawang, lokio, daun bawang, dan bawang merah. Rempah-rempah ini telah digunakan oleh manusia selama ribuan tahun dan digunakan di Mesir Kuno untuk keperluan kuliner dan kesehatan serta manfaat terapeutiknya.

Bawang putih sendiri telah digunakan di seluruh dunia selama ribuan tahun. Menurut sejarahnya, bawang putih digunakan ketika piramida Giza dibangun, sekitar 5.000 tahun yang lalu. Sepanjang sejarah di Timur Tengah, Asia Timur, dan Nepal, bawang putih telah digunakan untuk mengobati bronkitis, hipertensi, TB atau TBC, gangguan hati, disentri, perut kembung, kolik, cacingan, rematik, diabetes, dan demam. Sedangkan dalam makanan, bawang putih biasa digunakan untuk memasak, baik dalam bentuk bawang segar, bawang putih bubuk atau minyak bawang putih untuk menambah rasa.

Bawang putih menghasilkan bahan kimia yang disebut allicin. Hal inilah yang membuat bawang putih berfungsi untuk kondisi tertentu.  Allicin juga membuat bawang putih memiliki bau tersendiri. Berikut beberapa manfaat bawang putih yang dipercaya terdapat dalam kandungannya:

  • Pengerasan arteri (atherosclerosis)

Seiring bertambahnya usia, arteri Anda cenderung kehilangan kemampuan untuk meregangkan dan melenturkan. Bawang putih dipercaya dapat mengurangi efek tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, Anda dapat mengkonsumsi suplemen bubuk bawang putih tertentu seperti Allicor, INAT-Farma, Kyolic, Total Heart Health, Formula 108, dan Wakunaga untuk mengurangi efek pengerasan pembuluh darah.

  • Berpotensi sebagai antibiotik yang kuat

Diallyl sulfide, senyawa dalam bawang putih, bekerja 100 kali lebih efektif daripada dua antibiotik populer dalam memerangi bakteri Campylobacter, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Antimicrobial Chemotherapy. Bakteri Campylobacter adalah salah satu penyebab paling umum terjadinya infeksi usus.

  • Perlindungan pada jantung

Para peneliti di Emory University School of Medicine menemukan diallyl trisulfide, komponen minyak bawang putih, membantu melindungi jantung selama operasi jantung dan setelah serangan jantung. Mereka juga percaya dialil trisulfide dapat digunakan sebagai pengobatan untuk gagal jantung, karena gas hidrogen sulfida telah terbukti melindungi jantung dari kerusakan.

  • Kanker prostat

Pria di Cina yang makan sekitar satu siung bawang putih setiap hari memiliki resiko 50% lebih rendah terkena kanker prostat. Selain itu, penelitian populasi menunjukkan bahwa konsumsi bawang putih dapat dikaitkan dengan penurunan risiko kanker prostat. Tetapi penelitian lain menunjukkan bahwa konsumsi bawang putih tidak mempengaruhi risiko kanker prostat pada pria dari Iran. Namun, penelitian klinis awal menunjukkan bahwa mengkonsumsi suplemen ekstrak bawang putih dapat mengurangi risiko kanker prostat atau mengurangi gejala yang terkait dengan kanker prostat.

  • Kanker otak

Senyawa organo-sulfur yang ditemukan dalam bawang putih telah diidentifikasi sebagai senyawa yang efektif dalam menghancurkan sel-sel pada glioblastoma, sejenis tumor otak yang mematikan.

Selama ribuan tahun, bawang putih dipercaya memiliki khasiat dan manfaat tertentu yang bekerja seperti obat. Selain lezat dan memiliki banyak manfaat kesehatan, bawang putih juga mudah ditambahkan ke dalam diet Anda. Anda bisa menggunakannya dalam hidangan gurih, sup, saus, saus, dan lainnya.

Read More

Beberapa Negara Tidak Terkena Corona, Bagaimana Bisa?

Virus Corona atau Covid-19 telah menimbulkan banyak kasus yang terjadi di hampir setiap negara. Kasus virus yang berasal dari kota Wuhan, Tiongkok, telah meningkat dari hari ke hari. Meskipun demikian, ada beberapa negara tidak terkena Corona. Bagaimana hal tersebut bisa terjadi?

Negara-Negara Yang Tidak Terkena Corona

Ada 15 negara yang belum melaporkan adanya kasus Covid-19. Negara-negara tersebut antara lain Korea Utara, Komoro, Tajikistan, Turkmenistan, Lesotho, Kepulauan Marshall, Mikronesia, Palau, Kiribati, Nauru, Samoa, Kepulauan Solomon, Tuvalu, Tonga, dan Vanuatu.

Rumor sempat terjadi dimana rumor tersebut menyatakan bahwa beberapa negara yang belum terkena kasus Covid-19 kemungkinan menutupi jumlah kasus yang terjadi. Namun, menurut Michael Yao, pakar tanggap darurat WHO (World Health Organization), mengatakan bahwa kasus di Afrika adalah salah satu kawasan yang rentan terhadap virus Corona sehingga kasus yang terjadi tidak mungkin ditutupi. Orang-orang yang terkena virus Corona pasti akan terdeteksi, karena virus Corona dapat menyebar dengan cepat.

Di sisi lain, beberapa ahli mengatakan bahwa iklim dapat menghentikan penyebaran virus Corona. Virus Corona mungkin tidak dapat menyebar jika kawasannya memiliki iklim yang hangat. Meskipun demikian, belum ada penelitian lebih lanjut tentang hal ini.

Sebagian negara tidak terkena Corona karena merupakan negara-negara kecil yang ada di kepulauan Pasifik, Asia, dan Afrika dimana negara-negara seperti ini kemungkinan bukan merupakan destinasi wisata dan tidak menarik perhatian turis sehingga kasus virus Corona di negara-negara tersebut belum terjadi.

Aturan-Aturan Negara Untuk Menangkal Virus Corona

Beberapa negara tidak terkena Corona telah membuat aturan yang ketat untuk bepergian. Contohnya, Korea Utara telah menerapkan aturan yang ketat jika ingin masuk atau keluar dari negara tersebut. Korea Utara merupakan salah satu negara pertama yang telah melakukan langkah-langkah intensif seperti menutupi perbatasannya untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Begitu pula dengan Turkmenistan dimana negara tersebut telah melakukan pembatasan perjalanan agar warganya tidak terkena virus Corona. Selain itu, Turkmenistan juga mengelola pembersihan massal dan mengkampanyekan kepada warga tentang penyebaran virus Corona.

Tajikistan telah memberlakukan pertemuan publik dan pembatasan perjalanan untuk mencegah Corona. Selain itu, negara tersebut juga mengatur keramaian, termasuk pada perayaan-perayaan tertentu.

Negara-negara lain telah menerapkan ‘Lockdown’ atau pembatasan sosial (Social Distancing atau Physical Distancing) untuk memaksimalkan upaya untuk mencegah penyebaran virus Corona. Meskipun demikian, jumlah kasus masih meningkat setiap hari dan jumlah kematian akibat Covid-19 terus bertambah.

Di Indonesia, beberapa wilayah telah memberlakukan PSBB (pembatasan sosial berskala besar) dimana sejumlah usaha dihentikan operasinya untuk sementara waktu. Jabodetabek adalah salah satu wilayah yang telah memberlakukan PSBB. Meskipun demikian, masih banyak warga yang melanggar aturan PSBB seperti tidak mengenakan masker atau masih menjalankan usaha di tempat.

Cara-Cara Yang Perlu Dilakukan Untuk Mencegah Virus Corona

Beberapa negara tidak terkena Corona mungkin telah memberlakukan sejumlah aturan yang ketat. Oleh karena itu, untuk membantu mencegah penyebaran virus Corona, Anda juga perlu melakukan beberapa hal sebagai berikut:

  • Rajin mencuci tangan dengan menggunakan sabun, setidaknya selama 20 detik.
  • Jangan menyentuh mata, hidung, dan mulut jika tangan Anda tidak bersih.
  • Jangan keluar rumah, kecuali jika Anda ada keperluan mendesak seperti membeli obat.
  • Jika Anda keluar rumah, Anda wajib menggunakan masker.
  • Anda juga perlu menjaga jarak dengan orang lain setidaknya 1 meter.
  • Jangan melakukan kontak fisik dengan orang lain.
  • Konsumsi makanan yang sehat seperti sayuran dan buah-buahan.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Konsumsi obat untuk menjaga daya tahan tubuh.
Read More

Cabin Fever

Cabin fever adalah emosi yang dialami manusia dimana mereka terlalu lama berada di rumah akibat virus Corona atau Covid-19. Tidak hanya itu cabin fever terjadi karena mereka merasa terputus hubungan dari “dunia luar.”

Hingga 18 April 2020, jumlah kasus yang terjadi di seluruh dunia telah mencapai lebih dari 2,2 juta dimana virus tersebut mengakibatkan jumlah kematian lebih dari 154 ribu orang, namun lebih dari 581 ribu orang dinyatakan sembuh.

Sebagian wilayah di Indonesia telah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), termasuk Jabodetabek. Masyarakat dihimbau untuk membatasi diri untuk keluar rumah, kecuali jika mereka ada keperluan mendesak seperti membeli obat. Bila tidak ada keperluan penting, masyarakat dianjurkan untuk tetap berada di rumah sampai batas waktu yang ditentukan oleh kepala daerah.

Meskipun aman di rumah untuk mencegah penyebaran Covid-19, masyarakat juga perlu waspada dengan cabin fever, karena jika tanpa ada penanganan yang tepat, gejala cabin fever akan sulit untuk dikendalikan.

Gejala Cabin Fever

Orang-orang yang mengalami masalah cabin fever tidak hanya menimbulkan gejala atau perasaan bosan, namun juga dapat menimbulkan perasaan sebagai berikut:

  • Kegelisahan.
  • Kekurangan motivasi.
  • Mudah tersinggung.
  • Mudah putus asa.
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Susah tidur.
  • Kurangnya semangat.
  • Sulit percaya pada orang di sekitarnya.
  • Mudah terkena emosi.
  • Merasa sedih atau depresi.

Cara Mengatasi Masalah Cabin Fever

Karena masyarakat masih dibatasi aktivitas di luar rumah, masyarakat dapat melakukan beberapa hal untuk mencegah cabin fever. Meskipun demikian, Anda dapat melakukan beberapa cara sebagai berikut:

  1. Membawa “dunia luar” ke dalam rumah

Jika Anda masih harus berada di rumah, Anda dapat melakukan beberapa cara untuk membawa “dunia luar” ke dalam rumah. Cara-cara tersebut adalah sebagai berikut:

  • Membuka jendela untuk menghirup udara.
  • Memberi makan hewan peliharaan atau hewan di sekeliling Anda.
  • Menanam bunga untuk memberikan kesegaran “dunia luar.”
  • Membuat rutinitas

Cara lain untuk mengatasi masalah cabin fever adalah membuat rutinitas. Jika Anda tidak bisa melakukan aktivitas di luar, Anda masih bisa melakukan berbagai aktivitas di rumah, khususnya jika hal tersebut menyangkut soal pekerjaan atau sekolah. Hal seperti ini dapat membuat pikiran Anda teralihkan seolah-olah Anda berada di luar rumah.

  • Menjaga komunikasi

Menurut WHO, komunikasi adalah hal yang penting untuk dilakukan ketika menghadapi pandemi Corona. Berkat perkembangan teknologi, Anda dapat mengobrol dengan orang lain secara online.

  • Ekspresikan sisi kreatif

Cara lain yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi masalah cabin fever adalah mengekspresikan sisi kreatif Anda, misalnya dengan melukis, menyanyikan lagu, atau memasak. Hal-hal seperti ini membuat otak Anda sibuk karena Anda dapat melakukan sesuatu di rumah daripada berdiam diri.

  • Berkeringat

Cara lain untuk mengatasi masalah cabin fever adalah berolahraga, karena dapat membantu tubuh melepas hormon endorfin yang dapat meningkatkan suasana hati.

Dengan demikian, Anda dapat menenangkan diri dari masalah cabin fever. Selain itu, Anda juga perlu melakukan beberapa hal di bawah untuk mencegah penularan virus Corona:

  • Rajin mencuci tangan dengan sabun selama 20 detik.
  • Jika keluar rumah, Anda perlu memakai masker.
  • Jaga jarak dengan orang lain setidaknya 1 meter.
  • Jangan menyentuh mata, hidung, atau mulut jika tangan Anda tidak bersih.
  • Konsumsi makanan yang sehat.
  • Minum obat untuk membantu menjaga daya tahan tubuh.

Masalah cabin fever akan hilang jika Anda mencoba beberapa hal yang disebutkan di atas. Anda juga sebaiknya ikuti perkembangan virus Corona melalui berita atau sumber-sumber resmi seperti WHO atau Kemenkes RI.

Read More

Apa itu USG Doppler? Berikut Penjelasannya

Droppler Ultrasound atau juga disebut dengan USG Doppler adala sebuah tindakan medis berupa tes yang bersifat non-invansif yang dipakai untuk memperkirakan aliran darah pembuluh darah. Proses ini menjadi salah satu yang disarankan oleh dokter ketika seseorang mengalami gangguan pada darah di dalam tubuh.

Ketika terjadi gangguan pada darah, penanganan yang cepat dan tepat bisa meningkatkan kesempatan dan peluang untuk sembuh lebih besar serta mencegah timbulnya komplikasi dari adanya gangguan tersebut. Lantas, apa saja yang harus diketahui bagi masyarakat awam dan pasien mengenai droppler ultrasound ini.

Penjelasan USG Doppler

Terdapat beberapa alasan mengapa seseorang melakukan Droppler Ultrasound sebagai pemeriksaan yang membantu dokter guna memberikan diagnosis banyak penyakit. Terdapat beberapa alasan mengapa para dokter melakukan pemeriksaan ini, berikut beberapa gangguan yang bisa dideteksi memakai prosedur ini.

  • Mendeteksi tumor yang tumbuh pada pembuluh darah bagian lengan dan kaki.
  • Mendeteksi gangguan kesehatan arteriosklerosis atau juga disebut penyempitan/penyumbatan pembuluh darah arteri.
  • Mendeteksi gangguan medis yang berkaitan dengan masalah jantung, seperti penyakit jantung bawaan.
  • Mendeteksi penyempitan pembuluh darah di bagian leher atau juga disebut stenosis karotis, bisa juga disebut penyempitan pembuluh darah vena.
  • Mendeteksi penyempitan arteri di bagian kaki, kondisi ini terjadi karena sirkulais darah ke kaki berkurang disebut dengan arteri perifer.

Pemeriksaan Droppler Ultrasound dilakukan jika seorang pasien mengalami gejala dari salah satu penyakit yang disebutkan di atas. Ini merupakan pemeriksaan pembuluh darah lain selain angiografi yang bersifat lebih invasif, hal itu dikarenakan pemeriksaan ini membutuhkan penyuntikan sebelum proses dilakukan.

Proses pemeriksaan Droppler Ultrasound sama seperti pemeriksaan USG lainnya, tenaga medis akan mengoleskan gel dingin di permukaan kulit yang akan diperiksa. Alat pindai genggam atau juga disebut dengan transduser akan diletakkan tepat di atas permukaan kulit yang sebelumnya telah diolesi gel dingin tadi.

Alat ini kemudian akan mengirimkan gelombang suara dan akan diperkuat menggunakan mikrofon, gelombang suara ini akan memantul jika bertemu dengan benda padat tak terkecuali sel darah. Adanya kondisi ini mampu membantu pergerakan sel darah jika muncul perubahan nada pantul pada gelombang suara, nada pantul inilah dikenal sebagai efek droppler.

Dengan melakukan pemeriksaan ini, terdapat beberapa kondisi yang bisa dideteksi, seperti misalnya sirkulasi darah pada pembuluh darah arteri dan vena di bagian leher, tangan dan kaki. Kemudian adanya gumpalan darah yang bisa menyebabkan aliran darah menjadi terhambat, kondisi ini bahkan bisa memicu seseorang terkena stroke.

Selain itu munculnya gumpalan yang terjadi pada pembuluh darah, jika gumpalan ini terlepas dapat mengakibatkan sirkulasi darah di bagian organ vital menjadi terhambat, kondisi ini bisa terjadi pada organ paru-paru. Kemudian, bisa melakukan pengecekan terhadap aliran darah janin pada ibu hamil serta memantau perkembangan janin.

Perlu diketahui bahwa pemeriksaan USG Doppler disarankan hanya dilakukan pada pasien yang benar-benar membutuhkannya. Proses pemeriksaan ini pada umumnya tidak membutuhkan waktu lama, hanya beberapa menit seperti USG biasa dan pasien tidak diharuskan untuk berpuasa terlebih dahulu sebelum melakukan pemeriksaan.

Pasien yang akan melakukan tes ini wajib dan harus mengenakan pakaian khusus dengan fungsi memudahkan pelaksanaan pemeriksaan. Pasien juga harus melepaskan segala perhiasan dan benda logam yang dibawa atau menempel pada tubuh. Pemeriksaan ini bisa dilakukan di rumah sakit dan klinik khusus, tentunya yang memiliki fasilitas dan tenaga ahli profesional.

Read More

Hati-Hati Salah Diagnosis, DBD Punya Gejala Mirip Corona

Penyakit pernapasan Covid-19 yang disebabkan oleh virus corona jenis baru (SARS-CoV-2) tengah membuat geger dunia, termasuk Indonesia. Kini, per Kamis, 02 April 2020, jumlah penderitanya telah menyentuh angka 1700-an orang. Namun, di sisi lain, negara-negara di semanjung Malaya, seperti di Singapura, Malaysia, dan Indonesia juga tengah didera wabah demam berdarah dengue (DBB). Jangan salah kira dengan ambil kesimpulan tanpa diagnosis yang mumpuni. Sabab, DBD punya gejala mirip corona dan sebaliknya!

Hasil studi gabungan lembaga-lembaga kesehatan di Singapura mengungkapkan bahwa wabah demam berdarah di Asia Tenggara membuat penyebaran virus corona seperti serigala berbulu domba. Dengan gejala awal yang mirip, seseorang bisa saja salah diagnosis terinfeksi DBD, padahal sebenarnya ia terjangkit COVID-19.

Kasus ini, sebagaimana dilansir South China Morning Post (SCMP), pernah terjadi di Singapura. Seorang warga laki-laki berusia 57 tahun dirawat di rumah sakit setelah demam dan batuk-batuk selama tiga hari. Warga lainnya, perempuan, juga berusia 57 tahun, mengalami demam, nyeri otot, batuk ringan selama 4 hari, dan diare selama 2 hari. Hasil tes keduanya positif demam berdarah dengue (DBD). Namun, setelah perawatan, kondisi keduanya terus memburuk.

Mereka lantas melakukan tes SARS-CoV-2 lewat metode swab test, dan diketahui positif COVID-19. Setelah dites lebih lanjut, mereka diketahui tidak terinfeksi virus Dengue, dan hasil tes di awal disebut sebagai false positive. “Untuk virus Dengue dan Corona, keduanya punya beberapa kemiripan sehingga seseorang bisa mendapatkan hasil tes false positive,” kata Jeremy Lim, partner konsultan Oliver Wyman di bagian kesehatan dan ilmu hayati, dikutip dari sumber yang sama.

Kesamaan-kesamaan gejala kedua penyakit tersebut pertama kali dipicu oleh laporan dalam jurnal medis The Lancet yang menunjukkan kesamaan gejala antara penyakit yang ditularkan oleh nyamuk dan virus corona. “Penyakit dengue dan virus corona 2019 (Covid-19) sulit dibedakan karena mereka berbagi fitur klinis dan laboratorium,” tulis kelompok penulis dari Sistem Kesehatan Universitas Nasional Singapura, Rumah Sakit Umum Ng Teng Fong, dan Institut Kesehatan Lingkungan.

DBD punya gejala mirip corona, awalnya seseorang akan demam dan batuk-batuk. Oleh karena itu, butuh diagnosis dan pemeriksaan yang komprehensif agar pasien bisa mendapat penanganan yang tepat, sesuai dengan penyakitnya.

  • DBD dan Covid-19 di Indonesia

Adapun sejak awal tahun ini, Kementerian Kesehatan mencatat telah terdapat lebih dari 17.000 kasus DBD di seluruh Indonesia, dengan 104 di antaranya meninggal dunia. Penyakit DBD diketahui mewabah di Nusa Tenggara Timur, Lampung, Riau, Sumatera Selatan, dan Jawa Barat sejak Januari lalu. Negara-negara lain di Asia Tenggara yang punya risiko besar terpapar wabah DBD adalah Filipina, Thailand, Laos, Kamboja, Vietnam, dan Malaysia serta Singapura seperti telah disebutkan di awal. Pada 2019, misalnya, lebih dari 400.000 warga Filipina terinfeksi virus Dengue, dan 1.000 di antaranya meninggal dunia. 

Orang yang dengan penyakit DBD biasanya menderita demam dan ruam di kulit, tetapi tak disertai dengan batuk-batuk atau sakit tenggorokan—tak seperti orang yang terinfeksi COVID-19. Gejala-gejala lain penyakit DBD termasuk sakit kepala, sakit di belakang mata, pegal-pegal, mual, muntah-muntah, dan pendarahan ringan seperti mimisan. Sementara itu, gejala umum COVID-19 menurut WHO termasuk demam, batuk-batuk, dan sesak napas. Dalam kasus yang lebih parah, infeksi SARS-CoV-2 juga dapat menyebabkan pneumonia, masalah pernapasan, gagal ginjal, dan kematian.

Selain demam berdarah, orang yang terinfeksi virus Corona juga rentan salah didiagnosis penyakit lain, seperti dua kasus pertama COVID-19 di Indonesia yang awalnya didiagnosis penyakit bronkitis, dan menyebabkan 73 petugas medis di Depok yang berinteraksi dengan mereka mesti dikarantina. “Gagal mendeteksi COVID-19 karena hasil tes dengue yang posiitif punya implikasi serius, tak hanya kepada pasien tetapi juga kesehatan publik,” tegas tim penulis. 

Saat ini, ketika kasus Covid-19 semakin ingar bingar di Indonesia, tim medis bisa saja semakin keteteran dengan kondisi ini. Sebab, gejala mirip corona bisa saja membuat mereka kudu bekerja dengan ekstra. Ketelitian mereka dalam memeriksa kondisi pasien amat dituntut di tengah situasi yang serba sulit ini. Oleh karenanya, menjaga kesehatan dan kondisi tubuh sendiri adalah langkah paling bijak yang bisa kita lakukan untuk, setidaknya, meringankan tugas mereka.

Read More

Faktor Jantung Berdetak Sangat Cepat

Cepat lambatnya detak jantung seseorang dapat menandakan apakah organ tersebut masih berfungsi dengan baik atau tidak. Jantung yang berdetak sangat cepat bisa menjadi tanda munculnya penyakit yang disebut dengan fibrilasi atrium. Tak hanya itu, kondisi jantung yang berdetak cepat bisa meningkatkan risiko munculnya berbagai macam penyakit lainnya, seperti stroke, gagal jantung dan komplikasi lainnya yang berhubungan dengan penyakit jantung.

Jantung yang berdetak sangat cepat bisa kapan saja muncul dan hilang. Hal ini tidak bisa dihilangkan begitu saja, oleh karena itu harus memerlukan perawatan. Meskipun hal ini tidak mengancam jiwa, kondisi tersebut dapat membuat seseorang membutuhkan perawatan darurat. Saat ibrilasi atrium terjadi, dua bilik atas jantung berdetak secara tidak teratur dan tidak terkoordinasi dengan bawah pada jantung. Gejala ini umumnya akan terjadi dan terasa jantung berdebar, sesak nafas dan tubuh melemah.

Fibrilasi atrium juga bisa menyebabkan komplikasi yang berabahaya. Salah satunya adalah pembekuan darah pada jantung yang bisa berirkulasi ke organ tubuh lainnya dan menyebabkan aliran darah pada jantung menjadi tersumbat. Kelainan pada detak jantung membutuhkan perawatan menggunakan alat untuk mengubah sistem kelistrikan jantung.

Penyebab jantung yang berdetak cepat bisa dikarenakan dari beberapa faktor, antara lain:

Usia

Usia merupakan faktor yang bisa menyebabkan detak jantung sangat cepat. Semakin bertambahnya usia, semakin tinggi pula risiko mengidap jantung berdetak cepat. Risiko akan semakin tinggi pada seseorang yang berusia di atas 60 tahun. hal ini bisa disebabkan dari penyakit jantung dan kondisi fisik lainnya yang bisa menyebabkan fibrilasi atrium.

Genetika

Risiko lain yang bisa menyebabkan jantung seseorang berdetak sangat cepat karena dipengaruhi oleh faktor genetika atau keturunan. Fibrilasi atrium bisa disebabkan oleh gen yang diturunkan oleh orang tua saat lahir. Apabila kamu mempunyai keluarga dengan riwayat gangguan ini sebaliknya waspada dan periksakan ke dokter.

Penyakit jantung

Penyakit yang berhubungan dengan jantung bisa menjadi faktor risiko jantung berdetak sangat cepat. Hal ini disebabkan karena masalah masalah yang ada pada jantung seperti penyakit arteri koroner, penyakit katup jantung, gagal jantung, otot jantung lemah dan cacat lahir jantung.

Sick sinus syndrome

Penyakit ini terjadi berhubungan dengan kelainan sel yang mengendalikan detak jantung yang bisa menjadi alat pacu jantung alami pada tubuh. Gejala yang muncul seperti detak jantung bergantian secara cepat atau lambat.

Serangan jantung

Saat arteri yang memasok darah tersumbat, kondisi ini akan merusak jaringan atrium dan bisa terjadi fibrilasi atrium. Jantung yang berdetak kencang karena kondisi jantung ini tidak menyebabkan serangan jantung.

Tekanan darah tinggi

Faktor risiko jantung yang berdetak sangat cepat, umumnya disebabkan oleh tekanan darah tinggi. Hal ini membuat atrium atau ruang atas jantung menjadi lebih besar sehingga jantung menjadi bekerja lebih keras tidak seperti biasanya.

Penyakit paru-paru

Fibrilasi atrium bisa disebabkan karena penyakit paru-paru. Penyakit paru-paru seperti paru obstruktif kronik (COPD), emfisema, sampai gumpalan darah pada paru-paru. COPD dapat disertai dengan tekanan darah tinggi, penyakit jantung, oksigen darah rendah dan merokok.

Itulah beberapa faktor risiko yang bisa menyebabkan jantung berdetak dengan cepat. Jika kamu merasakan jantung yang berdetak cepat karena memiliki faktor risiko seperti di atas, sebaiknya segera periksa ke dokter agar mendapatkan penanganan lebih lanjut secara medis.

Read More

Gejala, Penyebab, dan Cara Obati Kanker Paru-Paru

Merupakan sebuah kondisi di mana sel ganas yang disebut dengan kanker terbentuk di paru-paru, keadaan ini dinamakan kanker paru. Pada umumnya, keadaan ini dialami oleh banyak orang yang mengonsumsi rokok, penyakit ini juga menjadi salah satu dari tiga jenis kanker yang paling banyak terjadi di Indonesia.

Meski demikian, penyakit ini tak hanya menyerang mereka yang dalam kondisi aktif merokok, karena kemungkinan juga bisa menyerang pada mereka yang bukan merokok. Seperti misalnya, orang yang terpapar zat kimia yang ada di sekitarnya, misalnya lingkungan kerja dan bisa pula terpapar asap rokok dari perokok aktif.

Penyebab dan Gejala Kanker Paru

Di Indonesia, kebanyakan seseorang yang mengalami penyakit ini disebabkan karena mereka merupakan perokok aktif. Bisa dibilang bawah rokok adalah penyebab utama munculnya penyakit ini, bahan ini mengandung setidaknya 60 racun berbeda yang dapat menyebabkan kanker dan dikenal dengan nama zat karsinogenik.

Sebagai perumpamaan mudahnya, jika seseorang mengonsumsi 25 batang rokok dalam sehari, maka ia berisiko 25 kali lebih tinggi terkena penyakit ini. Sebuah riset menunjukkan bahwa perokok pasif wanita dan memiliki pasangan perokok aktif, juga memiliki risiko 25 persen lebih besar ketimbang yang tidak tinggal dengan perokok aktif.

Selain rokok, ganja juga bisa menjadi bahan penyebab seseorang memiliki risiko terkena kanker ini, selebihnya paparan terhadap zat racun lain seperti arsen, asbes, bau gas atau bensin dan gas yang ditimbulkan dari kendaraan juga mampu membuat seseorang berisiko terkena kanker ini. Gejala penyakit ini baru muncul ketika tumor dalam bentuk yang cukup besar dan menyebar ke jaringan.

Seseorang yang terserang penyakit ini juga ditandai dengan gejala awal, di antaranya seperti batuk hingga kronis, batuk disertai darah, kemudian penurunan berat badan secara drastis. Selain itu, seseorang tersebut juga akan merasakan nyeri pada dada dan tulang hingga menyebabkan seorang penderita mengalami sesak napas.

Cara Pengobatan

Pengobatan atau penanganan utama yang diperlukan bagi penderita penyakit ini dalam tahap stadium awal adalah melalui operasi. Tetapi jika penderita sudah mencapai stadium lanjut, maka penanganan yang harus dan wajib dilakukan adalah dengan kemoterapi dan radioterapi. Sebelum proses pengobatan ini, dokter terlebih dahulu akan melakukan diagnosis.

Diagnosis mengenai penyakit ini pertama kali dilakukan adalah dengan foto rontgen, CT scan dan biopsi jaringan pada paru-paru. Dari ketiga pemeriksaan ini, dokter nantinya bisa menentukan jenis dan stadium kanker yang diderita oleh seseorang, selanjutnya langkah yang akan dilakukan adalah pengobatan.

Terdapat beberapa jenis penanganan dan pengobatan pada penyakit ini selain menggunakan kemoterapi dan radioterapi, yakni juga dapat menggunakan terapi target, terapi ablasi, terapi fotodinamik hingga krioterapi. Beberapa pilihan pengobatan ini bisa disesuaikan oleh si penderita dan tergantung kondisi si penderita.

Salah satu cara terbaik untuk menghindari penyakit ini adalah menjauhi rokok dan asapnya. Dalam beberapa artikel menyebutkan bahwa berhenti merokok selama 10 tahun mampu menurunkan risiko terkena penyakit ini hingga mencapai 50 persen. Selain itu, cara pencegahan lain juga bisa dilakukan dengan diet.

Diet rendah lemak, tinggi serat dan memperbanyak konsumsi sayur serta buah hingga biji-bijian mampu menurunkan risiko terkena penyakit ini dan bahkan kanker jenis lainnya. Ditambah dengan melakukan olahraga secara teratur juga membantu menurunkan risiko seseorang terkena kanker paru.

Read More

Risiko Pendonor dalam Aktivitas Transplantasi Sumsum Tulang

Transplantasi sumsum tulang mampu menggantikan sumsum tulang yang rusak dengan sel punca sehat.

Ada beberapa penyakit serius yang dapat mengakibatkan sumsum tulang atau sel punca rusak atau dalam kondisi yang tidak baik sehingga sumsum tulang berhenti bekerja dan tidak dapat memproduksi sel-sel darah sehat dalam jumlah yang cukup. Salah satu penyakit itu, dan yang mungkin paling populer, adalah kanker darah atau Leukimia. Jika kondisi ini sudah terjadi, mengatasinya bisa melalui transplantasi sumsum tulang.

Transplantasi sumsum tulang atau transplantasi sel punca adalah sebuah prosedur untuk mentransplantasikan sel punca sehat sebagai prekursor sel-sel darah. Untuk melakukan transplantasi sumsum tulang, sel punca dapat diambil dari dalam tubuh pasien sendiri (autologus) atau berasal dari tubuh donor atau orang lain (allogenik). Namun, yang paling umum adalah pasien menunggu mendapatkan donor sel punca dari orang lain.

Bila ingin menjadi pendonor dalam prosedur transplantasi sumsum tulang, seseorang harus punya sel punca yang cocok dengan pasien tersebut. Diperlukan serangkaian tes untuk mengetahui kecocokan antara pendonor dengan si pasien. Para staf laboratorium akan melihat permukaan sel darah Anda lalu membandingkannya dengan sel darah pasien yang memerlukan transplantasi.

Sebelum seseorang mendonorkan sumsum tulang belakangnya kepada orang lain, ada serangkaian pemeriksaan yang mesti dilalui. Pertama, dokter akan mencari donor yang cocok dengan tipe jaringan pasien, khususnya tipe jaringan human leukocyte antigen (HLA). HLA adalah protein yang ditemukan pada sebagian besar sel dalam tubuh seseorang. 

Pemeriksaan ini diperlukan karena masing-masing orang memiliki set protein berbeda-beda pada permukaan sel darahnya. Protein HLA dan antigen histokompatibilitas akan diteliti di laboratorium. Hasil tes tersebut akan menunjukkan seberapa besar kecocokan HLA pada pendonor maupun calon penerima donor. Semakin dekat kecocokan antara penanda HLA pasien dan donor, maka semakin baik bagi pasien.

Saat sumsum tulang belakang seseorang dinyatakan cocok, akan ada serangkaian pemeriksaan lain untuk memastikan apakah pendonor merupakan pasangan terbaik bagi pasien. Dalam hal itu, dokter akan meminta beberapa sampel, seperti darah dan DNA.  

Dokter juga akan memberikan informasi ihwal proses pengambilan sumsum, risiko, dan efek samping, yang akan dialami pendonor. 

Dalam proses pengambilan cairan sumsum tulang belakang, dokter akan melakukan pembedahan dengan memberikan anestesi terlebih dahulu kepada pendonor. Ini dilakukan agar selama proses operasi berlangsung, pendonor tidak akan merasakan sakit karena ada dalam kondisi tidur. 

Setelah itu, dokter akan menusukkan beberapa jarum untuk menarik sel-sel sumsum dari belakang tulang panggul. Proses itu berlangsung sekitar satu jam.

  • Siapa yang Dapat Menjadi Pendonor?

Adapun orang yang dinilai paling cocok mendonorkan sel punca-nya kepada pasien tak lain adalah saudara kandung si pasien sendiri. Kemungkinannya 1 banding 4, pasalnya sel-sel saudara kandung sangat cocok dengan pasien. Transplantasi dari donor yang berasal dari saudara kandung ini disebut matched related donor (MRD). Kecil kemungkinan saudara lain dalam keluarga yang memiliki kecocokan sebagai pendonor.

Bila Anda dan pasien yang akan menerima donor hanya memiliki 50 persen kecocokan, transplantasi sumsum tulang belakang atau sel punca masih tetap bisa dilakukan. Ini disebut haploidentical transplant.

Menurut National Marrow Donor Program, hanya 30 persen pasien yang bisa mendapatkan donor dari anggota keluarga yang benar-benar memiliki sel yang cocok. Jadi, transplantasi haploidentikal memang cenderung lebih mudah ditemukan di antara anggota keluarga besar.

Pasien kanker juga bisa mendapat donor dari anggota keluarga yang bukan saudara kandung. Ini disebut sebagai matched unrelated donor. Biasanya perlu banyak orang untuk dites tipe jaringan selnya untuk mendapatkan donor macam ini.

  • Risiko Pendonor Transplantasi Sumsum Tulang Belakang

Ada beberapa efek samping yang umum dialami oleh seseorang usai mendonorkan sumsum tulang belakangnya, yakni mengalami nyeri punggung atau pinggul, kelelahan, nyeri otot, sakit kepala, dan memar di bagian sayatan.

Namun, berbeda orang, bisa berbeda pula efek samping yang dirasakan. Beberapa orang mengatakan bahwa pengambilan sumsum tulang belakang merupakan hal yang menyakitkan, yang lainnya menyebut bahwa itu tidak terlalu menyakitkan.  

Mayoritas pendonor sumsum tulang belakang, sebanyak lebih dari 98,5 persen, akan kembali pulih dalam beberapa minggu. Sebagian kecil, sekitar 2,4 persen, pendonor mengalami komplikasi serius akibat anestesi atau kerusakan tulang, saraf, atau otot di daerah pinggul mereka.

Risiko efek samping anestesi selama proses pengambilan sumsum sebenarnya sama dengan risiko proses pembedahan lainnya. Namun, efek samping anestesi ini jarang sekali terjadi. Adapun efek samping yang umum dialami seseorang ialah sakit tenggorokan atau mual ringan dan muntah. 

Dalam hal ini, jumlah sumsum yang disumbangkan juga tidak akan melemahkan tubuh seorang pendonor, atau bahkan melemahkan sistem kekebalan tubuhnya. Karena jumlah rata-rata sumsum yang disumbangkan hanya sekitar satu liter, itu hanya sebagian kecil dari total sumsum seseorang.

Sebagian besar pendonor akan kembali menjalani rutinitasnya dalam beberapa hari usai menjalani operasi, dan sumsum mereka akan secara alami menggantikan dirinya sendiri dalam empat hingga enam minggu.  

Namun yang pasti, kemungkinan terjadinya efek samping atau risiko pendonor dalam aktivitas transplantasi sumsum tulang tetap tergantung kondisi tubuh mereka. Selain itu, kecakapan atau profesionalitas tenaga medis, termasuk alat dan obat-obatan yang digunakan juga memiliki andil dalam kondisi si pendonor. Oleh karenanya, sebelum memutuskan untuk menjadi pendonor, pastikan kondisi tubuh Anda sendiri, ya.

Read More

5 Efek Samping dari Proses Pemasangan Infus

Dokter tidak akan merekomendasikan pemasangan infus untuk setiap pasien. Biasanya, pemasangan infus direkomendasikan bagi pasien yang membutuhkan obat masuk ke dalam tubuhnya secara cepat. Misal pasien yang mengalami kekurangan cairan atau dehidrasi, serangan jantung, stroke, serta keracunan.

Pada kondisi tersebut, minum obat melalui mulut tidak efektif untuk mengatasi gangguan medis yang diderita pasien. Sebab obat oral harus melewati saluran pencernaan sehingga membutuhkan waktu lebih lama. Padahal, pasien sedang membutuhkan penanganan yang sangat cepat, jika tidak kondisinya dapat fatal.

Pemasangan infus juga dibutuhkan ketika pasien tidak memungkinkan untuk minum obat oral. Misal pada kondisi pasien yang mengalami muntah hebat, sehingga semua makanan dan cairan yang masuk ke mulut segera dimuntahkan sebelum sempat dicerna.

Maka, pemasangan infus dapat menjadi solusi. Terapi intravena atau infus dapat membantu mempercepat penyerapan obat ke dalam aliran darah. Tujuannya, agar obat bekerja lebih optimal dalam mengatasi kondisi pasien.

Efek samping proses pemasangan infus

Terlepas dari manfaatnya, proses pemasangan infus tetap memiliki efek samping. Beberapa efek samping dari proses pemasangan infus, antara lain:

1. Infeksi

Proses pemasangan infus melibatkan jarum dalam prosesnya. Sehingga infeksi mungkin terjadi di area kulit, di mana jarum disuntikkan. Bila terjadi infeksi pada area bekas infus, infeksi dapat menyebar ke seluruh tubuh melalui tumpangan darah.

Kemerahan, nyeri, dan bengkak, serta demam tinggi serta menggigil, merupakan gejala dari infeksi akibat pemasangan infus. Sebaiknya segera informasikan perawat, apabila gejala-gejala infeksi tersebut Anda rasakan.

2. Emboli udara

Efek lain dari proses pemasangan infus adalah emboli udara. Munculnya emboli udara sebagai akibat dari penggunaan jarum suntik atau kantong obat infus.

Gelembung udara dapat masuk ke dalam pembuluh darah saat saluran kantong infus mengering. Gelembung udara tersebut dapat berjalan ke arah jantung dan paru, sehingga aliran darah dapat terhambat.

Efek samping yang satu ini perlu diwaspadai, sebab emboli udara bisa menyebabkan kondisi serius, seperti serangan jantung dan stroke.

3. Penggumpalan darah

Proses pemasangan infus dapat menyebabkan penggumpalan darah. Gumpalan darah yang terjadi dapat terlepas. Jika gumpalan darah sudah terlepas, ada kemungkinan dapat menyumbat pembuluh darah dan menimbulkan gangguan yang serius. Mulai dari kerusakan jaringan tubuh, berbagai penyakit pembuluh darah, hingga dapat memicu kematian.

Trombosis vena dalam merupakan salah satu gangguan berbahaya yang terjadi akibat adanya penggumpalan darah.

4. Kerusakan jaringan

Kerusakan jaringan pembuluh darah dapat terjadi akibat proses pemasangan infus. Kerusakan jaringan atau infiltrasi menyebabkan obat tidak terdistribusi sebagaimanan mestinya.

Pada kondisi adanya infiltrasi, obat yang seharusnya masuk ke dalam aliran darah justru bocor ke dalam jaringan di sekitarnya. Tanda-tanda yang muncul, seperti tangan terasa hangat dan nyeri, serta muncul pembengkakan pada area yang diinfus.

5. Phlebitis

Radang vena atau phlebitis juga mungkin saja terjadi, sebagai efek samping dari proses pemasangan infus. Gejala yang timbul hampir menyerupai kerusakan jaringan atau infiltrasi, kulit terasa hangat dan nyeri, serta timbul pembengkakan pada area yang diinfus.

Berkonsultasilah dengan dokter apabila Anda mengalami gejala tersebut.

Proses pemasangan infus sebetulnya aman, selama dilakukan oleh tenaga medis profesional. Namun, tidak menutup kemungkinan dapat timbul efek samping, seperti dipaparkan sebelumnya. Jika gejala atau tanda efek samping Anda rasakan, segera konsultasi dengan perawat atau dokter yang merawat Anda.

Read More