Hati-Hati Salah Diagnosis, DBD Punya Gejala Mirip Corona

Penyakit pernapasan Covid-19 yang disebabkan oleh virus corona jenis baru (SARS-CoV-2) tengah membuat geger dunia, termasuk Indonesia. Kini, per Kamis, 02 April 2020, jumlah penderitanya telah menyentuh angka 1700-an orang. Namun, di sisi lain, negara-negara di semanjung Malaya, seperti di Singapura, Malaysia, dan Indonesia juga tengah didera wabah demam berdarah dengue (DBB). Jangan salah kira dengan ambil kesimpulan tanpa diagnosis yang mumpuni. Sabab, DBD punya gejala mirip corona dan sebaliknya!

Hasil studi gabungan lembaga-lembaga kesehatan di Singapura mengungkapkan bahwa wabah demam berdarah di Asia Tenggara membuat penyebaran virus corona seperti serigala berbulu domba. Dengan gejala awal yang mirip, seseorang bisa saja salah diagnosis terinfeksi DBD, padahal sebenarnya ia terjangkit COVID-19.

Kasus ini, sebagaimana dilansir South China Morning Post (SCMP), pernah terjadi di Singapura. Seorang warga laki-laki berusia 57 tahun dirawat di rumah sakit setelah demam dan batuk-batuk selama tiga hari. Warga lainnya, perempuan, juga berusia 57 tahun, mengalami demam, nyeri otot, batuk ringan selama 4 hari, dan diare selama 2 hari. Hasil tes keduanya positif demam berdarah dengue (DBD). Namun, setelah perawatan, kondisi keduanya terus memburuk.

Mereka lantas melakukan tes SARS-CoV-2 lewat metode swab test, dan diketahui positif COVID-19. Setelah dites lebih lanjut, mereka diketahui tidak terinfeksi virus Dengue, dan hasil tes di awal disebut sebagai false positive. “Untuk virus Dengue dan Corona, keduanya punya beberapa kemiripan sehingga seseorang bisa mendapatkan hasil tes false positive,” kata Jeremy Lim, partner konsultan Oliver Wyman di bagian kesehatan dan ilmu hayati, dikutip dari sumber yang sama.

Kesamaan-kesamaan gejala kedua penyakit tersebut pertama kali dipicu oleh laporan dalam jurnal medis The Lancet yang menunjukkan kesamaan gejala antara penyakit yang ditularkan oleh nyamuk dan virus corona. “Penyakit dengue dan virus corona 2019 (Covid-19) sulit dibedakan karena mereka berbagi fitur klinis dan laboratorium,” tulis kelompok penulis dari Sistem Kesehatan Universitas Nasional Singapura, Rumah Sakit Umum Ng Teng Fong, dan Institut Kesehatan Lingkungan.

DBD punya gejala mirip corona, awalnya seseorang akan demam dan batuk-batuk. Oleh karena itu, butuh diagnosis dan pemeriksaan yang komprehensif agar pasien bisa mendapat penanganan yang tepat, sesuai dengan penyakitnya.

  • DBD dan Covid-19 di Indonesia

Adapun sejak awal tahun ini, Kementerian Kesehatan mencatat telah terdapat lebih dari 17.000 kasus DBD di seluruh Indonesia, dengan 104 di antaranya meninggal dunia. Penyakit DBD diketahui mewabah di Nusa Tenggara Timur, Lampung, Riau, Sumatera Selatan, dan Jawa Barat sejak Januari lalu. Negara-negara lain di Asia Tenggara yang punya risiko besar terpapar wabah DBD adalah Filipina, Thailand, Laos, Kamboja, Vietnam, dan Malaysia serta Singapura seperti telah disebutkan di awal. Pada 2019, misalnya, lebih dari 400.000 warga Filipina terinfeksi virus Dengue, dan 1.000 di antaranya meninggal dunia. 

Orang yang dengan penyakit DBD biasanya menderita demam dan ruam di kulit, tetapi tak disertai dengan batuk-batuk atau sakit tenggorokan—tak seperti orang yang terinfeksi COVID-19. Gejala-gejala lain penyakit DBD termasuk sakit kepala, sakit di belakang mata, pegal-pegal, mual, muntah-muntah, dan pendarahan ringan seperti mimisan. Sementara itu, gejala umum COVID-19 menurut WHO termasuk demam, batuk-batuk, dan sesak napas. Dalam kasus yang lebih parah, infeksi SARS-CoV-2 juga dapat menyebabkan pneumonia, masalah pernapasan, gagal ginjal, dan kematian.

Selain demam berdarah, orang yang terinfeksi virus Corona juga rentan salah didiagnosis penyakit lain, seperti dua kasus pertama COVID-19 di Indonesia yang awalnya didiagnosis penyakit bronkitis, dan menyebabkan 73 petugas medis di Depok yang berinteraksi dengan mereka mesti dikarantina. “Gagal mendeteksi COVID-19 karena hasil tes dengue yang posiitif punya implikasi serius, tak hanya kepada pasien tetapi juga kesehatan publik,” tegas tim penulis. 

Saat ini, ketika kasus Covid-19 semakin ingar bingar di Indonesia, tim medis bisa saja semakin keteteran dengan kondisi ini. Sebab, gejala mirip corona bisa saja membuat mereka kudu bekerja dengan ekstra. Ketelitian mereka dalam memeriksa kondisi pasien amat dituntut di tengah situasi yang serba sulit ini. Oleh karenanya, menjaga kesehatan dan kondisi tubuh sendiri adalah langkah paling bijak yang bisa kita lakukan untuk, setidaknya, meringankan tugas mereka.

Read More

Faktor Jantung Berdetak Sangat Cepat

Cepat lambatnya detak jantung seseorang dapat menandakan apakah organ tersebut masih berfungsi dengan baik atau tidak. Jantung yang berdetak sangat cepat bisa menjadi tanda munculnya penyakit yang disebut dengan fibrilasi atrium. Tak hanya itu, kondisi jantung yang berdetak cepat bisa meningkatkan risiko munculnya berbagai macam penyakit lainnya, seperti stroke, gagal jantung dan komplikasi lainnya yang berhubungan dengan penyakit jantung.

Jantung yang berdetak sangat cepat bisa kapan saja muncul dan hilang. Hal ini tidak bisa dihilangkan begitu saja, oleh karena itu harus memerlukan perawatan. Meskipun hal ini tidak mengancam jiwa, kondisi tersebut dapat membuat seseorang membutuhkan perawatan darurat. Saat ibrilasi atrium terjadi, dua bilik atas jantung berdetak secara tidak teratur dan tidak terkoordinasi dengan bawah pada jantung. Gejala ini umumnya akan terjadi dan terasa jantung berdebar, sesak nafas dan tubuh melemah.

Fibrilasi atrium juga bisa menyebabkan komplikasi yang berabahaya. Salah satunya adalah pembekuan darah pada jantung yang bisa berirkulasi ke organ tubuh lainnya dan menyebabkan aliran darah pada jantung menjadi tersumbat. Kelainan pada detak jantung membutuhkan perawatan menggunakan alat untuk mengubah sistem kelistrikan jantung.

Penyebab jantung yang berdetak cepat bisa dikarenakan dari beberapa faktor, antara lain:

Usia

Usia merupakan faktor yang bisa menyebabkan detak jantung sangat cepat. Semakin bertambahnya usia, semakin tinggi pula risiko mengidap jantung berdetak cepat. Risiko akan semakin tinggi pada seseorang yang berusia di atas 60 tahun. hal ini bisa disebabkan dari penyakit jantung dan kondisi fisik lainnya yang bisa menyebabkan fibrilasi atrium.

Genetika

Risiko lain yang bisa menyebabkan jantung seseorang berdetak sangat cepat karena dipengaruhi oleh faktor genetika atau keturunan. Fibrilasi atrium bisa disebabkan oleh gen yang diturunkan oleh orang tua saat lahir. Apabila kamu mempunyai keluarga dengan riwayat gangguan ini sebaliknya waspada dan periksakan ke dokter.

Penyakit jantung

Penyakit yang berhubungan dengan jantung bisa menjadi faktor risiko jantung berdetak sangat cepat. Hal ini disebabkan karena masalah masalah yang ada pada jantung seperti penyakit arteri koroner, penyakit katup jantung, gagal jantung, otot jantung lemah dan cacat lahir jantung.

Sick sinus syndrome

Penyakit ini terjadi berhubungan dengan kelainan sel yang mengendalikan detak jantung yang bisa menjadi alat pacu jantung alami pada tubuh. Gejala yang muncul seperti detak jantung bergantian secara cepat atau lambat.

Serangan jantung

Saat arteri yang memasok darah tersumbat, kondisi ini akan merusak jaringan atrium dan bisa terjadi fibrilasi atrium. Jantung yang berdetak kencang karena kondisi jantung ini tidak menyebabkan serangan jantung.

Tekanan darah tinggi

Faktor risiko jantung yang berdetak sangat cepat, umumnya disebabkan oleh tekanan darah tinggi. Hal ini membuat atrium atau ruang atas jantung menjadi lebih besar sehingga jantung menjadi bekerja lebih keras tidak seperti biasanya.

Penyakit paru-paru

Fibrilasi atrium bisa disebabkan karena penyakit paru-paru. Penyakit paru-paru seperti paru obstruktif kronik (COPD), emfisema, sampai gumpalan darah pada paru-paru. COPD dapat disertai dengan tekanan darah tinggi, penyakit jantung, oksigen darah rendah dan merokok.

Itulah beberapa faktor risiko yang bisa menyebabkan jantung berdetak dengan cepat. Jika kamu merasakan jantung yang berdetak cepat karena memiliki faktor risiko seperti di atas, sebaiknya segera periksa ke dokter agar mendapatkan penanganan lebih lanjut secara medis.

Read More

Gejala, Penyebab, dan Cara Obati Kanker Paru-Paru

Merupakan sebuah kondisi di mana sel ganas yang disebut dengan kanker terbentuk di paru-paru, keadaan ini dinamakan kanker paru. Pada umumnya, keadaan ini dialami oleh banyak orang yang mengonsumsi rokok, penyakit ini juga menjadi salah satu dari tiga jenis kanker yang paling banyak terjadi di Indonesia.

Meski demikian, penyakit ini tak hanya menyerang mereka yang dalam kondisi aktif merokok, karena kemungkinan juga bisa menyerang pada mereka yang bukan merokok. Seperti misalnya, orang yang terpapar zat kimia yang ada di sekitarnya, misalnya lingkungan kerja dan bisa pula terpapar asap rokok dari perokok aktif.

Penyebab dan Gejala Kanker Paru

Di Indonesia, kebanyakan seseorang yang mengalami penyakit ini disebabkan karena mereka merupakan perokok aktif. Bisa dibilang bawah rokok adalah penyebab utama munculnya penyakit ini, bahan ini mengandung setidaknya 60 racun berbeda yang dapat menyebabkan kanker dan dikenal dengan nama zat karsinogenik.

Sebagai perumpamaan mudahnya, jika seseorang mengonsumsi 25 batang rokok dalam sehari, maka ia berisiko 25 kali lebih tinggi terkena penyakit ini. Sebuah riset menunjukkan bahwa perokok pasif wanita dan memiliki pasangan perokok aktif, juga memiliki risiko 25 persen lebih besar ketimbang yang tidak tinggal dengan perokok aktif.

Selain rokok, ganja juga bisa menjadi bahan penyebab seseorang memiliki risiko terkena kanker ini, selebihnya paparan terhadap zat racun lain seperti arsen, asbes, bau gas atau bensin dan gas yang ditimbulkan dari kendaraan juga mampu membuat seseorang berisiko terkena kanker ini. Gejala penyakit ini baru muncul ketika tumor dalam bentuk yang cukup besar dan menyebar ke jaringan.

Seseorang yang terserang penyakit ini juga ditandai dengan gejala awal, di antaranya seperti batuk hingga kronis, batuk disertai darah, kemudian penurunan berat badan secara drastis. Selain itu, seseorang tersebut juga akan merasakan nyeri pada dada dan tulang hingga menyebabkan seorang penderita mengalami sesak napas.

Cara Pengobatan

Pengobatan atau penanganan utama yang diperlukan bagi penderita penyakit ini dalam tahap stadium awal adalah melalui operasi. Tetapi jika penderita sudah mencapai stadium lanjut, maka penanganan yang harus dan wajib dilakukan adalah dengan kemoterapi dan radioterapi. Sebelum proses pengobatan ini, dokter terlebih dahulu akan melakukan diagnosis.

Diagnosis mengenai penyakit ini pertama kali dilakukan adalah dengan foto rontgen, CT scan dan biopsi jaringan pada paru-paru. Dari ketiga pemeriksaan ini, dokter nantinya bisa menentukan jenis dan stadium kanker yang diderita oleh seseorang, selanjutnya langkah yang akan dilakukan adalah pengobatan.

Terdapat beberapa jenis penanganan dan pengobatan pada penyakit ini selain menggunakan kemoterapi dan radioterapi, yakni juga dapat menggunakan terapi target, terapi ablasi, terapi fotodinamik hingga krioterapi. Beberapa pilihan pengobatan ini bisa disesuaikan oleh si penderita dan tergantung kondisi si penderita.

Salah satu cara terbaik untuk menghindari penyakit ini adalah menjauhi rokok dan asapnya. Dalam beberapa artikel menyebutkan bahwa berhenti merokok selama 10 tahun mampu menurunkan risiko terkena penyakit ini hingga mencapai 50 persen. Selain itu, cara pencegahan lain juga bisa dilakukan dengan diet.

Diet rendah lemak, tinggi serat dan memperbanyak konsumsi sayur serta buah hingga biji-bijian mampu menurunkan risiko terkena penyakit ini dan bahkan kanker jenis lainnya. Ditambah dengan melakukan olahraga secara teratur juga membantu menurunkan risiko seseorang terkena kanker paru.

Read More

Risiko Pendonor dalam Aktivitas Transplantasi Sumsum Tulang

Transplantasi sumsum tulang mampu menggantikan sumsum tulang yang rusak dengan sel punca sehat.

Ada beberapa penyakit serius yang dapat mengakibatkan sumsum tulang atau sel punca rusak atau dalam kondisi yang tidak baik sehingga sumsum tulang berhenti bekerja dan tidak dapat memproduksi sel-sel darah sehat dalam jumlah yang cukup. Salah satu penyakit itu, dan yang mungkin paling populer, adalah kanker darah atau Leukimia. Jika kondisi ini sudah terjadi, mengatasinya bisa melalui transplantasi sumsum tulang.

Transplantasi sumsum tulang atau transplantasi sel punca adalah sebuah prosedur untuk mentransplantasikan sel punca sehat sebagai prekursor sel-sel darah. Untuk melakukan transplantasi sumsum tulang, sel punca dapat diambil dari dalam tubuh pasien sendiri (autologus) atau berasal dari tubuh donor atau orang lain (allogenik). Namun, yang paling umum adalah pasien menunggu mendapatkan donor sel punca dari orang lain.

Bila ingin menjadi pendonor dalam prosedur transplantasi sumsum tulang, seseorang harus punya sel punca yang cocok dengan pasien tersebut. Diperlukan serangkaian tes untuk mengetahui kecocokan antara pendonor dengan si pasien. Para staf laboratorium akan melihat permukaan sel darah Anda lalu membandingkannya dengan sel darah pasien yang memerlukan transplantasi.

Sebelum seseorang mendonorkan sumsum tulang belakangnya kepada orang lain, ada serangkaian pemeriksaan yang mesti dilalui. Pertama, dokter akan mencari donor yang cocok dengan tipe jaringan pasien, khususnya tipe jaringan human leukocyte antigen (HLA). HLA adalah protein yang ditemukan pada sebagian besar sel dalam tubuh seseorang. 

Pemeriksaan ini diperlukan karena masing-masing orang memiliki set protein berbeda-beda pada permukaan sel darahnya. Protein HLA dan antigen histokompatibilitas akan diteliti di laboratorium. Hasil tes tersebut akan menunjukkan seberapa besar kecocokan HLA pada pendonor maupun calon penerima donor. Semakin dekat kecocokan antara penanda HLA pasien dan donor, maka semakin baik bagi pasien.

Saat sumsum tulang belakang seseorang dinyatakan cocok, akan ada serangkaian pemeriksaan lain untuk memastikan apakah pendonor merupakan pasangan terbaik bagi pasien. Dalam hal itu, dokter akan meminta beberapa sampel, seperti darah dan DNA.  

Dokter juga akan memberikan informasi ihwal proses pengambilan sumsum, risiko, dan efek samping, yang akan dialami pendonor. 

Dalam proses pengambilan cairan sumsum tulang belakang, dokter akan melakukan pembedahan dengan memberikan anestesi terlebih dahulu kepada pendonor. Ini dilakukan agar selama proses operasi berlangsung, pendonor tidak akan merasakan sakit karena ada dalam kondisi tidur. 

Setelah itu, dokter akan menusukkan beberapa jarum untuk menarik sel-sel sumsum dari belakang tulang panggul. Proses itu berlangsung sekitar satu jam.

  • Siapa yang Dapat Menjadi Pendonor?

Adapun orang yang dinilai paling cocok mendonorkan sel punca-nya kepada pasien tak lain adalah saudara kandung si pasien sendiri. Kemungkinannya 1 banding 4, pasalnya sel-sel saudara kandung sangat cocok dengan pasien. Transplantasi dari donor yang berasal dari saudara kandung ini disebut matched related donor (MRD). Kecil kemungkinan saudara lain dalam keluarga yang memiliki kecocokan sebagai pendonor.

Bila Anda dan pasien yang akan menerima donor hanya memiliki 50 persen kecocokan, transplantasi sumsum tulang belakang atau sel punca masih tetap bisa dilakukan. Ini disebut haploidentical transplant.

Menurut National Marrow Donor Program, hanya 30 persen pasien yang bisa mendapatkan donor dari anggota keluarga yang benar-benar memiliki sel yang cocok. Jadi, transplantasi haploidentikal memang cenderung lebih mudah ditemukan di antara anggota keluarga besar.

Pasien kanker juga bisa mendapat donor dari anggota keluarga yang bukan saudara kandung. Ini disebut sebagai matched unrelated donor. Biasanya perlu banyak orang untuk dites tipe jaringan selnya untuk mendapatkan donor macam ini.

  • Risiko Pendonor Transplantasi Sumsum Tulang Belakang

Ada beberapa efek samping yang umum dialami oleh seseorang usai mendonorkan sumsum tulang belakangnya, yakni mengalami nyeri punggung atau pinggul, kelelahan, nyeri otot, sakit kepala, dan memar di bagian sayatan.

Namun, berbeda orang, bisa berbeda pula efek samping yang dirasakan. Beberapa orang mengatakan bahwa pengambilan sumsum tulang belakang merupakan hal yang menyakitkan, yang lainnya menyebut bahwa itu tidak terlalu menyakitkan.  

Mayoritas pendonor sumsum tulang belakang, sebanyak lebih dari 98,5 persen, akan kembali pulih dalam beberapa minggu. Sebagian kecil, sekitar 2,4 persen, pendonor mengalami komplikasi serius akibat anestesi atau kerusakan tulang, saraf, atau otot di daerah pinggul mereka.

Risiko efek samping anestesi selama proses pengambilan sumsum sebenarnya sama dengan risiko proses pembedahan lainnya. Namun, efek samping anestesi ini jarang sekali terjadi. Adapun efek samping yang umum dialami seseorang ialah sakit tenggorokan atau mual ringan dan muntah. 

Dalam hal ini, jumlah sumsum yang disumbangkan juga tidak akan melemahkan tubuh seorang pendonor, atau bahkan melemahkan sistem kekebalan tubuhnya. Karena jumlah rata-rata sumsum yang disumbangkan hanya sekitar satu liter, itu hanya sebagian kecil dari total sumsum seseorang.

Sebagian besar pendonor akan kembali menjalani rutinitasnya dalam beberapa hari usai menjalani operasi, dan sumsum mereka akan secara alami menggantikan dirinya sendiri dalam empat hingga enam minggu.  

Namun yang pasti, kemungkinan terjadinya efek samping atau risiko pendonor dalam aktivitas transplantasi sumsum tulang tetap tergantung kondisi tubuh mereka. Selain itu, kecakapan atau profesionalitas tenaga medis, termasuk alat dan obat-obatan yang digunakan juga memiliki andil dalam kondisi si pendonor. Oleh karenanya, sebelum memutuskan untuk menjadi pendonor, pastikan kondisi tubuh Anda sendiri, ya.

Read More

5 Efek Samping dari Proses Pemasangan Infus

Dokter tidak akan merekomendasikan pemasangan infus untuk setiap pasien. Biasanya, pemasangan infus direkomendasikan bagi pasien yang membutuhkan obat masuk ke dalam tubuhnya secara cepat. Misal pasien yang mengalami kekurangan cairan atau dehidrasi, serangan jantung, stroke, serta keracunan.

Pada kondisi tersebut, minum obat melalui mulut tidak efektif untuk mengatasi gangguan medis yang diderita pasien. Sebab obat oral harus melewati saluran pencernaan sehingga membutuhkan waktu lebih lama. Padahal, pasien sedang membutuhkan penanganan yang sangat cepat, jika tidak kondisinya dapat fatal.

Pemasangan infus juga dibutuhkan ketika pasien tidak memungkinkan untuk minum obat oral. Misal pada kondisi pasien yang mengalami muntah hebat, sehingga semua makanan dan cairan yang masuk ke mulut segera dimuntahkan sebelum sempat dicerna.

Maka, pemasangan infus dapat menjadi solusi. Terapi intravena atau infus dapat membantu mempercepat penyerapan obat ke dalam aliran darah. Tujuannya, agar obat bekerja lebih optimal dalam mengatasi kondisi pasien.

Efek samping proses pemasangan infus

Terlepas dari manfaatnya, proses pemasangan infus tetap memiliki efek samping. Beberapa efek samping dari proses pemasangan infus, antara lain:

1. Infeksi

Proses pemasangan infus melibatkan jarum dalam prosesnya. Sehingga infeksi mungkin terjadi di area kulit, di mana jarum disuntikkan. Bila terjadi infeksi pada area bekas infus, infeksi dapat menyebar ke seluruh tubuh melalui tumpangan darah.

Kemerahan, nyeri, dan bengkak, serta demam tinggi serta menggigil, merupakan gejala dari infeksi akibat pemasangan infus. Sebaiknya segera informasikan perawat, apabila gejala-gejala infeksi tersebut Anda rasakan.

2. Emboli udara

Efek lain dari proses pemasangan infus adalah emboli udara. Munculnya emboli udara sebagai akibat dari penggunaan jarum suntik atau kantong obat infus.

Gelembung udara dapat masuk ke dalam pembuluh darah saat saluran kantong infus mengering. Gelembung udara tersebut dapat berjalan ke arah jantung dan paru, sehingga aliran darah dapat terhambat.

Efek samping yang satu ini perlu diwaspadai, sebab emboli udara bisa menyebabkan kondisi serius, seperti serangan jantung dan stroke.

3. Penggumpalan darah

Proses pemasangan infus dapat menyebabkan penggumpalan darah. Gumpalan darah yang terjadi dapat terlepas. Jika gumpalan darah sudah terlepas, ada kemungkinan dapat menyumbat pembuluh darah dan menimbulkan gangguan yang serius. Mulai dari kerusakan jaringan tubuh, berbagai penyakit pembuluh darah, hingga dapat memicu kematian.

Trombosis vena dalam merupakan salah satu gangguan berbahaya yang terjadi akibat adanya penggumpalan darah.

4. Kerusakan jaringan

Kerusakan jaringan pembuluh darah dapat terjadi akibat proses pemasangan infus. Kerusakan jaringan atau infiltrasi menyebabkan obat tidak terdistribusi sebagaimanan mestinya.

Pada kondisi adanya infiltrasi, obat yang seharusnya masuk ke dalam aliran darah justru bocor ke dalam jaringan di sekitarnya. Tanda-tanda yang muncul, seperti tangan terasa hangat dan nyeri, serta muncul pembengkakan pada area yang diinfus.

5. Phlebitis

Radang vena atau phlebitis juga mungkin saja terjadi, sebagai efek samping dari proses pemasangan infus. Gejala yang timbul hampir menyerupai kerusakan jaringan atau infiltrasi, kulit terasa hangat dan nyeri, serta timbul pembengkakan pada area yang diinfus.

Berkonsultasilah dengan dokter apabila Anda mengalami gejala tersebut.

Proses pemasangan infus sebetulnya aman, selama dilakukan oleh tenaga medis profesional. Namun, tidak menutup kemungkinan dapat timbul efek samping, seperti dipaparkan sebelumnya. Jika gejala atau tanda efek samping Anda rasakan, segera konsultasi dengan perawat atau dokter yang merawat Anda.

Read More

Tips Aman Melakukan Senam Diabetes

Senam diabetes dapat dilakukan oleh semua kalangan, termasuk lansia

Kamu pengidap diabetes? Yuk lakukan latihan untuk menjaga kebugaran dan mengontrol gula darah. Ada berbagai latihan atau olahraga yang bermanfaat bagi pengidap diabetes. Salah satu olahraga yang bisa kamu lakukan adalah senam diabetes. Senam diabetes ini dirancang untuk penderita diabetes yang dibagi dari kelompok usia dan kondisi fisik pengidap diabetes. Senam ini dianjurkan bagi semua pengidap diabetes dalam 150 menit setiap minggu agar membantu membakar kalori di dalam tubuh dan meningkatkan kepekaan tubuh terhadap insulin.

Manfaat senam diabetes juga dapat membantu menurunkan berat badan. berat badan yang berlebih merupakan salah satu penyebab dari penyakit diabetes. Ketika menjalankan senam diabetes ini, kamu juga dianjurkan untuk menjalankan pola makan yang sehat. Hasil dari sebuah tudi klinis program pencegahan diabetes menyebutkan bahwa dengan mengubah gaya hidup sehat dan melakukan senam diabetes selama 150 menit per minggu bisa membantu menurunkan risiko diabetes tipe dua sebesar 58 persen.

Selain senam diabetes, kamu juga bisa melakukan senam tai chi. Senam tai chi adalah sebuah gerakan olah tubuh yang berasal dari Tiongkok yang sangat bermanfaat bagi pengidap diabetes tipe dua. Senam ini menggabungkan gerakan tubuh, olah pernapasan dan meditasi. Senam tai chi berbeda dengan gerakan senam lainnya karena tai chi gerakannya lebih lambat. Senam tai chi memfokuskan gerakan yang selaras dengan pernapasan. Selain bagus untuk pengidap diabetes, senam tai chi juga bisa membantu meningkatkan kesehatan mental. 

Senam diabetes lainnya yang bisa kamu coba adalah yoga. Yoga merupakan salah satu jenis latihan yang baik untuk para pengidap diabetes. Yoga adalah seni olah tubuh yang fokus menggabungkan gerakan tubuh untuk membangun fleksibilitas, kekuatan dan keseimbangan. Senam ini sangat berguna buat kamu yang memiliki tingkat kesehatan yang kronis termasuk diabetes. Pengidap diabetes tipe dua sangat dianjurkan untuk mengikuti yoga karena bisa membantu mengurangi berat badan, mengurangi tekanan darah dan kadar kolesterol berkurang. Gerakan yoga yang sedikit lambat juga bisa membantu mengurangi risiko penyakit jantung, menurunkan stres, memperbaiki fungsi saraf dan kesehatan mental. Selain itu, dengan mengikuti yoga bisa memperbaiki kadar glukosa darah dan memperbaiki massa otot. 

Latihan lain yang bisa dilakukan bagi pengidap diabetes selain senam di antaranya jalan kaki, berenang dan menari. Jalan kaki saat ini menjadi latihan paling banyak digemari bagi penderita diabetes. Kamu bisa mulai berjalan kaki sebanyak tiga kali dalam seminggu selama tiga puluh sampai satu jam. Hal ini bisa membantu meningkatkan aktivitas fisik. Latihan tubuh dengan benang baik untuk penderita diabetes karena bisa meregangkan otot-otot tubuh tanpa memberikan tekanan pada sendi. Menari juga baik bagi penderita diabetes karena mampu menurunkan gula darah, mengurangi stres, meningkatkan kinerja otak dan meningkatkan memori. 

Berikut ini tips aman saat melakukan senam diabetes dan olahraga lainnya untuk meminimalisir risiko , antara lain:

  • Periksa gula darah sebelum dan sesudah senam untuk melihat respon tubuh
  • Lakukan pemanasan dan pendinginan masing-masing selama lima menit
  • Konsumsi air putih yang cukup untuk mencegah dehidrasi selama berolahraga
  • Jangan olahraga berlebihan karena akan menimbulkan kadar gula terlalu rendah
  • Gunakan sepatu dan kaos kaki yang nyaman
  • Berhenti melakukan olahraga saat tubuhmu sudah merasa letih, pusing dan sesak napas.

Demikian cara aman melakukan senam diabetes.

Read More

Agar Tak Merugikan, Lakukan 5 Cara Meredam Amarah Ini

cara meredam amarah

Sebagai bagian dari emosi, amarah sebetulnya sangat normal dirasakan seseorang. Wajar sekali bila ada kondisi tertentu yang membuat Anda marah. Hanya saja, jika emosi tersebut memiliki kecenderungan jadi agresif, Anda mungkin perlu memikirkan cara meredam amarah agar tidak berujung terjadi hal yang tidak diharapkan.

Meskipun sama-sama bagian dari emosi, marah tidak dilihat sama seperti bahagia atau jenis emosi positif lainnya. Potensi menjadi agresif tersebut yang membuat amarah dinilai lebih negatif.

Meski demikian, amarah sebenarnya bisa juga menghasilkan hal positif. Banyak perubahan sosial atau pergerakan sosial yang terjadi akibat rasa marah.

Titik berat positif atau tidaknya emosi marah ini adalah pada perilaku yang muncul. Jika memicu perilaku agresif dan tidak terkendali, maka jelas emosi ini digolongkan negatif. Bentuk-bentuk kemarahan yang merugikan antara lain berteriak kepada orang lain, melakukan tindakan merusak, bahkan memukul atau melakukan tindakan kekerasan lainnya.

Tidak semua amarah berujung agresi. Beberapa orang justru melakukan hal yang sangat berlawanan ketika marah, menyepi misalnya.

Cara meredam amarah

Perlu dipahami, Anda boleh merasa marah. Namun, bila cenderung merugikan, amarah tersebut perlu dikendalikan. Berikut ini cara meredam amarah yang dapat Anda terapkan.

1. Menyadari rasa marah

Kesadaran pertama yang perlu dimiliki adalah merasa marah itu wajar. Terimalah emosi tersebut, ketika Anda sedang marah.

Selanjutnya, khusus untuk kemarahan yang tidak terkendali, Anda juga perlu menyadari bahwa hal tersebut kurang baik. Sadarilah bahwa menganggap marah sebagai penyelesaian sungguh tidak menyelesaikan persoalan, justru memunculkan masalah baru.

2. Dirasakan, bukan dilampiaskan

Saat ada hal yang membuat Anda marah, duduklah sejenak dan ambil jeda. Tarik napas dalam dan rasakan kemarahan tersebut. Dirasakan dan diakui penyebabnya, sambil bertahan agar tidak melampiaskannya dengan cara-cara agresif.

Ingatkan diri Anda bahwa melakukan tindakan agresif hanya akan membuat Anda menyesal kemudian.

3. Amati kondisi tubuh dan pikiran

Apakah Anda menyadari kondisi fisik dan mental Anda sangat berhubungan dengan cara Anda merespon keadaan? Ketika stres atau kelelahan, orang bisa cenderung lebih mudah marah. Hal-hal sepele dapat membuatnya marah, padahal dalam keadaan normal tidak.

Jadi, mengamati dan memenuhi kebutuhan fisik dan mental Anda juga merupakan salah satu cara meredam amarah. Contoh, jika lelah, beristirahatlah agar tidak mudah marah, atau saat lapar, makanlah terlebih dahulu agar kemarahan tidak meluap-luap.

4. Berusaha lebih empati

Pada banyak kasus, seseorang merasa marah karena tidak dapat memahami orang lain. Sehingga ada kecenderungan tidak bisa menerima dan menyalahkan orang lain. Oleh sebab itu, berusaha lebih empati dapat menjadi cara meredam amarah yang efektif.

Sebagai contoh, saat Anda marah kepada pasangan karena hal tertentu. Sebelum Anda melakukan tindakan konfrontasi, ada baiknya berhenti sejenak dan memikirkan alasan pasangan melakukan hal tersebut atau jika ada di posisi pasangan Anda, akankah Anda melakukan hal yang sama? Berusaha lebih empati biasanya cukup berhasil untuk membuat seseorang tidak mudah marah.

5. Melakukan aktivitas fisik

Sudah cukup banyak penelitian yang menunjukkan bahwa berolahraga dapat mengurangi stres. Itulah sebabnya, melakukan aktivitas fisik atau berolahraga juga disarankan sebagai alternatif cara meredam amarah. Anda dapat berjalan kaki, bersepeda, berlari, berenang, atau olahraga lain yang lebih menenangkan, seperti yoga.

Apabila tips cara meredam amarah tersebut tidak juga bisa membantu Anda dalam mengendalikan amarah, mungkin ada baiknya Anda berkonsultasi pada tenaga profesional. Barangkali Anda memang membutuhkan intervensi, terapi perilaku kognitif misalnya.

Read More

Tidak Begitu Populer, Inilah Manfaat Buah Pepino

Walaupun kurang populer, buah pepino memiliki manfaat yang beragam untuk kesehatan.

Pernahkah Anda mendengar tentang buah pepino? Buah yang berasal dari Amerika Selatan ini memang memiliki ragam sebutan di Indonesia. Ada yang menyebutnya sebagai buah melodi, puspita, husada dewa, timun manis, dan lain sebagainya.

Buah ini umumnya berbentuk bulat atau lonjong. Kulitnya berwarna kuning dengan belang ungu kecokelatan. Cukup banyak orang yang menjadikannya sebagai tanaman hias. Padahal, manfaat buah pepino bagi kesehatan ternyata sangat beragam.

Selain bermanfaat, mengonsumsi buah pepino tidak akan terasa seperti minum obat. Sebab buah ini memiliki kandungan air yang tinggi sehingga menyegarkan, aromanya pun harum.

Manfaat buah pepino

Berdasarkan pengujian yang dilakukan di Laboratorium Uji Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian UGM, buah pepino mengandung vitamin C, protein, serat, lemak, serta beta-karoten. Nah, dengan kandungan tersebut wajar saja bila buah pepino memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

1. Membantu mengelola kadar gula darah

Journal of The Science of Food and Agriculture merilis sebuah hasil penelitian yang menunjukkan bahwa ekstrak buah pepino dapat menghambat perkembangan diabetes. Karena penelitian tersebut diujikan pada tikus yang diabetes, maka untuk memastikan manfaatnya pada manusia masih diperlukan penelitian lebih lanjut.

2. Mengatasi tekanan darah tinggi

Mengatasi tekanan darah tinggi merupakan salah satu manfaat buah pepino. Telah dilakukan penelitian yang menunjang teori tersebut. Hasil penelitian ini juga dirilis oleh Journal of The Science of Food and Agriculture, yaitu dinyatakan bahwa susu pepino yang difermentasi dengan Lactobacillus brevis dapat memberikan efek anti hipertensi.

Pada penelitian tersebut, tikus yang diberi susu pepino terfermentasi menunjukkan penurunan tekanan darah sistolik yang signifikan.

3. Membantu mengendalikan penyakit kanker

Pada banyak kasus, ketika seseorang mengalami kanker, perburukkan penyakit akan semakin cepat terjadi saat kanker mulai menyebar ke berbagai organ. Jika penyebarannya sudah sangat parah, biasanya dokter hanya akan memberikan terapi paliatif saja. Yaitu terapi untuk memperbaiki kualitas hidup pasien, sudah bukan untuk pemulihan lagi. Oleh sebab itu, penting sekali untuk mencegah penyebaran sel kanker ini, agar harapan hidup pasien juga lebih tinggi.

Dalam penelitian yang dirilis oleh Journal of Environmental Pathology, Toxicology, and Oncology, dilaporkan bahwa buah pepino dapat menghambat penyebaran sel tumor atau metastase. Journal of Cancer Research and Therapy juga menyatakan bahwa buah pepino memiliki daya untuk menghambat kanker dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Cara mengonsumsi buah pepino

Sekarang Anda sudah mengetahui manfaat buah pepino. Tentu sayang sekali untuk dilewatkan, bukan? Jika Anda ingin mulai mengonsumsi buah yang satu ini, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui, sebagai berikut:

– Agar lebih cepat matang, sebaiknya simpan buah pepino yang masih mentah pada suhu ruangan.

– Jika sudah matang dan ingin menyimpan buah pepino di dalam lemari pendingin, bungkus terlebih dahulu buah tersebut dengan plastik. Perlu diketahui, buah pepino hanya dapat bertahan selama tiga hari di dalam kulkas.

– Kulit buah pepino memang keras, akan tetapi aman untuk dikonsumsi. Bila Anda tidak menyukainya, kulit buah pepino dapat dikupas sebelum dimakan.

– Buah pepino dingin lebih nikmat untuk disantap. Bisa juga dijadikan pengganti melon atau blewah dalam es buah.

Meski cara mengonsumsinya terbilang mudah dan manfaat buah pepino pun banyak, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter apabila ingin rutin mengonsumsi buah pepino, khususnya bagi Anda yang memiliki kondisi kesehatan tertentu. Sebaiknya Anda juga tidak berpikir untuk mengganti obat dari dokter dengan konsumsi buah pepino, maupun buah lainnya.

Read More

Apa Saja Penyebab Migrain?

Penyebab migrain beragam, namun biasanya disebabkan karena konsentrasi secara berlebihan.

Manusia seringkali mengalami berbagai gejala ketika mereka melakukan aktivitas. Salah satu penyebab aktivitas manusia terhambat adalah sakit kepala sebelah atau migrain. Penyebab migrain beragam, namun biasanya disebabkan karena konsentrasi secara berlebihan.

Gejala migrain bisa saja terjadi secara tiba-tiba. Jika gejala tersebut muncul, maka manusia terpaksa harus beristirahat sejenak, atau mereka mencoba obat untuk mencegah sakit kepala sebelah.

Manusia mengalami sakit kepala sebelah disebabkan karena berbagai faktor. Faktor penyebab migrain adalah sebagai berikut:

1. Konsentrasi

Salah satu penyebab terjadinya migrain adalah karena manusia cenderung banyak berpikir ketika melakukan pekerjaan misalnya, maka akan memberikan tekanan pada otak.

2. Makanan

Makanan juga merupakan faktor penyebab terjadinya migrain. Anda sebaiknya jangan mengkonsumsi makanan asin secara berlebihan, yang disimpan di kulkas terlalu lama, atau makanan yang telah diproses secara berlebihan.

3. Waktu makan

Tidak hanya jenis makanan tertentu, manusia yang tidak mengatur waktu untuk makan juga dapat menimbulkan migrain. Tidak hanya terlambat makan, namun juga karena tidak menggunakan waktu (walaupun hanya sebentar) untuk makan.

4. Alkohol

Anda juga sebaiknya jangan menggunakan alkohol secara berlebihan karena hal tersebut berpotensi menimbulkan migrain. Tidak hanya migrain, namun juga mual hingga muntah.

5. Stres

Faktor lain yang menimbulkan migrain adalah stres. Manusia bisa saja mengalami stres karena mudah terpengaruh oleh orang lain atau sesuatu sehingga memicu emosi dan akhirnya mengalami stres karena tekanan yang dialami masih tertahan di dalam pikiran.

6. Pola tidur

Manusia yang cenderung tidur pada jadwal yang tidak ditentukan (seperti terlambat tidur) dapat mengakibatkan migrain. Tidak hanya jadwal yang tidak teratur, namun juga lamanya manusia tidur dapat memicu masalah ini.

7. Bahan pengawet dan pemanis buatan

Bahan pengawet dan pemanis buatan adalah faktor lain yang memicu migrain. Contoh bahan pengawet yang berpotensi menimbulkan masalah ini adalah pengawet monosodium glutamat (MSG), dan contoh pemanis buatan yang menimbulkan migrain adalah aspartam.

8. Pengobatan hormonal

Pengobatan hormonal berupa obat kontrasepsi dan terapi hormon adalah faktor lain yang memicu migrain. Meskipun demikian, ada beberapa kasus yang menyatakan bahwa pengobatan hormonal dapat menyembuhkan migrain.

9. Perubahan hormon

Faktor lain yang dapat memicu migrain adalah perubahan hormon. Perubahan hormon pada wanita merupakan hal yang sangat umum. Banyak wanita yang mengalami migrain sebelum periode menstruasi mereka. Migrain tidak hanya terjadi pada saat mendekati menstruasi, namun juga pada kehamilan dan menopause.

10. Stimulasi sensorik

Faktor lain yang memicu migrain adalah stimulasi sensorik. Stimulasi sensorik terjadi ketika manusia melihat benda yang sangat terang, mendengar suara yang sangat keras, atau mencium bau yang sangat menyengat.

11. Faktor genetik

Faktor genetik bisa menjadi penyebab terjadinya migrain. Seseorang di dalam keluarga yang memiliki riwayat migrain bisa saja terjadi dengan anggota keluarga lain.

12. Faktor usia

Penyebab lain migrain adalah faktor usia. Siapa saja berpotensi mengalami migrain tanpa memandang usia.

13. Faktor jenis kelamin

Migrain juga terjadi karena faktor jenis kelamin. Sebelum mencapai pubertas, pria lebih sering mengalami migrain dari wanita. Namun wanita lebih sering mengalami migrain setelah mencapai pubertas.

14. Faktor cuaca

Perubahan dan tekanan udara cuaca bisa menimbulkan seseorang mengalami migrain.

15. Tekanan pada aktivitas

Faktor lain yang memungkinkan seseorang mengalami migrain adalah tekanan pada aktivitas seperti olahraga yang berat atau secara berlebihan.

16. Penggunaan obat secara berlebihan

Penggunaan obat secara berlebihan juga merupakan faktor lain yang memicu migrain. Anda sebaiknya tanyakan dokter agar memperoleh obat yang tepat untuk mencegah migrain.

Penyebab migrain pada umumnya dapat dicegah dengan pola makan yang teratur. Anda perlu konsumsi makanan yang sehat seperti buah-buahan dan sayuran. Selain itu, Anda sebaiknya berolahraga dengan teratur, dan jangan memaksakan diri untuk melakukan hal yang berat seperti mengangkat beban jika tidak sanggup.

Read More

Atasi Masalah Saluran Kemih di Rumah Sakit Darmo

Ketika kita kesulitan buang air kecil atau warna urine tidak seperti biasanya, kadang kita tidak terlalu memperhatikan. Kita cenderung abai dan menganggap hal tersebut wajar saja. Padahal, bisa jadi ada masalah serius di saluran kemih yang sedang mengintai.

Beberapa gangguan kesehatan di saluran kemih bisa sangat serius dan fatal. Seperti persoalan pada sistem tubuh yang lain, persoalan pada sistem urinaria pun perlu penanganan serius. Itu sebabnya ada rumah sakit yang memiliki layanan terpadu terkait masalah ini, seperti Rumah Sakit Darmo di Surabaya.

Bagi Anda yang mengalami atau memiliki keluarga yang mengalami masalah saluran kemih, Anda dapat menjalani perawatan di Urologi Center Rumah Sakit Darmo. Tentu saja mungkin hal ini berlaku untuk warga Surabaya dengan akses yang mudah ke rumah sakit tersebut.

Lebih jauh mengenai Urologi Center Rumah Sakit Darmo

Sesuai dengan namanya, layanan urologi terpadu atau Urologi Center, ditujukan untuk menangani berbagai masalah atau gangguan terkait sistem urinaria atau saluran kemih.  Di sana pasien akan ditangani oleh dokter spesialis urologi.

Untuk melakukan konsultasi, Anda dapat membuat janji dengan dokter spesialis urologi di Urologi Center. Selanjutnya, Anda dapat menemui dokter yang bersangkutan di instalasi rawat jalan.

Khusus untuk kasus gawat darurat yang terkait saluran kemih, Urologi Center menyediakan pelayanan 24 jam. Kasus gawat darurat terkait saluran kemih atau disebut juga emergency urologi ditangani di Instalasi Gawat Darurat dengan supervisi dokter spesialis urologi.

Jadi, sebetulnya penyakit apa saja yang dapat ditangani di Urologi Center Rumah Sakit Darmo serta bagaimana penangannya?

Berikut ini penjelasannya untuk Anda.

– Pembesaran prostat

Masalah prostat termasuk gangguan kesehatan yang umum menyerang pria. Biasanya, pria di atas 50 tahun yang mengalami masalah prostat, meski tidak menutup kemungkinan hal ini dapat terjadi pada pria dengan usia lebih muda.

Pembesaran prostat terjadi saat kelenjar prostat membesar sehingga menyebabkan penyempitan saluran kemih. Hal ini dapat menyebabkan otot kandung kemih menebal. Akibatnya, penderita akan sulit buang air kecil, aliran urin tersendat-sendat, ada perasaan tidak tuntas saat buang air kecil, juga merasa sering ingin buang air kecil.

Di Urologi Center Rumah Sakit Darmo, tersedia layanan Transurethral Resection of the Prostate (TURP) untuk mengatasi masalah tersebut. Ini merupakan tindakan pembedahan. Dengan tindakan ini, aliran urin yang terbebani oleh pembesaran prostat akan dipulihkan kembali, dengan cara mengikis kelebihan jaringan.

Atau tersedia pula layanan TransUrethral Needle Ablation (TUNA). Prosedur ini dilakukan dengan mengalirkan gelombang radio berfrekuensi rendah melalui jarum, yang nantinya akan dapat mengurangi kelebihan jaringan.

Selain kedua teknik tersebut, di Urologi Center Rumah Sakit Darmo juga tersedia Thulium Laser Enucleation of Prostate (THULEP). Metode ini dianggap paling aman dan efektif untuk mengatasi pembesaran prostat. Sesuai namanya, teknik ini memanfaatkan laser untuk mengikis kelebihan jaringan.

– Batu saluran kemih dan batu ginjal

Pada prinsipnya, kedua penyakit ini sama-sama melibatkan terbentuknya material keras seperti batu. Hal yang membedakan keduanya adalah lokasi. Pada batu saluran kemih, material keras tersebut terdapat di sepanjang saluran kemih. Sedang pada batu ginjal, material keras terbentuk di ginjal.

Berikut ini beberapa cara penanganan batu saluran kemih dan batu ginjal yang tersedia di Urologi Center Rumah Sakit Darmo.

– Lithotripsy, ini cara mengatasi batu kandung kemih tanpa adanya bedah terbuka.

– Uretrorenoscopy (URS), digunakan untuk mengatasi batu ureter dan batu ginjal.

– PerCutaneous Nephro Litholapaxy, teknik ini digunakan untuk mengatasi batu ginjal.

– Extracorporeal Shock Wave Lithotripter (ESWL), diperuntukkan bagi penyakit batu ginjal dan batu ureter.

Selain gangguan dan pelayanan yang disebutkan di atas, Urologi Center Rumah Sakit Darmo masih memiliki pelayanan laparoskopi, pembedahan terkait masalah urologi, terapi untuk infertilitas, dan lain-lain. Ada dapat akses bagian Urologi Center pada situs resmi rumah sakit tersebut.

Read More