5 Cara Pengobatan Virus Flu Babi di Rumah

Belum juga usai pandemi Covid-19 yang saat ini sedang melanda dunia, termasuk Indonesia, beberapa ilmuwan di Cina mengumumkan bahwa mereka baru saja menemukan virus flu babi jenis baru, G4 EA H1N1, di mana virus tersebut dapat menular dari babi ke manusia. Bahkan disebut-sebut virus ini dapat menjadi ancaman wabah baru setelah covid-19. Benarkah begitu?

virus flu babi

Perlu Anda ketahui, flu babi (H1N1) pernah juga menja di pandemi sekitar tahun 2009-2010. Saat itu, Amerika Utara lah yang menjadi tempat pertama merebaknya virus flu babi dan kemudia menyebar ke seluruh dunia dan menginfeksi sekitar 1,4 miliar orang dan hampir 600 ribu orang meninggal.

Flu babi pun menjadi salah satu keluarga influenza pada babi yang dapat ditularkan dari babi ke manusia. Beberapa tanda Anda terinfeksi flu babi antara lain demam (tidak selalu), batuk, radang tenggorokan, hidung tersumbat atau berair, mata merah dan berair, pegal-pegal, sakit kepala, kelelahan, diare hingga mual dan muntah.

Namun, jika gejala yang Anda derita tidak terlalu berat ada baiknya untuk beristirahat di rumah saja. Selain itu, Anda un dapat melakukan beberapa hal berikut yang bisa menjadi solusi untuk gejala yang diderita.

1, Bawang Putih  

Bawang putih memiliki banyak sekali manfaat untuk tubuh, salah satunya untuk mengurangi gejala pada penderita flu babi. Kandungan zat Allicin dalam bawang putih mampu memberikan manfaat bagi kesehatan dan merangsang antioksidan dalam tubuh. Bawang putih pun dipercaya dapat meningkatkan kekebalan tubuh Anda, sehingga tubuh tidak mudah untuk terserang virus. Yang perlu Anda lakukan adalah menelan 2 potong bawang putih dengan air hangat pada pagi hari saat perut kosong.

2. Kemangi

Daun tulsi atau kemangi ternyata tidak hanya digunakan sebagai lalapan saja, namun daun kemangi ini memiliki kandungan yang berguna sebagai obat. Salah satunya adalah menjaga tenggorokan dan paru-paru Anda agar terhindar dari infeksi, serta memperkuat sistem kekebalan tubuh dalam melawan flu, termasuk flu babi.

3. Konsumsi Cukup Air

Flu babi dapat menyebabkan Anda muntah, diare, sering buang air kecil dan keringat berlebih. Sehingga membuat tubuh akan kehilangan air yang serius. Oleh karena itu, Anda diharuskan mengonsumsi banyak air untuk menjaga diri Anda tetap terhidrasi dan mengeluarkan racuun dari tubuh.

4. Ginseng

Seperti yang kita ketahui, ginseng dan ekstraknya sangat efektif dalam mengobati influenza H1N1. Bahkan tim medis pun merekomendasikan para pengidap flu babi untuk mengonsumsi teh ginseng setiap haru guna meredakan gejalanya.

5. Kunyit

Kunyit merupakan salah satu bumbu dapur yang dikenal memiliki sifat anti-inflamasinya. Antioksidan pada kunyit pun dipercaya selama bertahun-tahun dapat mengobati pilek, flu, infeksi, dan menyembuhkan luka fisik. Nah, untuk meredakan gejala flu babi yang Anda derita, cukup ambil kunyit yang telah diolah dan mencampurnya dengan susu hangat, lakukan setiap malam. Minuman ini akan membantu Anda melawan infeksi flu babi.  Dengan melakukan beberapa pengobatan menggunakan bahan-bahan alami di atas, diharapkan virus flu babi yang Anda derita dapat segera pulih. Selain itu, jangan lupa juga untuk istirahat cukup serta mengonsumsi makan makanan yang bergizi sehingga pemulihan tubuh menjadi lebih cepat. Namun, jika flu yang Anda alami semakin buruk, disarankan untuk konsultasi ke dokter untuk lebih lanjut. Sehat selalu!

Read More

Hiperpigmentasi, Kondisi Yang Menyebabkan Warna Kulit Menggelap

Hiperpigmentasi menggambarkan sebuah kondisi yang menyebabkan warna kulit untuk tampak lebih gelap, biak memengaruhi sebagian kecil kulit, menutupi banyak daerah tubuh, atau bahkan memengaruhi seluruh tubuh. Meskipun pigmentasi yang meningkat biasanya bukanlah sebuah kondisi yang berbahaya, hal ini dapat menjadi salah satu gejala  akan kondisi medis lain yang perlu diwaspadai.

Jenis-jenis hiperpigmentasi

Ada beberapa jenis hiperpigmentasi atau perubahan warna kulit yang menjadi lebih gelap, yaitu melasma, bintik matahari, dan hiperpigmentasi pasca peradangan. Dalam kasus melasma, kondisi ini dipercaya disebabkan karena perubahan hormon dan dapat terjadi pada masa kehamilan. Daerah perubahan warna kulit tersebut dapat di daerah manapun di tubuh, namun kondisi ini biasanya muncul di wajah ataupun perut.

Sementara itu, hiperpigmentasi sunspot atau bintik matahari merupakan sebuah kondisi perubahan warna kulit yang umum dijumpai. Bintik matahari disebabkan karena paparan sinar matahari secara berlebihan dan dalam waktu yang lama. Umumnya, kondisi ini akan muncul dalam bentuk bintik pada daerah yang sering terpapar sinar matahari, seperti tangan dan wajah. Dalam kasus hiperpigmentasi pasca peradangan, perubahan warna kulit merupakan hasil dari cidera atau peradangan pada kulit. Penyebab yang umum untuk jenis hiperpigmentasi ini adalah jerawat.

Gejala dan faktor risiko

Daerah dengan warna kulit yang lebih gelap merupakan gejala utama hiperpigmentasi. Belang warna kulit hadir dalam berbagai bentuk dan ukuran dan dapat terjadi di bagian tubuh manapun. Faktor risiko terbesar untuk hiperpigmentasi umum adalah paparan sinar matahari dan peradangan, karena kedua hal tersebut dapat meningkatkan produksi melanin. Semakin besar Anda terpapar sinar matahari, semakin besar pula risiko meningkatnya pigmentasi kulit. Tergantung dengan jenis atau tipe dari gangguan tersebut, faktor risiko lain dari belang hiperpigmentasi di antara adalah:

  • Penggunaan kontraseptif oral atau kehamilan, terutama dalam kasus melasma
  • Jenis kulit yang lebih gelap, yang mana lebih rentan untuk mendapatkan perubahan pigmentasi
  • Obat-obatan yang meningkatkan sensitivitas terhadap cahaya matahari
  • Trauma pada kulit, misalnya akibat luka ataupun cidera luka bakar

Penyebab hiperpigmentasi

Penyebab utama hiperpigmentasi adalah produksi melanin yang berlebih. Melanin merupakan sebuah pigmen yang memberi warna kulit. Melanin diproduksi oleh sel-sel kulit yang disebut melanosit. Beberapa kondisi kulit tertentu atau faktor lain dapat mengubah produksi melanin di dalam tubuh. Obat-obatan tertentu, seperti obat chemotherapy dapat menyebabkan perubahan warna kulit sebagai bentuk efek sampingnya. Kehamilan dapat mengubah kadar hormon dan dapat memengaruhi produksi melanin pada beberapa wanita.

Penyakit endocrine langka yang disebut dengan nama penyakit Addison juga dapat memproduksi hiperpigmentasi yang sangat jelas terlihat terutama pada daerah-daerah yang mendapatkan paparan sinar matahari, seperti wajah, leher, tangan, dan daerah yang banyak mendapatkan gesekan seperti sikut dan lutut. Hiperpigmentasi merupakan hasil langsung dari meningkatnya kadar hormon di dalam tubuh sebagai hasil dari sintesis melanin. Paparan sinar matahari yang berlebih juga dapat menyebabkan peningkatan produksi melanin. Tidak selamanya mencegah hiperpigmentasi, atau perubahan warna kulit menjadi lebih gelap, dapat dilakukan. Akan tetapi, Anda dapat melindungi kulit tubuh Anda menggunakna tabir surya yang mengandung SPF minimal 30. Anda juga sangat direkomendasikan untuk memakai topi atau pakaian yang dapat menutupi tubuh dari sinar matahari. Menghindari paparan langsung sinar matahari, sekitar pukul 10 pagi hingga 4 sore, juga dapat melindungi Anda dari perubahan warna kulit yang tidak diinginkan.

Read More

Gejala dan Cara Menyembuhkan Tuberkulosis Paru

Salah satu penyakit yang menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) satu dari 10 penyebab kematian terbesar di dunia adalah Tuberkulosis paru (TB paru). Berdasarkan data yang dikutip dari Healthline, TB paru ini sudah menewaskan 1,7 juta orang di tahun 2016.

tuberkulosis paru

TB merupakan penyakit paru-paru yang diakibatkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bahkan bakteri TBC ini tidak saja menyerang paru-paru, tapi juga menyerang otak, usus, tulang, serta kelenjar. Sehingga nama penyakitnya disertai dengan nama organ yang diserang, misal TB paru, TB otak, dan sebagainya.

Anda perlu berhati-hati, sebab penyakit TB paru ini amat sangat mudah menular. Penularannya bisa dari percikan ludah dari penderita saat batuk, bersin, atau sedang berbicara.

Gejala Terkena Tuberkulosis Paru

Ada beberapa fase dalam penyakit Tb paru ini. Ketika bakteri masuk ke tubuh, mungkin tidak langsung menunjukkan gejala. Bisa saja bakteri berdiam selama bertahun-tahun dan setelahnya baru menunjukkan gejala. Fase ini dinamakan fase laten. Sedangkan bila seseorang langsung menunjukkan gejala setelah terpapar bakteri TBC, maka disebut memasuki fase aktif. Ada yang langsung masuk fase aktif tanpa melewati fase laten terlebih dahulu.

Lalu, apa saja gejala pengidap tuberkulosis ini?

  1. Batuk sudah 3 minggu lebih dan belum sembuh
  2. Demam
  3. Batuk berdahak dan bahkan berdarah
  4. Tubuh berkeringat di malam hari
  5. Badan terasa lemas terus
  6. Berkurangnya nafsu makan
  7. Berat badan menurun tiba-tiba tanpa sebab
  8. Terasa nyeri ketika batuk

Cara Penularan Tuberkulosis Paru (TB Paru)

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa penularan TB paru ini sangat mudah sekali terjadi dari satu orang ke orang lain melalui udara.

Misalnya, saat di tempat umum penderita TB paru batuk, bersin, atau bahkan mengobrol, udara sekitar sudah tercemar karena percikan air ludah yang keluar. Sekali batuk, penderita TBC dapat mengeluarkan sekitar 3000 percikan dahak ke udara.

Bakteri yang tersebar di udara tersebut bisa bertahan selama berjam-jam. Apalagi jika ruangannya gelap dan lembap.

Pada saat yang sama, Anda atau orang disekitar penderita TB menghirup udara yang terkontaminasi tersebut, maka bakteri bisa masuk dalam tubuh dan akan berkembang biak.

Namun perlu diingat bahwa TBC tidak menular melalui kontak fisik, berciuman, berjabat tangan, menggunakan peralatan makan yang sama dengan penderita TBC, atau berbagi makanan dan minuman dengan penderita tuberkulosis tidak menyebabkan seseorang tertular penyakit Tb ini.

Bakteri yang sudah terhirup melalui udara juga tidak serta merat menjadi penyakit TB di dalam tubuh. Pada kebanyakan kasus, bakteri akan tetap berada dalam tubuh dan menunggu kondisi tubuh sedang lemah, baru menginfeksi. Saat fase laten ini juga tidak menular.

Cara Menyembuhkan Tuberkulosis Paru

Tuberkulosis paru ini sebaiknya diobati secepat mungkin. Penderita bisa sembuh asal konsisten minum obat hingga tuntas.

Waktu yang dibutuhkan untuk mengobati penyakit TB ini sangat lama. Biasanya, penderita TB harus minum obat tiap hari selama 6 bulan tanpa boleh putus sekali pun. Jika sekali obat lupa diminum, maka pengobatan harus diulang dari awal.

Lamanya proses konsumsi obat ini membuat orang sulit menaati aturannya. Sehingga bakteri menjadi resisten atau kebal dalam tubuh. Sebab pada prinsipnya, bakteri akan mempelajari strategi obat menghancurkannya, lalu bereevolusi menjadi lebih kuat. Kemudian obat-obatan tak mampu lagi menghentikannya. Adapun jenis obat yang digunakan mengobati penderita Tuberkulosis paru adalah Isoniazid, rifampicin, Ethambutol, dan pyrazinamide. Jika bakteri sudah resisten, akan ada tambahan obat antibiotik fluoroquinon dan obat suntik jenis capreomycin dan amikacin. Ini juga akan dikonsumsi kurang lebih 20-30 bulan lamanya. Bisa juga menggunakan jenis obat lain untuk mengatasi bakteri yang sudah resisten, yaitu bedaquiline dan linezolid.

Read More

Manfaat Zat Besi: Baik Bagi Tubuh 

Setiap orang membutuhkan berbagai sumber mineral untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Salah satu sumber mineral yang dapat dikonsumsi adalah zat besi. Manfaat zat besi tidak hanya sekedar pembentukan energi, namun juga dapat memberikan manfaat lain seperti menjaga daya tahan tubuh.

Zat besi dapat dikonsumsi baik secara alami maupun dalam bentuk suplemen. Banyak makanan yang mengandung zat besi yang bisa dikonsumsi. Contoh makanan tersebut adalah daging sapi, bayam, dan kacang merah. Meskipun memberikan berbagai manfaat bagi tubuh, tidak semua manusia dapat mengkonsumsi zat besi dalam jumlah yang sama. Hal tersebut bergantung pada jenis kelamin, usia, serta kondisi kesehatan mereka.

Apa Saja Manfaat Zat Besi?

Setiap orang bisa mengkonsumsi makanan yang terdapat zat besi setiap hari, untuk membantu mereka melakukan aktivitas sesuai kebutuhan. Ada baiknya jika Anda mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi. Manfaat zat besi adalah sebagai berikut:

  1. Meningkatkan hemoglobin

Zat besi bisa Anda konsumsi karena dapat meningkatkan hemoglobin. Hemoglobin merupakan protein merah dimana kegunaannya dapat mengangkut oksigen dalam darah. Hemoglobin juga merupakan cara untuk mencegah anemia.

2. Meningkatkan kekuatan otot

Mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi juga dapat meningkatkan kekuatan otot. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan penurunan elastisitas otot sehingga membuat otot manusia kendur.

3. Mengurangi rasa lelah

Zat besi dapat dikonsumsi jika Anda merasa lelah. Kekurangan zat besi bisa terjadi pada seseorang, baik yang menderita anemia maupun tidak.

4. Meningkatkan kekebalan tubuh

Manfaat lain dari zat besi adalah meningkatkan kekebalan tubuh manusia. Mineral tersebut akan meningkatkan produksi hemoglobin yang akan membawa oksigen ke sel, jaringan, dan organ tubuh yang rusak sehingga proses penyembuhan tubuh bisa dimulai dengan cepat.

5. Menjaga kehamilan

Manfaat lain dari zat besi adalah mampu menjaga kondisi kehamilan. Selama masa kehamilan, produksi sel darah merah dan volume darah meningkat supaya dapat memenuhi kebutuhan ibu dan bayi yang dikandung. Selain itu, kebutuhan zat besi di dalam tubuh juga meningkat.

Ibu hamil yang kekurangan zat besi di dalam tubuh memiliki risiko yang lebih besar terhadap proses persalinan prematur dan melahirkan bayi dengan berat badan rendah. Tidak hanya itu, kekurangan zat besi juga bisa memicu risiko infeksi.

6. Meningkatkan konsentrasi

Manfaat lain dari zat besi adalah mampu meningkatkan konsentrasi manusia. Zat besi bisa dikonsumsi untuk meningkatkan kemampuan kognitif mereka sehingga dapat membantu mereka fokus pada aktivitas yang ingin dikerjakan.

7. Meningkatkan kualitas tidur

Zat besi juga berguna untuk meningkatkan kualitas tidur manusia. Jika manusia kekurangan zat besi, maka dapat menyebabkan insomnia, apnea tidur, dan akan kesulitan untuk tidur nyenyak pada malam hari.

Seberapa Banyak Asupan Yang Dapat Dikonsumsi?

Setiap orang dapat mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi. Namun jumlah asupan pada setiap orang berbeda-beda. Jumlah asupan dapat dikonsumsi berdasarkan kelompok berikut:

  1. Bayi

Jika bayi yang usianya berada di antara 0 hingga 6 bulan, maka asupannya adalah sebanyak 0,27 mg. Jika bayi yang usianya berada di antara 7 hingga 12 bulan, maka asupannya adalah sebanyak 11 mg.

2. Anak-anak

Jika anak yang usianya berada di antara 1 hingga 3 tahun, maka asupannya adalah sebanyak 7 mg. Jika anak yang usianya berada di antara 4 hingga 8 tahun, maka asupannya adalah sebanyak 10 mg.

3. Laki-laki

Jika laki-laki berusia di antara 9 hingga 13 tahun, maka asupannya adalah sebanyak 8 mg. Jika laki-laki berusia di antara 14 hingga 18 tahun, maka asupannya adalah sebanyak 11 mg. Jika laki-laki berusia 19 tahun ke atas, maka asupannya adalah sebanyak 8 mg. 

4. Perempuan

Jika perempuan berusia di antara 9 hingga 13 tahun, maka asupannya adalah sebanyak 8 mg. Jika perempuan berusia di antara 14 hingga 18 tahun, maka asupannya adalah sebanyak 15 mg. Jika perempuan berusia di antara 19 hingga 50 tahun, maka asupannya adalah sebanyak 18 mg. Jika perempuan berusia 51 tahun ke atas, maka asupannya adalah sebanyak 8 mg.

Jika perempuan yang sedang menjalani masa kehamilan, maka asupan zat besi adalah sebanyak 27 mg. Jika perempuan yang menyusui di usia 14 hingga 18 tahun, maka asupan zat besi adalah sebanyak 10 mg. Jika perempuan yang menyusui di usia lebih dari 19 tahun, maka asupan zat besi adalah sebanyak 9 mg.

Apakah Ada Efek Samping Dari Zat Besi?

Meskipun zat besi dapat memberikan banyak manfaat bagi tubuh, zat besi juga dapat memicu efek samping berupa mual, muntah, diare, dan sembelit. Oleh karena itu, jumlah asupan zat besi harus sesuai yang disebutkan di atas.

Kesimpulan

Di atas merupakan informasi tentang manfaat zat besi yang perlu Anda pahami. Ada berbagai makanan yang mengandung zat besi, namun perlu diperhatikan asupannya setiap hari. Meskipun demikian, zat besi merupakan sumber mineral yang dapat mendukung kebutuhan Anda setiap hari.

Read More

Penggunaan Face Shield

Ketika penyakit coronavirus yang sangat menular terus mendatangkan malapetaka di seluruh dunia, para ahli di seluruh dunia berulang kali menekankan pada pentingnya mengubah gaya hidup untuk tetap aman. Inilah sebabnya mengapa berlatih menjaga jarak sosial, mengenakan masker saat keluar dan sering mencuci tangan menjadi tindakan pencegahan. Namun bagaimana dengan penggunaan face shield?

Sebelumnya masker dijadikan sebagai alat pelindung untuk melawan atau mencegah coronavirus, namun semakin banyak orang yang memilih untuk memakai face shield atau pelindung wajah.

Konsep di balik mengenakan masker adalah untuk meminimalkan resiko penularan coronavirus dari pembawa yang tidak menunjukkan gejala. Selain itu, masker juga dapat bertindak sebagai penghalang di ruang yang dekat, di mana orang batuk, bersin, tertawa atau berbicara. Sehingga dapat mencegah paparan virus langsung tetapi efektivitasnya tergantung pada bagaimana masker dipakai.

Berbeda dengan masker, face shield sendiri sebenarnya terbuat dari lembaran plastik bening yang menutupi seluruh wajah Anda, bukan hanya mulut. Face shield benar-benar menutupi wajah Anda dari bagian kepala hingga ke bawah dagu. Sehingga, face shield mencegah Anda menyentuh wajah Anda sendiri yang tidak mungkin dilakukan ketika menggunakan masker wajah.

Dalam sebuah penelitian, ditemukan bahwa face shield terbukti jauh lebih nyaman dan lebih meyakinkan untuk dikenakan jika dibandingkan dengan masker yang mungkin membatasi dan tidak nyaman bila digunakan selama berjam-jam.

Selain itu, face shield juga dapat digunakan kembali dengan membersihkan secara efektif dengan air dan sabun atau desinfektan. Face shield juga memungkinkan orang lain untuk melihat ekspresi wajah atau membaca bibir Anda, sehingga membuka komunikasi yang lebih baik.

Menurut dokter yang menulis artikel di Journal of American Medical Association (JAMA), face shield harus memanjang lebih rendah dari dagu, harus sampai di luar telinga dan tidak boleh ada celah antara dahi dan pelindung kepala Anda untuk membuat face shield bekerja secara efektif.

Baik face shield dan masker, keduanya memiliki pro dan kontra. Selain itu, masker yang pas memberikan perlindungan yang dekat jika dibandingkan dengan face shield yang mungkin tidak dapat memblokir tetesan virus jika seseorang berdiri di samping atau bersin ke arah Anda. Jika dibandingkan dengan masker, face shield mungkin juga agak besar untuk Anda gunakan.

Pada akhirnya, penting bagi Anda untuk memahami bahwa kedua penutup wajah, baik face shield atau masker adalah alat penting untuk mencegah penularan virus corona dan penggunaannya tergantung pada pengaturan publik tempat Anda berada.

Read More

Gigitan Nyamuk Aedes Sebabkan Ruam Viruz Zika

Virus zika menyebar lewat gigitan nyamuk Aedes yang terinfeksi

Pernahkah Anda mendengar sebuah penyakit yang bernama viruz zika? Virus ini akan menyebabkan kombinasi ruam bintik datar (makula) dan benjolan kecil timbul kemerahan (papula). Nama teknis dari ruam tersebut adalah makulopapular, dan ruam ini sangat gatal. Virus zika menyebar lewat gigitan nyamuk Aedes yang terinfeksi. Penularan juga dapat terjadi dari ibu ke janin atau lewat hubungan seksual, transfusi darah, dan gigitan hewan. Virus biasanya ringan, dan dalam 80 persen kasus tidak menimbulkan gejala apapun. Apabila ada, gejala yang umum terjadi adalah ruam, demam, sakit kepala, lelah, konjungtivitis, dan sakit pada bagian persendian. Gejala tersebut akan hilang dalam dua minggu atau kurang. 

Viruz zika mendapatkan namanya dari sebuah hutan di Uganda bernama Zika, di mana virus tersebut dideskripsikan pertama kali pada tahun 1947. Virus zika menyebar luas di benua Amerika pada tahun 2015, dengan Brazil melaporkan ada ratusan ribu kasus virus zika, dengan banyak komplikasi serius pada ibu hamil. Umumnya, virus zika ditularkan lewat gigitan minyak dari spesies Aedes yang terinfeksi. Virus zika kemudian akan masuk ke kelenjar getah bening dan aliran darah. Reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap virus dapat ditunjukkan lewat ruam makulopapular. 

Gejala virus zika

Kebanyakan orang yang menderita virus zika tidak menunjukkan adanya ruam atau gejala lain. Dalam sebuah studi besar dari Brazil, hanya ada sekitar 38% mereka yang memiliki zika ingat bahwa mereka digigit oleh nyamuk. Apabila Anda memiliki ruam virus zika, ruam tersebut akan muncul dalam 3 hingga 12 hari setelah mendapat gigitan dari nyamuk yang terinfeksi. Ruam biasanya akan muncul pertama kali di tubuh, untuk kemudian menjalar dan menyebar ke tangan, kaki, wajah, telapak tangan, hingga telapak kaki. Ruam tersebut merupakan kombinasi antara benjolan merah dan bintik kemerahan. Infeksi yang dibawa nyamuk lain, seperti demam berdarah dan chikungunya, memiliki ruam yang serupa. Semuanya diklasifikasikan sebagai flavivirus. Namun, berbeda dengan ruam flavivirus lain, ruam virus zika dilaporkan menyebabkan gatal pada 79 persen kasus. Ruam yang serupa juga dapat disebabkan karena reaksi obat, alergi, infeksi bakteri, dan peradangan sistemik. 

Diagnosa dan perawatan

Dokter akan menanyakan seputar riwayat perjalanan Anda, dan memastikan apakah Anda pernah berkunjung ke negara-negara di mana virus zika menjadi endemis. Mereka juga akan bertanya apakah Anda ingat pernah mendapatkan gigitan nyamuk di daerah tersebut. Dokter juga akan bertanya seputar gejala yang dirasakan dan kapan gejala tersebut muncul. Karena virus zika menyebabkan ruam yang mirip dengan infeksi virus lain, dokter akan meminta Anda melakukan beberapa jenis guna menyingkirkan penyakit-penyakit lain. Tes darah, air seni, dan air liur dapat membantu mengkonfirmasi virus zika, dengan beberapa jenis tes baru sedang dalam proses pengembangan. 

Saat ini, tidak ada perawatan spesial dan khusus untuk virus zika ataupun ruam yang ditimbulkan. Beberapa perawatan yang direkomendasikan hampir serupa dengan perawatan untuk penyakit mirip-flu lain, seperti cukup istirahat, minum banyak air, dan penggunaan acetaminophen untuk menurunkan demam dan mengurangi rasa sakit. Dengan perawatan yang baik, ruam akan hilang dalam 1 hingga 4 hari sejak pertama kali ruam muncul. 

Saat ini, belum ada vaksin untuk viruz zika. Virus ini biasanya ringan, dan banyak orang tidak menunjukkan adanya gejala-gejala ataupun tanda-tanda khusus. Apabila Anda memiliki ruam zika virus atau gejala lain, Anda dapat sembuh dalam waktu kurang dari 2 minggu. 

Read More

Taati Protokol Kesehatan agar Naik Ojek Tetap Aman

Setelah hampir tiga bulan Indonesia berada dalam masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka menekan persebaran virus corona penyebab covid-19, para pemegang kebijakan mulai melonggarkan aturan itu. Hasilnya, beberapa aktivitas yang umum terjadi sehari-hari kembali begeliat, salah satunya adalah naik ojek daring atau online.

Selama masa PSBB, pemerintah memang melarang segala aktvitas antar dan jemput dengan menggunakan ojek daring. Hal itu dilakukan lantaran potensi persebaran virus dari dan ke pengemudi dan penumpang cukup besar.

Alhasil, sektor usaha yang tengah menjamur dan marak kiwari ini lesu seketika. Penyedia jasa hanya dapat melayani antar-jemput barang dan makanan. Kini, masa-masa yang berat bagi semua pihak itu sudah mulai berangsur pulih. Masyarakat dapat kembali memanfaatkan ojek daring untuk mengantarkannya ke tujuan.

Akan tetapi, stake holder terkait mewanti-wanti untuk selalu menaati protokol kesehatan agar tidak terjadi lonjakan kasus covid-19 di Indonesia. Seperti dilansir dari laman web Kawal Covid-19, berikut ini beberapa hal yang harus dipatuhi oleh setiap individu dalam layanan jasa ojek daring agar aktivitas naik ojek tetap dapat berjalan dengan aman dan lancar tanpa perlu khawatir terjadi penularan satu dengan lainnya:

  • Untuk Pengemudi
  • Bila Anda sakit (demam, batuk, atau pilek), Anda tidak boleh mengemudikan motor atau mobil. Mohon beristirahat di rumah dan berkonsultasi dengan petugas kesehatan.
  • Mohon menyediakan hand sanitizer di motor atau mobil.
  • Bersihkan semua tempat yang sering disentuh oleh tangan, seperti kemudi motor atau mobil, pegangan rem, pegangan tangan penumpang, kursi penumpang, sabuk pengaman, dan gagang pintu mobil) dengan cairan pembersih minimal sekali setiap hari.
  • Mohon menggunakan masker saat membawa penumpang.
  • Batasi interaksi fisik dengan penumpang.
  • Minta penumpang untuk cuci tangan dengan hand sanitizer sebelum masuk ke dalam mobil atau naik ke kursi penumpang pada motor.
  • Jika menggunakan pembayaran tunai di tempat, cuci tangan dengan hand sanitizer sebelum dan sesudah melakukan transaksi pembayaran.
  • Setelah penumpang turun, bersihkan kursi, sabuk pengaman, pegangan penumpang motor, dan gagang pintu mobil dengan menggunakan cairan pembersih.

Jika di atas adalah hal-hal yang harus dilakukan pengemudi ojek atau taksi daring, di bawah ini adalah prosedur yang harus ditaati penumpang:

  • Untuk Penumpang
  • Jika Anda adalah Orang dalam Pengawasan atau ODP, Anda wajib menggunakan masker saat naik ojek.
  • Jika ada bukan ODP atau Pasien dalam Perawatan (PDP) tapi memiliki gejala covid-19, seperti panas, batuk, pilek, dan/atau sesak napas, Anda wajib menggunakan masker saat naik ojek.
  • Pastikan Anda mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam mobil atau naik ke kursi penumpang pada motor.
  • Sebaiknya lakukan pembayaran nontunai dan hindari transaksi tunai untuk meminimalisir sentuhan.
  • Batasi interaksi fisik dengan pengemudi.
  • Jika naik ojek motor, peganglah pegangan tangan di belakang kursi penumpang dan jangan memegang pengemudi.
  • Jika menggunakan pembayaran tunai, selalu cuci tangan dengan hand sanitizer sebelum dan sesudah melakukan pembayaran.

***

Kita tak dapat memungkiri jika layanan jasa ojek atau taksi daring memiliki potensi yang besar dalam persebaran virus corona. Namun, banyak dari kita yang terpaksa dan tak dapat menghindari aktivitas tersebut. Oleh karenanya, jangan pernah terlena dan selalu waspada.

Protokol kesehatan yang telah dirumuskan di atas tentu saja hanya akan efektif memutus rantai persebaran virus corona jika semua pihak dapat menjalankannya dengan baik. Pada akhirnya, kita harus mengakui bahwa itu semua disiapkan agar aktivitas naik ojek tetap dapat berlangsung tanpa harus mempertaruhkan kesehatan kita.

Read More

Mengenal dan Memahami Self Harm

Self-harm atau menyakiti diri sendiri terkadang menjadi cara yang dipilih seseorang untuk melampiaskan segala emosi yang ada dalam diri.

Perilaku self harm sangat umum terjadi dan mempengaruhi lebih banyak orang daripada yang Anda kira. Self harm adalah ketika seseorang dengan sengaja merusak atau melukai tubuh mereka sendiri. Hal ini biasanya dilakukan sebagai cara mengatasi atau mengekspresikan tekanan emosional yang luar biasa. Salah satu metode yang umum dilakukan adalah memotong dengan benda tajam. Tetapi setiap seseorang dengan sengaja melukai dirinya sendiri diklasifikasikan sebagai self harm.

Self harm atau berpikir untuk melukai diri sendiri adalah tanda dari tekanan emosional. Emosi yang tidak nyaman ini dapat tumbuh lebih kuat jika Anda terus menggunakan self harm sebagai mekanisme koping. Mempelajari cara lain untuk mentolerir rasa sakit mental akan membuat Anda lebih kuat dalam jangka panjang.

Self harm juga menyebabkan perasaan malu. Bekas luka yang disebabkan oleh seringnya pemotongan atau pembakaran bisa memberikan luka permanen. Self harm sendiri bukanlah penyakit mental, tetapi perilaku yang menunjukkan perlunya keterampilan mengatasi yang lebih baik. Beberapa penyakit berhubungan dengan self harm, termasuk gangguan kepribadian ambang, depresi, eating disorders, kecemasan atau gangguan tekanan pascatrauma.

Self harm sendiri paling sering terjadi selama masa remaja dan dewasa muda, meskipun itu juga bisa terjadi di kemudian hari. Mereka yang paling beresiko mengalami self harm adalah orang-orang yang pernah mengalami trauma, penelantaran, atau pelecehan. Misalnya, jika seseorang tumbuh dalam keluarga yang tidak stabil, self harm mungkin telah menjadi mekanisme penanggulangan yang dilakukan. Jika seseorang pesta minuman atau menggunakan obat-obatan terlarang, mereka beresiko lebih besar melakukan self harm, karena alkohol dan obat-obatan menurunkan kontrol diri.

Keinginan Anda untuk menyakiti diri sendiri biasanya dimulai dengan kemarahan, frustrasi, atau rasa sakit yang luar biasa. Ketika Anda tidak yakin bagaimana menghadapi emosi, atau belajar sebagai anak untuk menyembunyikan emosi, self harm mungkin terasa seperti pelepasan. Terkadang, melukai diri sendiri merangsang endorfin tubuh atau hormon penghilang rasa sakit, sehingga meningkatkan mood Anda. Atau jika Anda tidak merasakan banyak emosi, Anda lebih mungkin menyebabkan diri Anda sendiri sakit untuk merasakan sesuatu yang “nyata” sehingga menggantikan mati rasa emosional.

Begitu seseorang melukai dirinya sendiri, mereka mungkin mengalami rasa malu dan bersalah. Jika rasa malu mengarah pada perasaan negatif yang kuat, kemungkinan orang tersebut akan melukai dirinya sendiri lagi. Perilaku demikian dapat menjadi siklus berbahaya dan kebiasaan lama. Beberapa orang bahkan membuat ritual di sekitarnya.

Self harm tidak sama dengan mencoba untuk bunuh diri. Namun, self harm adalah gejala rasa sakit emosional yang harus dianggap serius. Jika seseorang menyakiti diri mereka sendiri, mereka mungkin berisiko lebih tinggi untuk merasa ingin bunuh diri sehingga sangat penting untuk menemukan perawatan untuk emosi yang mendasarinya.

Dokter tidak dapat menggunakan tes darah atau uji fisik untuk mendiagnosis penyakit mental, sehingga dokter akan bergantung pada informasi rinci dari individu tersebut. Semakin banyak informasi yang dapat Anda berikan, semakin baik rencana perawatan yang akan diberikan.

Tergantung pada penyakit yang mendasarinya, dokter dapat meresepkan obat untuk membantu kondisi dengan emosi yang sulit. Untuk seseorang dengan depresi, misalnya, antidepresan dapat mengurangi dorongan berbahaya. Dokter juga akan merekomendasikan terapi untuk membantu Anda mempelajari perilaku baru, jika self harm telah menjadi kebiasaan. Beberapa jenis terapi dapat membantu, tergantung pada diagnosis yang dimiliki. Berikut beberapa terapi yang biasa dilakukan:

  • Terapi psikodinamik berfokus pada mengeksplorasi pengalaman dan emosi masa lalu
  • Terapi perilaku kognitif berfokus pada mengenali pola pikir negatif dan meningkatkan keterampilan koping
  • Terapi perilaku dialektik dapat membantu seseorang mempelajari metode koping yang positif

Jika gejalanya luar biasa atau berat, dokter Anda mungkin akan merekomendasikan kunjungan singkat ke rumah sakit jiwa. Sebuah rumah sakit menawarkan lingkungan yang aman di mana Anda dapat memfokuskan energi Anda pada perawatan.

Self harm merupakan sebuah kondisi yang perlu untuk ditangani. Apakah seseorang baru-baru ini mulai melakukan self harm atau telah melakukannya untuk sementara waktu, ada peluang untuk meningkatkan kesehatan dan mengurangi perilaku tersebut. Berbicara dengan dokter, psikiater atau teman atau anggota keluarga yang terpercaya adalah langkah pertama untuk memahami perilaku Anda dan menemukan kelegaan serta solusi yang lebih baik.

Read More

Jenis-jenis Aspergillosis dan Gejalanya

Aspergillosis merupakan sebuah infeksi, reaksi alergi, atau pertumbuhan jamur yang disebabkan olah jamur Aspergillus. Jamur ini biasanya tumbuh di tanaman yang membusuk atau tanaman yang mati. Paparan terhadap jamur tersebut bukan berarti Anda akan menderita aspergillosis secara otomatis. Hampir setiap orang mendapatkan paparan terhadap jamur tersebut setiap harinya dan tidak terjangkit penyakit ini. Biasanya, aspergillosis hanya akan terjadi pada mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah atau memiliki penyakit paru-paru.

Tipe dan gejala aspergillosis

Jenis aspergillosis yang berbeda memengaruhi tubuh dengan cara yang berbeda pula. Beberapa kondisi dan obat-obatan tertentu meningkatkan risiko Anda untuk menderita setiap jenis aspergillosis, dengan jenis aspergillosis yang berbeda memiliki gejala yang berbeda pula.

  • Alergi Bronkopulmonalis Aspergillosis (ABPA)

Dalam kasus alergi bronkopulmonalis aspergillosis, jamur Aspergillus menyebabkan reaksi alergi seperti batuk dan mengi. Anda akan lebih rentan untuk menderita aspergillosis jenis ini apabila memiliki gangguan kesehatan pada paru-paru, seperti asma atau fibrosis kistik. ABPA juga menyebabkan sesak napas, dan rasa tidak sehat pada tubuh.

  • Aspergillosis invasif

Anda akan lebih mungkin untuk menderita aspergillosis invasif apabila sistem kekebalan tubuh Anda melemah yang disebabkan oleh chemotherapy atau kondisi kesehatan tertentu, misalnya leukimia, kanker, dan penyakit AIDS. Sistem kekebalan tubuh yang melemah membuat tubuh kesulitan untuk melawan infeksi. Aspergillosis jenis ini akan menyerang jaringan paru-paru dan dapat menyebar ke ginjal serta otak. Apabila aspergillosis invasif tidak dirawat, penyakit ini dapat menyebabkan pneumonia yang menular. Pneumonia menular dapat mengancam nyawa pada orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang terganggu.

Aspergillosis invasif biasanya terjadi pada orang-orang yang sudah memiliki kondisi medis lain, sehingga akan sedikit sulit untuk memisahkan gejala yang disebabkan oleh aspergillosis invasif atau dari kondisi medis lain. Beberapa gejala aspergillosis invasif yang diketahui termasuk batuk (terkadang berdarah), rasa sakit pada dada, sesak napas, dan demam. Selain itu, infeksi di paru-paru dapat menyebar ke seluruh tubuh dan menyebabkan gejala-gejala baru.

  • Aspergilloma

Apabila Anda memiliki tuberculosis (TBC) atau penyakit paru-paru lain, paparan terhadap jamur Aspergillus dapat menyebabkan pertumbuhan jamur. Juga dikenal dengan sebutan bola jamur, pertumbuhan jenis ini biasanya terdiri dari jamur, penyumbatan, dan sel-sel darah putih. Pertumbuhan ini biasanya tidak akan menyebar ke seluruh tubuh. Namun, bola jamur dapat bertambah besar dan bisa merusak jaringan paru-paru Anda.

Untuk kasus aspergilloma, gejala yang umum terjadi adalah batuk (berdarah atau tanpa darah) dan sesak napas. Gejala lain dari jenis-jenis aspergillosis yang berbeda termasuk rasa sakit di dada dan tulang, sulit melihat, darah di air seni, air seni yang berkurang, sakit kepala, tubuh menggigil, kesulitan bernapas, ruam di kulit, dan dahak atau lendir yang berdarah.

  • Aspergillosis pulmonary kronis

Pertumbuhan jamur Aspergillus hanya sebatas di paru-paru saja. Infeksi terjadi selama beberapa periode dan dapat menyebabkan paru-paru berlubang.

  • Cutaneous aspergillosis

Jamur Aspergillus masuk ke dalam tubuh melalui sel kulit mati atau rusak, mungkin setelah cidera terbakar atau intervensi bedah medis. Selain itu, aspergllosis invasif juga dapat menyebar dari paru-paru menuju kulit.

Alergi aspergillosis biasanya akan sembuh dengan sendirinya tanpa perlu perawatan medis khusus. Anda mungkin bisa menderita penyakit ini kembali apabila terus menerus terpapar jamur Aspergillus. Sementara itu, sembuh dari aspergillosis invasif sangat tergantung pada kondisi kesehatan keseluruhan dan kekuatan sistem kekebalan tubuh Anda.

Read More

Narkolepsi

Penyakit Narkolepsi, Saat Penderita Mendadak Tertidur

Narkolepsi adalah gangguan neurologis atau saraf dimana gangguan tersebut dapat mempengaruhi kontrol tidur dan kesadaran manusia untuk tetap terjaga. Orang yang terkena narkolepsi akan mengalami kantuk di pagi dan siang hari secara mendadak dan berlebihan.

Selain itu, penderita narkolepsi juga bisa tertidur secara tiba-tiba. Keadaan tersebut bisa terjadi tidak hanya ketika mereka mengalami kantuk, namun juga bisa terjadi ketika mereka melakukan aktivitas apapun.

Penderita narkolepsi juga bisa mengalami katapleksi atau melemasnya di bagian otot karena kehilangan kendali. Narkolepsi biasanya terjadi pada orang-orang yang berusia di antara 10 sampai 25 tahun.

Gejala

Pada umumnya, jika seseorang mengalami narkolepsi, maka gejala yang akan dialami adalah sebagai berikut:

  • Mengantuk secara berlebihan

Seseorang yang mengalami kantuk secara berlebihan, baik di pagi maupun siang hari, dapat mengganggu aktivitasnya.

  • Sleep paralysis

Sleep paralysis adalah gejala yang meliputi ketidakmampuan seseorang untuk bergerak, berbicara, atau bangun saat tidur. Hal tersebut terjadi selama beberapa menit.

  • Halusinasi

Penderita akan mengalami gejala seperti ini dimana mereka mimpi seolah-olah mereka benar-benar mengalaminya.

  • Katapleksi

Katapleksi adalah gangguan lain dimana seseorang kehilangan kendali atas ototnya, karena dipicu oleh emosi yang intens seperti gembira atau takut.

Penyebab

Penyebab narkolepsi tidak dapat ditentukan. Namun, sebagian orang yang mengalami narkolepsi, dipengaruhi oleh rendahnya jumlah protein atau hipokretin. Kegunaan hipokretin adalah mengatur siklus bangun dan tidur.

Rendahnya hipokretin mungkin dipicu oleh sistem imun yang salah mendeteksi dan menyerang sel-sel yang memproduksi hipokretin atau reseptor penerima hipokretin.

Selain rendahnya hipokretin, pengaruh lain yang dapat membuat seseorang mengalami narkolepsi, bisa saja karena adanya perubahan hormon, mutasi gen, stres, paparan racun, dan infeksi.

Diagnosis

Jika Anda terkena narkolepsi, Anda sebaiknya konsultasikan masalah ini dengan dokter. Dokter akan membantu Anda mengatasi masalah tersebut. Namun, dokter perlu melakukan diagnosis terlebih dahulu.

Diagnosis tersebut melibatkan pemeriksaan pada diri Anda. Anda dapat didiagnosis terkena narkolepsi jika Anda ingin tidur yang tidak dapat ditahan, dan terjadi berulang-ulang sehingga dapat membuat Anda tertidur, bahkan secara tiba-tiba.

Hal tersebut dialami setidaknya tiga kali dalam seminggu selama tiga bulan terakhir. Selain itu, Anda juga setidaknya mengalami setidaknya satu dari tiga kriteria di bawah ini:

  • Katapleksi yang terjadi setidaknya beberapa kali setiap bulan.
  • Kekurangan hipokretin.
  • Mimpi yang terjadi hingga 15 menit.

Dokter juga akan mendiagnosis berdasarkan gejala yang Anda alami seperti kantuk di pagi atau siang hari. Diagnosis yang dilakukan dokter meliputi:

  • Riwayat tidur

Anda diminta untuk membuat riwayat tidur secara terperinci.

  • Catatan tidur

Anda akan diminta untuk membuat catatan tentang pola tidur yang dialami selama satu hingga dua minggu.

  • Polysomnogram (PSG)

Tes tersebut dilakukan dengan mengukur berbagai sinyal saat Anda tidur, seperti detak jantung dan pergerakan otot.

  • Multiple Sleep Latency Test (MSLT)

Tes tersebut dilakukan untuk mengetahui berapa lama Anda tidur di siang hari.

  • Spinal tap

Tes tersebut dilakukan untuk mengetahui tingkat hipokretin Anda.

Cara Mengatasi Narkolepsi

Untuk mengatasi narkolepsi, Anda dapat menggunakan beberapa jenis obat sebagai berikut:

  • Stimulan

Obat tersebut digunakan untuk meningkatkan kesadaran.

  • Antidepresan trisiklik

Obat tersebut dapat mengurangi katapleksi, sleep paralysis, dan halusinasi.

  • Serotonin-norepinephrine reuptake inhibitor (SNRI)

Obat tersebut dapat mengatur tidur dan emosi Anda.

  • Sodium oxybate

Obat tersebut dapat meningkatkan waktu tidur, membuat Anda terjaga di pagi dan siang hari, dan mengurangi katalepsi.

Selain menggunakan obat-obatan yang disebutkan di atas, Anda juga dapat melakukan beberapa cara untuk mengatasi narkolepsi, antara lain:

  • Jadwalkan waktu tidur secara teratur.
  • Jaga berat badan dengan berolahraga secara teratur.
  • Hindari penggunaan nikotin dan alkohol, karena dapat memperburuk gejala narkolepsi.
Read More