Bonding Lebih Dekat antara Ibu dan Anak Perempuan? Ini Caranya

Ikatan antara ibu dan buah hatinya sejak masih dalam kandungan tentu bukan hal yang main-main. Bahkan hingga bertahun-tahun kemudian, tak bisa dipungkiri bahwa ibu dan anak punya ikatan yang spesial. Namun, tentu tidak selamanya hal ini berjalan dengan mulus.

Dengan segala kepraktisan dan mobilitas serba cepat dunia modern, kadang ikatan ini bisa tergerus karena rutinitas dan juga kesibukan. Akibatnya? Hubungan antara ibu dan anak hanya bersifat formalitas, tanpa ada kedekatan yang benar-benar mengikat antara keduanya.

Nah, menjelang Hari Ibu 22 Desember, kali ini kami akan membagikan beberapa cara mendekatkan ikatan antara ibu dan anak perempuan. Sudahkah cara ini Anda coba?

Jadi Pendengar yang Baik


Seorang psikiater dan penulis buku “I’m Not Mad, I Just Hate You! A New Understanding of Mother-Daughter Conflict” menegaskan, bahwa remaja perempuan ingin diperlakukan dengan serius dan didengarkan ketika bernegosiasi dengan ibu mereka.

Itu sebabnya, seorang ibu perlu menghargai perasaan anak gadisnya, bukannya mendikte yang seharusnya dirasakan. Inner voice adalah kunci dari kedekatan ibu dan anak perempuan. Jika sang ibu telah berada di posisi yang bisa memahami putrinya, maka bukan tidak mungkin, ibu akan jadi tempat curhat nomor satu baginya.

Berbicara dengan Nada Lembut


Tentu menghadapi remaja perempuan dengan situasi yang serba labil, sangat rentan bersinggungan dengan konflik. Sebagai seorang ibu, jangan merespons konflik dan percakapan yang memanas dengan nada bicara keras. Gunakan nada bicara lembut untuk menghindari konflik.

Berbagi dengan Ibu Lain


Dear Moms, you are not alone.
Bagi para ibu yang tak habis pikir dengan semua dinamika hubungan dengan putri tercinta, ingat bahwa Anda tidak sendiri. Berbagilah dengan ibu lain yang juga memiliki remaja perempuan seusia anak Anda. Saling bercerita cara menangani konflik akan memetakan yang sebaiknya dilakukan dan dihindari.

Tahu Waktu untuk Bersikap Tegas


Mengetahui posisi seorang ibu dalam menghadapi anaknya juga tak kalah penting. Dengan semua fluktuasi emosi yang terjadi pada remaja perempuan, tentu seorang ibu harus tahu cara merespons, terutama ketika harus bersikap tegas. Ketika momen ini terjadi, Anda mesti bisa mengantisipasi berbagai respons dari anak, termasuk yang meledak-ledak sekalipun. Namun tenang saja, semua akan berlalu ketika emosinya mulai mereda. Saat momen ini tercipta, ajak bicara dari hati ke hati.

Komunikasikan Rasa Sayang


Masih canggung untuk menunjukkan rasa sayang kepada buah hati, atau sebaliknya mereka pun tak terbiasa untuk melakukannya? Rasanya ini adalah saat yang tepat untuk mengubahnya perlahan-lahan. Tak ada salahnya menunjukkan rasa sayang kepada anak perempuan.


Setiap gesture rasa sayang, entah itu perkataan, perbuatan, hadiah, dan lainnya, akan menjadi hal yang memorable bagi Anda dan buah hati. Jika memang belum terbiasa untuk mengungkapkannya setiap hari, mungkin bisa dimulai saat momen Hari Ibu atau ulang tahun.

Girls Day Out


Dengan semua kesibukan masing-masing, rasanya sah-sah saja untuk mengalokasikan satu atau dua hari untuk girls day out. Ajaklah putri Anda untuk spa atau ke salon bersama. Berjalan-jalan bersama seharian tentu akan meluruhkan tembok pembatas dan membuat ikatan ibu dan anak perempuannya kian erat. Akan jauh lebih menarik jika Anda memiliki hobi yang sama dan bisa melakukannya berbarengan. Jangan sampai kehabisan ide. Cari tahu hal kreatif apa yang bisa kalian lakukan bersama-sama. Tak ada waktu? Melakukan semuanya di rumah dengan layanan home service juga bisa jadi solusi. Jadi, sudah memiliki gambarang tentang yang akan dilakukan atau perlu diubah dari gaya parenting Anda selama ini? Jika ada tips yang terbukti jitu, bagikan pada pembaca yang lainnya ya.

Read More

Perayaan Natal dan Tahun Baru: Saat Angka Bunuh Diri Malah Meningkat

Malam Natal dan tahun baru menjadi momen yang dinantikan banyak orang di seluruh dunia, dan dirayakan besar-besaran. Meski demikian, tanpa disadari, momen tersebut ternyata menjadi waktu ketika angka bunuh diri mencapai puncaknya.

Sebab pada masa-masa perayaan seperti ini, perasaan kesepian pun meningkat. Kondisi ini berpotensi memicu peningkatan angka bunuh diri. Menghadapi kondisi di luar ekspektasi terhadap hari-hari perayaan tersebut juga mendorong munculnya “efek ingkat janji”. Sejauh mana dampaknya terhadap kejadian bunuh diri? Simak ulasan berikut ini.

Ingkar Janji dan Angka Kejadian Bunuh Diri

Di malam Natal dan akhir tahun, pada umumnya banyak yang sengaja menghabiskan waktu dengan keluarga, teman, dan orang yang dicintai. Namun, tak sedikit juga yang masih harus bekerja dan memegang tanggung jawab, karena target dalam pekerjaan yang belum tercapai.

Sebuah penelitian dilakukan terhadap 1.000 orang dewasa. Hasilnya, sebanyak 30 persen di antaranya mengalami kesepian di masa libur hari besar dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, ada responden yang mengatakan bahwa keceriaan palsu selama perayaan tersebut, memberikan dampak sangat besar, sehingga menimbulkan keinginan bunuh diri.

Penelitian tahun 2017 menunjukkan, angka kematian sedikit menurun pada malam Natal dan malam tahun baru. Namun, angka tersebut meningkat tajam pada hari pertama tahun baru. Pelaku bunuh diri mayoritas pria berusia antara 15-24 tahun, serta 45-64 tahun.

Yang diduga menjadi penyebabnya adalah persoalan yang terakumulasi dari malam Natal hingga tahun baru. Dengan kata lain, jumlah kasus bunuh diri kemungkinan tertunda pada hingga 31 Desember, dan akhirnya memuncak di tanggal 1 Januari.

Selain itu, mayoritas pelaku bunuh diri merupakan pria berusia muda hingga separuh baya. Mereka diasumsikan lebih rentan terhadap konsumsi alkohol yang berlebih. Sehingga keesokan harinya, mereka mungkin saja mengalami intoksikasi alkohol, yang memunculkan perasaan impulsif, agresi, hingga konflik sosial.

Mengenali Gejala dan Mencegah Bunuh Diri

Banyaknya undangan serta kegiatan berkumpul yang harus dihadiri selama masa Natal hingga tahun baru, mungkin menjadi penyebab utamanya. Oleh karena itu, penting untuk bersosialisasi dan mendampingi teman serta kerabat yang hidup sendirian.

Selain itu, akan lebih baik jika para penderita depresi bisa menyampaikan hal-hal yang dibutuhkan. Sehingga, keluarga dan teman terdekat bisa bertindak dengan lebih bijak. Sayangnya, seperti yang diungkapkan J. Raymond DePaulo Jr., MD, seorang profesor dan professional di bidang psikiatrik, sekaligus direktur klik gangguan afeksi di Johns Hopkins School of Medicine di Baltimore, kemampuan berkomunikasi para penderita depresi mengalami penurunan drastic, karena mereka malu untuk mengatakan yang mereka perlukan dan takut dianggap aneh.

Maka dari itu, cobalah memberi bantuan dalam bentuk seperti ini:

  • Tawarkan dukungan. Beritahu mereka bahwa kita akan selalu bersama mereka, sebanyak apapun waktu, uang, dan tenaga yang mereka butuhkan.
  • Berikan pertanyaan, dan dengarkan mereka. Jangan berikan saran.
  • Temani mereka. Kebanyakan penderita depresi membaik jika mereka memiliki teman untuk menghabiskan waktu. Membiarkan mereka sendirian bisa jadi berbahaya.

Pastikan bahwa Anda ‘benar-benar’ peduli. Sebab, bisa jadi kehadiran Anda ternyata menjadi motivasi terbesar mereka untuk bertahan di saat-saat genting.

Read More

Dukungan Emosional yang Dibutuhkan Para Pengidap HIV/AIDS

Bayangan menjadi orang yang harus mendampingi teman atau kerabat pengidap HIV mungkin akan tampak melelahkan, tetapi itu mungkin juga tidak terjadi. Apalagi jika proses pendampingan dilakukan dengan tulus tidak hanya secara fisik, melainkan juga secara emosional. Dukungan emosional ini sangatlah penting bagi kesehatan psikologis dan fisik orang yang Anda cintai. Bahkan energi positif yang Anda berikan ini juga akan memberikan dampak langsung pada diri Anda sendiri sebagai pendamping. Berikut ini adalah beberapa tips  sederhana dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat tentang bagaimana cara mendukung seseorang dengan HIV secara emosional.

Biarkan Pengidap HIV Bertanggung Jawab Atas Dirinya Sendiri

Dorong penderita untuk terlibat dengan perawatannya sendiri. Kebanyakan orang akan risih jika selalu diurusi dan dibantu, hanya karena mereka sakit. Padahal, dengan membiarkan mereka melakukan kebutuhan dan keperluannya sendiri, mereka akan merasa lebih mampu dalam berjuang untuk dirinya sendiri. Kalau pun Anda harus membantu, pastikan untuk selalu menanyakan apa yang ia ingin lakukan sendiri sehingga tidak membuatnya merasa seperti orang yang lemah dan tidak bisa melakukan apa-apa.

Mintalah pengidap HIV untuk berkontribusi pada pekerjaan rumah tangga. Seperti orang-orang pada umumnya, seorang dengan HIV ingin merasa berguna dan menjadi bagian dari kelompok yang lebih besar. Dengan pengobatan yang tepat, kebanyakan orang dengan HIV dapat hidup dengan cukup baik serta mampu mengikuti tanggung jawab sehari-hari selama bertahun-tahun.

Sertakan Pengidap HIV dalam Berbagai Aktivitas Sosial di Luar Rumah Tangga
Menghabiskan banyak waktu di tempat tidur kerap menimbulkan rasa tidak nyaman bagi mereka para pengidap HIV. Tanpa disadari, ini malah dapat memicu tubuhnya untuk menjadi semakin lemah dan parah. Untuk itu, cobalah libatkan ia dalam melakukan beragam aktivitas sosial di luar rumah tangga. Momen seperti ini penting untuk membuat pengidap merasa menjadi bagian dari masyarakat biasa dan memiliki kesempatan untuk berbagi dalam hubungan sosial.

Dalam hal ini, kegiatan sosial yang bisa Anda lakukan tidak harus rumit, misalnya dengan mengundang orang teman atau keluarga untuk melakukan sesuatu yang sederhana seperti menonton film atau memasak bersama. Namun, pastikan bahwa orang-orang yang akan ikut berkumpul bersama memang merupakan orang-orang terdekat di mana pengidap dapat merasa nyaman berbicara tentang penyakitnya.

Berinteraksi dengan Normal

Tidak sedikit orang yang masih kekurangan informasi mengenai penyebaran HIV. Bahkan mitos penularan melalui keringat juga kerap membuat sebagian orang takut untuk menyentuh orang dengan HIV. Inilah yang sering membuat para penderita menjadi merasa terisolasi dan dikucilkan. Itulah sebabnya Anda harus dapat menambah pemahaman diri mengenai penyakit ini.

Selain itu, bantulah ia dengan memberikan edukasi pada orang-orang sekitar agar tidak merasa takut dan khawatir dengan penyebaran virus ini. Jelaskan bahwa kontak biasa tidak mungkin dapat menyebarkan HIV dari satu orang ke orang lain. Sentuhan kulit biasa, baik itu menggosok punggung, berpegangan tangan, atau berpelukan sama sekali tidak akan menularkan virus. Sebaliknya, cara-cara ini dapat menjadi media yang ampuh untuk mengkomunikasikan cinta dan pengertian.

Banyak penelitian yang mengungkap bahwa optimisme berkontribusi besar pada kesehatan menyeluruh seorang pengidap HIV. Itulah sebabnya, hindari untuk membuatnya merasa bahwa dirinya sakit dan tidak normal. Pastikan untuk selalu memperlakukannya dengan baik seperti halnya Anda berinteraksi dan memperlakukan orang pada umumnya. Ajak pula ia untuk dapat lebih produktif dalam menjalani strategi penanganan yang lebih cepat, efektif, dan positif untuk menangani penyakitnya. Dengan melibatkannya dalam berbagai kegiatan akan membuatnya merasa berguna dan mampu menemukan makna dalam kegiatan sehari-harinya.

Temukan Komunitas yang Tepat untuk Berbagi Terakhir, jangan lupa untuk mengajaknya pada komunitas untuk membuatnya merasa tidak sendiri dalam menghadapi penyakit ini. Tunjukkan padanya bahwa HIV tidak hanya musuh untuknya, tapi untuk banyak orang termasuk Anda yang mendampinginya. Katakan padanya agar tidak takut dan khawatir karena ia akan selalu menemukan teman dan pendamping dalam menjalani semuanya.

Read More

Inilah Melanoma, Salah Satu Jenis Kanker Kulit yang Langka

Melanoma adalah salah satu jenis kanker kulit yang terjadi pada saat sel kanker mulai tumbuh di melanosit (sel yang menghasilkan melanin). Ini adalah sel yang memberikan warna pada kulit Anda. Melanoma dapat terjadi di semua bagian kulit, bahkan mata sekalipun. Meskipun kasusnya tergolong langka, dokter menemukan peningkatan jumlah penderita menderita penyakit ini dibandingkan sebelumnya.

Jika seseorang telah didiagnosis memiliki kanker kulit ini, dokter akan melakukan serangkaian tes untuk menentukan banyaknya melanoma yang tersebar dari seberapa besar tumornya. Dokter akan memberikan informasi ini untuk menetapkan stadium ke jenis kanker. Setidaknya ada 5 tahapan utama melanoma, dari tahap 0 hingga stadium 4. Semakin tinggi angkanya, maka semakin ganas kankernya.

Dengan menggunakan metode pemetaan pada pasien, dokter dengan mudah memahami pengobatan dan prognosis mereka. Pemetaan ini menyediakan rujukan cepat untuk membantu dokter berkomunikasi satu sama lain mengenai rencana perawatan dengan pasien.

Dokter akan merekomendasikan sejumlah pengujian untuk menentukan keberadaan dan intensitas penyebaran melanoma ini. Metode ini termasuk:

  1. Pemeriksaan fisik
    Melanoma bisa tumbuh di berbagai bagian kulit. Inilah sebabnya dokter sering merekomendasikan pemeriksaan kulit menyeluruh, termasuk pada kuit kepala dan jari-jari kaki serta tangan. Dokter juga akan menanyakan tentang perubahan terbaru pada kulit atau tahi lalat Anda.

  2. CT Scan
    Pemeriksaan ini dapat menampilkan gambaran tubuh untuk mengidentifikasi adanya tanda-tanda potensial tumor dan penyebaran tumor.

  3. MRI (Magnetic Resonance Imaging)
    Pemindaian ini menggunakan energy magnetic dan gelombang radio untuk menghasilkan gambar. Seorang dokter dapat mengatur bahan radioaktif yang dikenal sebagai gadolinium yang menyoroti sel-sel kanker.
  4. Pemindaian PET (Positron Emission Tomography)
    Pemeriksaan ini dilakukan dengan menguji tubuh menggunakan gula darah untuk energi karena banyak tumor akan mengonsumsi gula daah lebih banyak, mereka sering muncul sebagai titik terang dari kanker.

  5. Tes darah
    Penderita melanoma akan memiliki kadar enzim dehigrogenase laktat yang lebih tinggi daripada normal.

  6. Biopsi
    Dokter mungkin akan mengambil sampel dari lesi yang berpotensi kanker serta kelenjar getah bening di dekatnya.

Dokter paling merujuk pada istilah dari American Joint Coimmitte on Cancer (AJCC) dengan sistem TNM. Setiap huruf dari sistem ini memiliki arti tersendiri.

T berarti tumor. Semakin besar tumor yang tumbuh, semakin luas pula dampaknya. Dokter akan menetapkan skor untuk T ini berdasarkan ukuran melanoma. T0 tidak dapat menjadi bukti adanya tumor primer, sedangkan T1 adalah melanoma yang tebalnya sekitar 1,0 milimeter. Melanoma dengan kode T4 memiliki ukuran 4,0 milimeter.

N mewakili kelenjar getah bening. Jika kanker kulit menyebar ke kelenjar getah bening, hal ini akan menjadi sesuatu yang serius. NX adalah ketika dokter tidak dapat menilai nodus regional, sementara N0 adalah saat dokter tidak dapat penyebaran kanker ke kelenjar getah bening. Kondisi N3 menunjukkan kanker yang telah menyebar ke sebagian kelenjar getah bening.

M menggambarkan metastasis. Jika kanker menyebar ke organ lain, prognosis biasanya akan menjadi lebih buruk. Penandaan M0 dilakukan saat tidak adanya bukti metastasis. Sementara itu, M1A merupakan saat kanker kulit telah menyebar ke paru-paru. M1C memperlihatkan kanker yang menyebar ke organ lain.

Bagaimana cara mencegah penyakit ini? Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terserang melanoma.

  • Hindari paparan sinar matahari secara berlebihan dan tetap berada di tempat teduh.
  • Menahan diri dari menggunakan tanning bed mendapatkan warna kulit tertentu.
  • Gunakan tabir surya, memakai topi, dan kacamata hitam untuk melindungi diri dari sinar matahari.
  • Lakukan pemeriksaan kulit secara teratur untuk mengantisipasi adanya tanda perubahan tahi lalat.
Read More

Kenali Risiko Eyelash Extension

Eyelash extension kini menjadi tren yang banyak digemari wanita. Penyambungan bulu mata buatan pada bulu mata asli ini dilakukan untuk alasan kecantikan. Meski demikian, tidak sedikit orang yang ternyata mengabaikan risikonya. Sebenarnya, dokter spesialis mata menyatakan perawatan ini cukup aman. Asalkan, konsumen bisa melakukan antisipasi terhadap bahaya eyelash extension.

 

Apa Itu Eyelash Extension?

Ada 3 jenis eyelash extension, yaitu sintetis, sutra dan bulu mata asli. Eyelash extension biasanya dilakukan di salon kecantikan, dengan memakai pinset dan lem semi permanen yang diformulasikan khusus. Prosedur eyelash extension hanya memakan waktu sekitar 2 jam. Mata juga harus terpejam selama prosedur berlangsung. Setelah itu, bulu mata sudah bisa terlihat hasilnya dan bisa bertahan 3-4 minggu.

Risiko Eyelash Extension

Rebecca J. Taylor, MD, dokter mata dan juru bicara di American Academy of Ophthalmology, mengatakan bahwa prosedur eyelash extension harus dilakukan oleh ahli kecantikan profesional dan berpengalaman. Selain itu, bahan-bahan yang digunakan seperti material bulu mata atau lem juga harus mengandung bahan yang aman untuk kulit.

Jika tidak, eyelash extension berisiko menimbulkan kondisi ini:

  1. Trauma atau infeksi kelopak mata dan kornea mata
  2. Reaksi alergi terhadap lem
  3. Bulu mata rontok dan rapuh
  4. Bulu mata tidak tumbuh sementara waktu, bahkan permanen

Bahaya eyelash extension tersebut di atas, bisa saja terjadi disebabkan oleh infeksi bakteri atau kuman saat penerapan prosedur yang mengabaikan kebersihan alat atau bahan prosedur tersebut. Kandungan lem eyelash extension juga bisa memicu reaksi alergi. Beberapa tahun silam, salon kecantikan menggunakan lem dari bahan yang mengandung formaldehida alergen. Reaksi alergi yang kerap muncul sebagai risiko eyelash extension adalah gatal, ruam kemerahan, pembengkakan, dan sakit atau nyeri, bahkan gangguan pengelihatan.

Bahaya Eyelash Extension

Menggosok atau mengucek area mata, sebenarnya bisa mematahkan bulu mata alami. Bahkan, dapat mengakibatkan kerusakan permanen pada folikel bulu mata.

Terlebih lagi, pada mereka yang memakai eyelash extension. Tak jarang, bulu mata terasa gatal atau tidak nyaman sehingga ingin rasanya menggosok mata. Bahaya eyelash extension yang mengancam para pemuja kecantikan ini adalah operasi pengangkatan bulu mata karena ada serat yang tersangkut di bawah jaringan mata.

Pastikan salon atau ahli kecantikan pilihan Anda memakai produk yang aman untuk kulit. Berikut ini beberapa hal yang perlu Anda cari tahu sebelum menjalani penyambungan bulu mata.

  • Reputasi salon dan ahli kecantikan
  • Sertifikasi dan pengalaman ahli kecantikan
  • Bahan lem, alergennya, serta tanggal kedaluwarsanya

Jangan lupa melakukan uji coba di pergelangan tangan bagian dalam untuk memastikan kulit tidak alergi. Jika kulit Anda memiliki reaksi alergi terhadap eyelash extension, jangan mengobatinya sendiri. Temui dokter agar gejalanya bisa diobati dengan cepat dan tidak bertambah serius terhadap penglihatan.

Read More

Kehamilan Dapat Mengubah Hubungan Anda dan Pasangan

Pada saat hamil, seorang wanita akan mengalami perubahan bentuk tubuh cukup drastis. Perubahan tersebut berupa payudara semakin membesar, perut lebih lebar, dan pergelangan kaki yang membengkak. Perubahan bentuk tubuh ini pun dapat memengaruhi hubungan dengan pasangan. Sederhananya, cinta dan kehamilan bisa menjadi kombinasi yang rumit.

Pada saat kehamilan ini, pasangan suami istri harus bisa saling menjaga perasaan masing-masing dan saling memahami satu sama lain. Berikut ini adalah lima hal dalam kehamilan yang dapat mengubah hubungan pasangan suami istri!

Lebih Manja Terhadap Pasangan

Hormon kehamilan yang mengalir melalui tubuh dapat memiliki dampak besar pada emosi wanita hamil dan memicu perasaan panik. Hal itu senada dengan ungkapan Cathy O’Neil, salah satu penulis buku Baby proofing Your Marriage,bahwa banyak wanita mengalami ketakutan akan ditinggalkan selama awal kehamilan. Bahkan wanita paling mandiri sekalipun mengkhawatirkan suaminya akan pergi atau terluka dalam kecelakaan.

Ketakutan tersebut sering menyebabkan wanita hamil membuat permintaan aneh dan tidak masuk akal, seperti memeriksa keadaan pasangan setiap 30 menit sekali. Jika Anda mengalami kecemasan emosi seperti ini sebaiknya katakan langsung dengan pasangan Anda.

Biarkan pasangan tahu jika Anda sangat membutuhkan pelukan dan perhatian ekstra. Dan sebagai pasangan wanita hamil, Anda tidak perlu khawatir karena semua kekhawatiran istri Anda wajar. Justru sebaiknya berikanlah perhatian dan pelukan hangat agar ia merasa tenang.

Tidak Memiliki Perasaan yang Sama

Begitu seorang wanita mengetahui jika dirinya hamil, secara otomatis Ia akan merasa menjadi seorang Ibu. Namun hal ini tidak dirasakan oleh pasangannya, suami tidak lantas merasa menjadi Ayah sebelum bersuka cita menggendong bayi.

Menurut O’neil, hal ini bukan berarti pasangan tidak bersemangat menjadi orang tua. Hanya saja suami tidak merasakan kedekatan yang sama dengan situasi yang Anda rasakan. Saat dihadapkan pada situasi seperti ini cobalah untuk tidak merasa kesal.

Pasangan Merasa Diabaikan

Saat masa kehamilan, seorang wanita akan cenderung fokus memperhatikan bayi yang ada dalam kandungannya. Sehingga, terkadang pasangan merasa diabaikan dan tidak mendapatkan perhatian seperti biasanya. Agar pasangan tidak merasa diabaikan ajaklah ia untuk mulai berbicara dengan calon bayi Anda.

Selain itu, sisihkan waktu luang Anda untuk membuat makanan favorit pasangan. Atau mengajaknya menonton film favorit selepas suami pulang kerja. Cara-cara tersebut dapat membuat pasangan tetap merasa nomor satu dan tidak diabaikan.

Keintiman akan Meningkat

Selama masa kehamilan Anda akan merasa semakin dekat secara emosional dengan pasangan. Membiasakan diri dengan fungsi tubuh selama masa kehamilan dan membaginya dengan pasangan akan menjadi sesuatu yang menarik. Saat Anda tiba-tiba merasa mual mungkin tampak sedikit memalukan pada awalnya, tetapi itu akan membuat Anda berdua lebih terhubung dari sebelumnya.

Seks Semakin Jarang dan Berkurang

Ketika perut semakin membesar berhubungan intim pun akan semakin sulit tetapi tetap harus diwujudkan. Menurut Craig Malkin, Ph.D., seorang psikolog di Cambridge, penting menjaga hubungan fisik selama kehamilan. Anda harus membicarakannya dengan pasangan sehingga memperkuat ikatan sebagai pasangan suami istri. Ia juga mengatakan bahwa menemukan gairah di saat kehamilan dan berhubungan kembali secara fisik akan membawa Anda lebih dekat dengan pasangan. Jadi, siapkah Anda dengan perubahan-perubahan dalam hubungan yang terjadi dengan pasangan saat kehamilan?

Read More

Manfaat dan Efek Buruk di Balik Minuman Matcha

Matcha atau bubuk green tea digunakan dalam tradisi Jepang untuk upacara minum teh. Tradisi ini sudah dilakukan sejak lebih dari 1,000 tahun yang lalu. Kini, Anda tidak perlu jauh-jauh ke Jepang untuk menikmati matcha. Karena bubuk green tea ini sudah menjadi tren di mana-mana.

Matcha merupakan sejenis green tea, namun ada perbedaan yang cukup menonjol dalam penyajiannya. Green tea dibuat dengan merebus daun teh dengan air, dan lalu daun teh tersebut dibuang pada saat tegukan pertama. Sedangkan matcha atau bubuk green tea adalah daun teh kering yang digiling sehingga menjadi bubuk halus. Bubuk ini kemudian diaduk dalam air hangat untuk membuat minuman dengan rasanya lebih ringan dan halus.

Banyak orang yang ‘menggilai’ matcha, entah dalam bentuk minuman hingga sajian penutup, seperti kue ataupun es krim. Selain rasanya enak, manfaat matcha sudah tidak diragukan lagi, namun apakah Anda tahu bahwa ada risiko di baliknya?

Manfaat dari Bubuk Matcha

Sebuah penelitian menemukan bahwa bubuk green tea ini memiliki manfaat yang lebih besar dari green tea biasa. Antioksidan yang terbukti mempunyai ‘efek antikanker’ yang ada di dalamnya dapat memperlambat sel-sel yang rusak di dalam tubuh.

Matcha pun terbukti berperan dalam melakukan pembakaran lemak. Tak hanya itu para peneliti pun menyebutkan bahwa matcha dapat menurunkan kadar glukosa darah dan meningkatkan antioksidan.

Banyak orang yang beralih ke matcha sebagai alternatif pengganti kopi. Mereka berpendapat bahwa matcha bisa menambah energi yang memberikan efek tenang, tidak seperti kopi. Penelitian dari para ahli juga menunjukan bahwa teh ini dapat merelaksasi otak sekaligus menambah tingkat kewaspadaan.

Apakah Matcha Aman Dikonsumsi?

Riset menemukan bahwa bubuk green tea umumnya tidak mengandung pestisida ataupun logam berat dalam jumlah yang berlebihan. Namun, Anda tetap harus hati-hati dalam mengonsumsinya. Hal ini disebabkan karena daun teh yang tumbuh di daerah perkotaan atau dekat jalan raya mengandung zat timbal yang berbahaya untuk tubuh. Hal ini pun berlaku pada matcha yang berasal dari daun teh.

Terlalu banyak mengonsumsi bubuk green tea tentu tidak baik untuk tubuh. Hal ini bisa membuat Anda berisiko kelebihan herbal atau suplemen, dalam bahasa medis dikenal dengan hepatotoksisitas. Manfaat matcha pun akan berubah menjadi penyebab kerusakan hati. Sebenarnya tidak ada batasan pasti mengenai kadar konsumsi matcha, karena semua orang mempunyai sistem pencernaan yang berbeda-beda.

Hal lain yang membuat Anda harus berpikir dua kali dalam mengonsumsi matcha sering-sering adalah biayanya. Satu sendok teh matcha ini mempunyai harga 10 kali lipat dari secangkir teh seduh biasa. Harga yang tinggi ini biasanya menunjukan kualitas yang lebih tinggi pula.

Read More

Berbagai Masalah Menyusui dan Cara Mengatasinya

Menyusui bermanfaat memberikan asupan nutrisi pada bayi. Namun aktivitas ini tak selamanya berjalan sempurna. Ada masalah-masalah yang umum dialami ibu menyusui. Misalnya, gangguan payudara, yang membuat tidak nyaman.

Oleh karena itu, penting bagi ibu untuk mengetahui permasalahan saat menyusui sekaligus cara mengatasinya. Perhatikan beberapa cara berikut ini untuk mengatasinya.

Masalah Pelekatan

Seorang konsultan laktasi bernama Janakki Castelo mengatakan, bayi yang baru lahir terkadang memiliki masalah dalam proses menyusu. Salah satunya adalah kesulitan mencari tahu cara menempelkan dan mengisap payudara, atau bingung puting. Selain itu, posisi yang tidak tepat juga dapat memengaruhi bayi saat mengisap ASI dari payudara.

Apabila kondisi tersebut terjadi, Anda hanya perlu bersabar karena bayi membutuhkan waktu beberapa kali sampai bisa menyusu dengan benar.

Puting Terluka

Penyebab utama masalah ini yaitu posisi menyusui yang kurang benar. Kondisi ini biasanya ditandai dengan sebagian besar aerola tidak yang masuk ke dalam mulut bayi. Akibatnya, bayi hanya mengisap puting payudara. Dampaknya, si kecil kesulitan mendapat ASI dan berusaha keras menggigit puting hingga lecet.

Apabila hal ini terjadi dan luka terasa sangat nyeri, segera berkonsultasi dengan dokter. Anda akan diberi salep antibiotika atau antijamur. Jangan lupa untuk membersihkan puting terlebih dahulu sebelum menyusui.

Saluran ASI Tersumbat

Masalah-masalah umum menyusui ini bisa terjadi karena drainase payudara yang tidak efektif, pori-pori puting yang tersumbat, atau bahkan bra yang ketat. Untuk mengatasi masalah ini sebaiknya Anda merawat area payudara dengan kompres lembap dan hangat.

Anda juga bisa melakukan pijatan lembut sebelum dan saat menyusui, memilih bra yang lebih lembut dan lebih longgar tanpa underwire. Namun sebelum memutuskan untuk mengobati masalah saluran ASI yang tersumbat, pastikan Anda tetap menyusui. Sebab, hal inidapat membantu ASI tetap mengalir dengan bebas.

Payudara bengkak

Payudara bengkak, terasa penuh dan tidak nyaman bisa terjadi karena produksi ASI sedang banyak-banyaknya. Bengkak pada payudara ini bisa menjalar ke ketiak dan dapat menyebabkan demam ringan.

Apabila masalah ini terjadi, segera pompa ASI untuk disimpan. Selain itu susui bayi sebelum ia merasa sangat lapar. Sehingga, bayi akan lebih lembut saat mengisap payudara. Isapan tersebut tidak akan terlalu menstimulasi payudara dalam memproduksi lebih banyak ASI.

Mastitis

Mastitis merupakan infeksi bakteri di payudara. Gejalanya hampir mirip seperti flu, demam dan adanya rasa sakit pada payudara. Mastitis biasa terjadi akibat kelenjar ASI yang tersumbat dan tidak ditangani, bengkak, atau puting pecah yang menimbulkan infeksi.

Apabila kondisi ini terjadi, segera atasi dengan antibiotik. Anda juga bisa mengompres payudara dengan kompres hangat untuk mengurangi rasa sakit dan bengkak.

Thrush

Thrush merupakan masalah umum menyusui yang disebabkan infeksi jamur pada mulut bayi kemudian menyebar ke puting selama menyusui. Bila bayi mengalami thrush, ia akan menularkannya pada puting Anda. Apabila kondisi ini terjadi, obatilah si kecil dan diri Anda secara bersamaan menggunakan obat antijamur.

Read More