Mengenal dan Memahami Self Harm

Self-harm atau menyakiti diri sendiri terkadang menjadi cara yang dipilih seseorang untuk melampiaskan segala emosi yang ada dalam diri.

Perilaku self harm sangat umum terjadi dan mempengaruhi lebih banyak orang daripada yang Anda kira. Self harm adalah ketika seseorang dengan sengaja merusak atau melukai tubuh mereka sendiri. Hal ini biasanya dilakukan sebagai cara mengatasi atau mengekspresikan tekanan emosional yang luar biasa. Salah satu metode yang umum dilakukan adalah memotong dengan benda tajam. Tetapi setiap seseorang dengan sengaja melukai dirinya sendiri diklasifikasikan sebagai self harm.

Self harm atau berpikir untuk melukai diri sendiri adalah tanda dari tekanan emosional. Emosi yang tidak nyaman ini dapat tumbuh lebih kuat jika Anda terus menggunakan self harm sebagai mekanisme koping. Mempelajari cara lain untuk mentolerir rasa sakit mental akan membuat Anda lebih kuat dalam jangka panjang.

Self harm juga menyebabkan perasaan malu. Bekas luka yang disebabkan oleh seringnya pemotongan atau pembakaran bisa memberikan luka permanen. Self harm sendiri bukanlah penyakit mental, tetapi perilaku yang menunjukkan perlunya keterampilan mengatasi yang lebih baik. Beberapa penyakit berhubungan dengan self harm, termasuk gangguan kepribadian ambang, depresi, eating disorders, kecemasan atau gangguan tekanan pascatrauma.

Self harm sendiri paling sering terjadi selama masa remaja dan dewasa muda, meskipun itu juga bisa terjadi di kemudian hari. Mereka yang paling beresiko mengalami self harm adalah orang-orang yang pernah mengalami trauma, penelantaran, atau pelecehan. Misalnya, jika seseorang tumbuh dalam keluarga yang tidak stabil, self harm mungkin telah menjadi mekanisme penanggulangan yang dilakukan. Jika seseorang pesta minuman atau menggunakan obat-obatan terlarang, mereka beresiko lebih besar melakukan self harm, karena alkohol dan obat-obatan menurunkan kontrol diri.

Keinginan Anda untuk menyakiti diri sendiri biasanya dimulai dengan kemarahan, frustrasi, atau rasa sakit yang luar biasa. Ketika Anda tidak yakin bagaimana menghadapi emosi, atau belajar sebagai anak untuk menyembunyikan emosi, self harm mungkin terasa seperti pelepasan. Terkadang, melukai diri sendiri merangsang endorfin tubuh atau hormon penghilang rasa sakit, sehingga meningkatkan mood Anda. Atau jika Anda tidak merasakan banyak emosi, Anda lebih mungkin menyebabkan diri Anda sendiri sakit untuk merasakan sesuatu yang “nyata” sehingga menggantikan mati rasa emosional.

Begitu seseorang melukai dirinya sendiri, mereka mungkin mengalami rasa malu dan bersalah. Jika rasa malu mengarah pada perasaan negatif yang kuat, kemungkinan orang tersebut akan melukai dirinya sendiri lagi. Perilaku demikian dapat menjadi siklus berbahaya dan kebiasaan lama. Beberapa orang bahkan membuat ritual di sekitarnya.

Self harm tidak sama dengan mencoba untuk bunuh diri. Namun, self harm adalah gejala rasa sakit emosional yang harus dianggap serius. Jika seseorang menyakiti diri mereka sendiri, mereka mungkin berisiko lebih tinggi untuk merasa ingin bunuh diri sehingga sangat penting untuk menemukan perawatan untuk emosi yang mendasarinya.

Dokter tidak dapat menggunakan tes darah atau uji fisik untuk mendiagnosis penyakit mental, sehingga dokter akan bergantung pada informasi rinci dari individu tersebut. Semakin banyak informasi yang dapat Anda berikan, semakin baik rencana perawatan yang akan diberikan.

Tergantung pada penyakit yang mendasarinya, dokter dapat meresepkan obat untuk membantu kondisi dengan emosi yang sulit. Untuk seseorang dengan depresi, misalnya, antidepresan dapat mengurangi dorongan berbahaya. Dokter juga akan merekomendasikan terapi untuk membantu Anda mempelajari perilaku baru, jika self harm telah menjadi kebiasaan. Beberapa jenis terapi dapat membantu, tergantung pada diagnosis yang dimiliki. Berikut beberapa terapi yang biasa dilakukan:

  • Terapi psikodinamik berfokus pada mengeksplorasi pengalaman dan emosi masa lalu
  • Terapi perilaku kognitif berfokus pada mengenali pola pikir negatif dan meningkatkan keterampilan koping
  • Terapi perilaku dialektik dapat membantu seseorang mempelajari metode koping yang positif

Jika gejalanya luar biasa atau berat, dokter Anda mungkin akan merekomendasikan kunjungan singkat ke rumah sakit jiwa. Sebuah rumah sakit menawarkan lingkungan yang aman di mana Anda dapat memfokuskan energi Anda pada perawatan.

Self harm merupakan sebuah kondisi yang perlu untuk ditangani. Apakah seseorang baru-baru ini mulai melakukan self harm atau telah melakukannya untuk sementara waktu, ada peluang untuk meningkatkan kesehatan dan mengurangi perilaku tersebut. Berbicara dengan dokter, psikiater atau teman atau anggota keluarga yang terpercaya adalah langkah pertama untuk memahami perilaku Anda dan menemukan kelegaan serta solusi yang lebih baik.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>