Manfaat Kasein dan Perbedaannya dengan Protein Whey

Baik protein whey maupun kasein termasuk komponen utama pada protein susu sapi. Fungsi protein sendiri yaitu meregenerasi sel-sel yang rusak atau sebagai zat pembangun. Faktanya, para penggiat olahraga kebugaran atau atlet binaraga lebih menyukai protein whey karena proses penyerapannya lebih cepat. Padahal kasein juga memiliki peran penting dalam memperbaiki kondisi otot. Tak hanya itu, ternyata masih banyak algi manfaat kasein yang diperlukan oleh tubuh.

Manfaat kasein bagi tubuh

Kasein terkenal dengan senyawa bioaktif peptida yang memiliki berbagai manfaat, seperti:

  • Memperkuat sistem imun dengan cara menstimulasi pembentukan bagian sel-sel darah putih yang berfungsi melawan dan mencegah infeksi bakteri atau virus
  • Antimikroba terutama pada kolostrum
  • Mengurangi tekanan darah bagi penderita pre-hipertensi maupun hipertensi. Cara kerja kasein mirip dengan obat angiotensin-converting enzym (ACE) atau obat hipertensi
  • Membantu penyerapan kalsium dan mineral lainnya karena dapat menghambat pembentukan asam fitat
  • Membantu pembentukan otot terutama saat tubuh sedang beristirahat
  • Mengatur ketenangan dan waktu tidur bayi
  • Membantu mencegah aterosklerosis, diabetes, rheumatid athritis, oksidasi DNA penyebab kanker

Perbedaan kasein dan whey protein

Sebanyak 20% protein whey dan 80% kasein terdapat pada protein susu sapi. Keduanya sama-sama mengandung asam amino esensial yang tidak bisa diproduksi  secara alami oleh tubuh sehingga harus didapatkan dari asupan makanan atau minuman. Meskipun demikian, keduanya memiliki perbedaan yang signifikan.  

  • Kasein lebih lamban dicerna

Protein dipecah menjadi bagian-bagian asam amino yang akan beredar di darah sebelum akhirnya benar-benar diedarkan ke sel-sel tujuan. Asam amino yang berasal dari kasein berada di dalam darah selama 4-5 jam setelah dikonsumsi, sedangkan protein whey lebih cepat yakni hanya 90 menit.

Kasein dipecah menjadi asam amino secara perlahan, maka cocok dikonsumsi saat tubuh beristirahat atau tidur. Tubuh tidak akan melakukan pemecahan protein dalam jumlah tinggi saat tidur sehingga penyerapan kasein lebih efektif. Sama seperti proses penyerapan kasein yang terdapat pada curd keju. Curd atau bagian gumpalan di keju memperpanjang waktu penyerapan dan pencernaan keju.

Oleh karena itu, wajar jika para penggiat olahraga kebugaranvatau atlet binaraga lebih menyukai protein whey. Latihan yang berat membutuhkan perbaikan dan regenerasi sel-sel yang lebih cepat sehingga dibutuhkan jenis protein yang juga lebih cepat diserap oleh tubuh.

  • Protein whey bagus untuk pembentukan otot

Protein whey mengandung jenis asam amino esensial seperti leusin, isoleusin, dan valin. Sementara kasein mengandung histidin, metionin, fenilalanin dalam jumlah tinggi. Seluruh asam amino tersebut memiliki peran dalam pembentukan otot, akan tetapi asam amino leusin mepercepat proses tersebut.

Leusin pada protein whey mendukung proses pembentukan otot sehingga jenis protein tersebut sering dikonsumsi bersamaan dengan program latihan atlet. Meskipun belum diketahui apakah pemberian protein whey dalam jumlah besar dapat mestimulasi pembentukan otot dalam jangka waktu yang panjang atau tidak.

Protein whey memiliki kandungan energi 110 kkal, lemak 1 gram, karbohidrat 2 gram, protein 24 gram, serta kalsium 8% dari total kebutuhan AKG. Kandungan gizi tersebut terkandung dalam 31 gram protein whey.

Kasein memiliki kandungan energi 120 kkal, lemak 1 gram, karbohidrat 4 gram, protein 24 gram, zat besi 4%  dan kalsium 8% dari total kebutuhan AKG. Kandungan gizi tersebut terkandung dalam 34 gram protein kasein.

Selain itu, protein whey bubuk cenderung lebih murah, mudah dicampur dengan bahan lain, serta memiliki konsistensi dan rasa lebih enak dibandingkan kasein bubuk.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>