Gigitan Nyamuk Aedes Sebabkan Ruam Viruz Zika

Virus zika menyebar lewat gigitan nyamuk Aedes yang terinfeksi

Pernahkah Anda mendengar sebuah penyakit yang bernama viruz zika? Virus ini akan menyebabkan kombinasi ruam bintik datar (makula) dan benjolan kecil timbul kemerahan (papula). Nama teknis dari ruam tersebut adalah makulopapular, dan ruam ini sangat gatal. Virus zika menyebar lewat gigitan nyamuk Aedes yang terinfeksi. Penularan juga dapat terjadi dari ibu ke janin atau lewat hubungan seksual, transfusi darah, dan gigitan hewan. Virus biasanya ringan, dan dalam 80 persen kasus tidak menimbulkan gejala apapun. Apabila ada, gejala yang umum terjadi adalah ruam, demam, sakit kepala, lelah, konjungtivitis, dan sakit pada bagian persendian. Gejala tersebut akan hilang dalam dua minggu atau kurang. 

Viruz zika mendapatkan namanya dari sebuah hutan di Uganda bernama Zika, di mana virus tersebut dideskripsikan pertama kali pada tahun 1947. Virus zika menyebar luas di benua Amerika pada tahun 2015, dengan Brazil melaporkan ada ratusan ribu kasus virus zika, dengan banyak komplikasi serius pada ibu hamil. Umumnya, virus zika ditularkan lewat gigitan minyak dari spesies Aedes yang terinfeksi. Virus zika kemudian akan masuk ke kelenjar getah bening dan aliran darah. Reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap virus dapat ditunjukkan lewat ruam makulopapular. 

Gejala virus zika

Kebanyakan orang yang menderita virus zika tidak menunjukkan adanya ruam atau gejala lain. Dalam sebuah studi besar dari Brazil, hanya ada sekitar 38% mereka yang memiliki zika ingat bahwa mereka digigit oleh nyamuk. Apabila Anda memiliki ruam virus zika, ruam tersebut akan muncul dalam 3 hingga 12 hari setelah mendapat gigitan dari nyamuk yang terinfeksi. Ruam biasanya akan muncul pertama kali di tubuh, untuk kemudian menjalar dan menyebar ke tangan, kaki, wajah, telapak tangan, hingga telapak kaki. Ruam tersebut merupakan kombinasi antara benjolan merah dan bintik kemerahan. Infeksi yang dibawa nyamuk lain, seperti demam berdarah dan chikungunya, memiliki ruam yang serupa. Semuanya diklasifikasikan sebagai flavivirus. Namun, berbeda dengan ruam flavivirus lain, ruam virus zika dilaporkan menyebabkan gatal pada 79 persen kasus. Ruam yang serupa juga dapat disebabkan karena reaksi obat, alergi, infeksi bakteri, dan peradangan sistemik. 

Diagnosa dan perawatan

Dokter akan menanyakan seputar riwayat perjalanan Anda, dan memastikan apakah Anda pernah berkunjung ke negara-negara di mana virus zika menjadi endemis. Mereka juga akan bertanya apakah Anda ingat pernah mendapatkan gigitan nyamuk di daerah tersebut. Dokter juga akan bertanya seputar gejala yang dirasakan dan kapan gejala tersebut muncul. Karena virus zika menyebabkan ruam yang mirip dengan infeksi virus lain, dokter akan meminta Anda melakukan beberapa jenis guna menyingkirkan penyakit-penyakit lain. Tes darah, air seni, dan air liur dapat membantu mengkonfirmasi virus zika, dengan beberapa jenis tes baru sedang dalam proses pengembangan. 

Saat ini, tidak ada perawatan spesial dan khusus untuk virus zika ataupun ruam yang ditimbulkan. Beberapa perawatan yang direkomendasikan hampir serupa dengan perawatan untuk penyakit mirip-flu lain, seperti cukup istirahat, minum banyak air, dan penggunaan acetaminophen untuk menurunkan demam dan mengurangi rasa sakit. Dengan perawatan yang baik, ruam akan hilang dalam 1 hingga 4 hari sejak pertama kali ruam muncul. 

Saat ini, belum ada vaksin untuk viruz zika. Virus ini biasanya ringan, dan banyak orang tidak menunjukkan adanya gejala-gejala ataupun tanda-tanda khusus. Apabila Anda memiliki ruam zika virus atau gejala lain, Anda dapat sembuh dalam waktu kurang dari 2 minggu. 

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>