Claustrophobia Hadirkan Gejala-gejala Tak Menyenangkan Ini

Banyak jenis ketakutan tidak mendasar yang bisa dialami seseorang sepanjang hidupnya. Ketakutan-ketakutan tak beralasan tersebut sebenarnya merupakan masalah mental yang terbentuk karena ada pemicu di masa lalu. Dari sekian banyak jenis ketakutan tidak mendasar, claustrophobia menjadi salah satu jenis ketakutan tak mendasar yang cukup merugikan bagi para penderitanya.

Claustrophobia merupakan suatu situasi ketika seseorang memiliki ketakutan berlebihan ketika berada di dalam ruangan sempit. Di mana definisi ruangan sempit bagi penderita claustrophobia pun sangat sulit diukur karena sangat bergantung persepsi tiap-tiap penderitanya. Dengan ketakutan tak mendasar terhadap ruang sempit ini, para penderita claustrophobia pun memiliki keterbatasan aktivitas karena banyak memilih untuk tidak menaiki transportasi umum yang cenderung sempit, seperti pesawat, bus, ataupun kereta api. Bahkan untuk masuk ke elevator atau lift, para penderita claustrophobia akan berpikir ratusan kali.

Keengganan untuk masuk ke sesuatu yang sempit tersebut dikarenakan akan ada gejala tak mengenakkan yang hadir jika mereka memaksa masuk ke ruangan yang dianggap sempit. Berikut ini adalah beberapa gejala tak menyenangkan yang kerap dialami orang-orang yang menderita claustrophobia ketika terpaksa masuk ke ruangan yang dinilai sempit oleh persepsi mereka.

  1. Gemetar Hebat

Gemetar hebat biasa dialami oleh siapapun ketika berada dalam kondisi yang menegangkan. Bagi kaum yang menderita claustrophobia, masuk ke dalam kendaraan ataupun elevator jelas merupakan sesuatu yang sangat menegangkan dan memicu gemetar hebat. Tentunya rasa gemetar ini akan membuat orang-orang di sekelilingnya merasa heran dan memicu rasa tidak percaya diri bagi penderita claustrophobia.

  • Disorientasi Mendadak

Penderita claustrophobia akan mendadak tidak bisa berpikir jernih ketika berada di ruangan yang dianggap sempit. Kondisi tersebut memicu disorientasi terhadap apa yang mesti dilakukan oleh sang penderita. Karena disorierntasi atau kebingungan tersebut, penderita claustrophobia bisa saja tiba-tiba berteriak ataupun melakukan sesuatu yang justru bisa mencelakakan dirinya sendiri hingga orang-orang di sekitarnya.

  • Berkeringat Dingin

Ruangan sempit akan membuat penderita claustrophobia mudah sekali berkeringat. Keringat yang dialami penderita bisa jadi sangat deras dan menyerupai keringat dingin yang umum dialami oleh orang-orang yang sedang dilanda ketakutan. Tentunya berkeringat dingin secara deras bisa mengganggu penampilan dari penderita claustrophobia. Bayangkan ketika sebenarnya penderita sedang hendak menemui klien penting untuk usahanya, namun tiba-tiba ia menjadi berkeringat dingin dan membanjiri bajunya ketika terpaksa menaiki lift untuk menemui klien tersebut.

  • Sesak Napas

Karena tidak mampu mengatur rasa ketakutannya dalam ruangan sempit, kepanikan akan timbul bagi penderita claustrophobia. Kepanikan sebenarnya merupakan hal wajar. Namun jika sudah berlebihan, kepanikan terhadap kondisi ruangan yang sempit bisa memicu sesak napas bagi penderita claustrophobia!

  • Mual

Anda yang menderita claustrophobia umumnya akan mengalami gejala mual-mual setiap memasuki ruangan yang dianggap sempit. Untungnya, gejala mual yang dialami biasanya tidak berujung pada kondisi muntah-muntah.

  • Jantung Berdebar Kencang

Kepanikan yang melanda penderita claustrophobia jelas tidak berujung baik pada kesehatan. Apalagi kerap ditemukan kondisi saat penderita ketakutan ruang sempit ini mengalami nyeri dada hebat akibat jantung berdebar kencang ketika berada di ruangan sempit. Jika sudah demikian, memutuskan untuk segera keluar dari ruangan merupakan jalan terbaik untuk menghindari masalah jantung dadakan yang bisa saja timbul.

  • Pingsan

Sampai pada tahap ekstrem, orang-orang yang menderita claustrophobia tidak mampu lagi mengendalikan kesadarannya selama berada di ruangan sempit. Ia pun sangat mungkin mengalami pingsan ketika merasa terjebak dalam ruangan yang dinilai sempit tersebut.

***

Hidup dengan risiko berbagai gejala tidak menyenangkan di atas tentunya bukan hal yang baik. Segera melakukan penanganan terkait claustrophobia yang diidap ke tenaga ahli baiknya dilakukan guna bisa membuat hidup penderita kembali normal.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>