Category Penyakit

Gejala, Penyebab, dan Cara Obati Kanker Paru-Paru

Merupakan sebuah kondisi di mana sel ganas yang disebut dengan kanker terbentuk di paru-paru, keadaan ini dinamakan kanker paru. Pada umumnya, keadaan ini dialami oleh banyak orang yang mengonsumsi rokok, penyakit ini juga menjadi salah satu dari tiga jenis kanker yang paling banyak terjadi di Indonesia.

Meski demikian, penyakit ini tak hanya menyerang mereka yang dalam kondisi aktif merokok, karena kemungkinan juga bisa menyerang pada mereka yang bukan merokok. Seperti misalnya, orang yang terpapar zat kimia yang ada di sekitarnya, misalnya lingkungan kerja dan bisa pula terpapar asap rokok dari perokok aktif.

Penyebab dan Gejala Kanker Paru

Di Indonesia, kebanyakan seseorang yang mengalami penyakit ini disebabkan karena mereka merupakan perokok aktif. Bisa dibilang bawah rokok adalah penyebab utama munculnya penyakit ini, bahan ini mengandung setidaknya 60 racun berbeda yang dapat menyebabkan kanker dan dikenal dengan nama zat karsinogenik.

Sebagai perumpamaan mudahnya, jika seseorang mengonsumsi 25 batang rokok dalam sehari, maka ia berisiko 25 kali lebih tinggi terkena penyakit ini. Sebuah riset menunjukkan bahwa perokok pasif wanita dan memiliki pasangan perokok aktif, juga memiliki risiko 25 persen lebih besar ketimbang yang tidak tinggal dengan perokok aktif.

Selain rokok, ganja juga bisa menjadi bahan penyebab seseorang memiliki risiko terkena kanker ini, selebihnya paparan terhadap zat racun lain seperti arsen, asbes, bau gas atau bensin dan gas yang ditimbulkan dari kendaraan juga mampu membuat seseorang berisiko terkena kanker ini. Gejala penyakit ini baru muncul ketika tumor dalam bentuk yang cukup besar dan menyebar ke jaringan.

Seseorang yang terserang penyakit ini juga ditandai dengan gejala awal, di antaranya seperti batuk hingga kronis, batuk disertai darah, kemudian penurunan berat badan secara drastis. Selain itu, seseorang tersebut juga akan merasakan nyeri pada dada dan tulang hingga menyebabkan seorang penderita mengalami sesak napas.

Cara Pengobatan

Pengobatan atau penanganan utama yang diperlukan bagi penderita penyakit ini dalam tahap stadium awal adalah melalui operasi. Tetapi jika penderita sudah mencapai stadium lanjut, maka penanganan yang harus dan wajib dilakukan adalah dengan kemoterapi dan radioterapi. Sebelum proses pengobatan ini, dokter terlebih dahulu akan melakukan diagnosis.

Diagnosis mengenai penyakit ini pertama kali dilakukan adalah dengan foto rontgen, CT scan dan biopsi jaringan pada paru-paru. Dari ketiga pemeriksaan ini, dokter nantinya bisa menentukan jenis dan stadium kanker yang diderita oleh seseorang, selanjutnya langkah yang akan dilakukan adalah pengobatan.

Terdapat beberapa jenis penanganan dan pengobatan pada penyakit ini selain menggunakan kemoterapi dan radioterapi, yakni juga dapat menggunakan terapi target, terapi ablasi, terapi fotodinamik hingga krioterapi. Beberapa pilihan pengobatan ini bisa disesuaikan oleh si penderita dan tergantung kondisi si penderita.

Salah satu cara terbaik untuk menghindari penyakit ini adalah menjauhi rokok dan asapnya. Dalam beberapa artikel menyebutkan bahwa berhenti merokok selama 10 tahun mampu menurunkan risiko terkena penyakit ini hingga mencapai 50 persen. Selain itu, cara pencegahan lain juga bisa dilakukan dengan diet.

Diet rendah lemak, tinggi serat dan memperbanyak konsumsi sayur serta buah hingga biji-bijian mampu menurunkan risiko terkena penyakit ini dan bahkan kanker jenis lainnya. Ditambah dengan melakukan olahraga secara teratur juga membantu menurunkan risiko seseorang terkena kanker paru.

Read More

Apa Saja Penyebab Migrain?

Penyebab migrain beragam, namun biasanya disebabkan karena konsentrasi secara berlebihan.

Manusia seringkali mengalami berbagai gejala ketika mereka melakukan aktivitas. Salah satu penyebab aktivitas manusia terhambat adalah sakit kepala sebelah atau migrain. Penyebab migrain beragam, namun biasanya disebabkan karena konsentrasi secara berlebihan.

Gejala migrain bisa saja terjadi secara tiba-tiba. Jika gejala tersebut muncul, maka manusia terpaksa harus beristirahat sejenak, atau mereka mencoba obat untuk mencegah sakit kepala sebelah.

Manusia mengalami sakit kepala sebelah disebabkan karena berbagai faktor. Faktor penyebab migrain adalah sebagai berikut:

1. Konsentrasi

Salah satu penyebab terjadinya migrain adalah karena manusia cenderung banyak berpikir ketika melakukan pekerjaan misalnya, maka akan memberikan tekanan pada otak.

2. Makanan

Makanan juga merupakan faktor penyebab terjadinya migrain. Anda sebaiknya jangan mengkonsumsi makanan asin secara berlebihan, yang disimpan di kulkas terlalu lama, atau makanan yang telah diproses secara berlebihan.

3. Waktu makan

Tidak hanya jenis makanan tertentu, manusia yang tidak mengatur waktu untuk makan juga dapat menimbulkan migrain. Tidak hanya terlambat makan, namun juga karena tidak menggunakan waktu (walaupun hanya sebentar) untuk makan.

4. Alkohol

Anda juga sebaiknya jangan menggunakan alkohol secara berlebihan karena hal tersebut berpotensi menimbulkan migrain. Tidak hanya migrain, namun juga mual hingga muntah.

5. Stres

Faktor lain yang menimbulkan migrain adalah stres. Manusia bisa saja mengalami stres karena mudah terpengaruh oleh orang lain atau sesuatu sehingga memicu emosi dan akhirnya mengalami stres karena tekanan yang dialami masih tertahan di dalam pikiran.

6. Pola tidur

Manusia yang cenderung tidur pada jadwal yang tidak ditentukan (seperti terlambat tidur) dapat mengakibatkan migrain. Tidak hanya jadwal yang tidak teratur, namun juga lamanya manusia tidur dapat memicu masalah ini.

7. Bahan pengawet dan pemanis buatan

Bahan pengawet dan pemanis buatan adalah faktor lain yang memicu migrain. Contoh bahan pengawet yang berpotensi menimbulkan masalah ini adalah pengawet monosodium glutamat (MSG), dan contoh pemanis buatan yang menimbulkan migrain adalah aspartam.

8. Pengobatan hormonal

Pengobatan hormonal berupa obat kontrasepsi dan terapi hormon adalah faktor lain yang memicu migrain. Meskipun demikian, ada beberapa kasus yang menyatakan bahwa pengobatan hormonal dapat menyembuhkan migrain.

9. Perubahan hormon

Faktor lain yang dapat memicu migrain adalah perubahan hormon. Perubahan hormon pada wanita merupakan hal yang sangat umum. Banyak wanita yang mengalami migrain sebelum periode menstruasi mereka. Migrain tidak hanya terjadi pada saat mendekati menstruasi, namun juga pada kehamilan dan menopause.

10. Stimulasi sensorik

Faktor lain yang memicu migrain adalah stimulasi sensorik. Stimulasi sensorik terjadi ketika manusia melihat benda yang sangat terang, mendengar suara yang sangat keras, atau mencium bau yang sangat menyengat.

11. Faktor genetik

Faktor genetik bisa menjadi penyebab terjadinya migrain. Seseorang di dalam keluarga yang memiliki riwayat migrain bisa saja terjadi dengan anggota keluarga lain.

12. Faktor usia

Penyebab lain migrain adalah faktor usia. Siapa saja berpotensi mengalami migrain tanpa memandang usia.

13. Faktor jenis kelamin

Migrain juga terjadi karena faktor jenis kelamin. Sebelum mencapai pubertas, pria lebih sering mengalami migrain dari wanita. Namun wanita lebih sering mengalami migrain setelah mencapai pubertas.

14. Faktor cuaca

Perubahan dan tekanan udara cuaca bisa menimbulkan seseorang mengalami migrain.

15. Tekanan pada aktivitas

Faktor lain yang memungkinkan seseorang mengalami migrain adalah tekanan pada aktivitas seperti olahraga yang berat atau secara berlebihan.

16. Penggunaan obat secara berlebihan

Penggunaan obat secara berlebihan juga merupakan faktor lain yang memicu migrain. Anda sebaiknya tanyakan dokter agar memperoleh obat yang tepat untuk mencegah migrain.

Penyebab migrain pada umumnya dapat dicegah dengan pola makan yang teratur. Anda perlu konsumsi makanan yang sehat seperti buah-buahan dan sayuran. Selain itu, Anda sebaiknya berolahraga dengan teratur, dan jangan memaksakan diri untuk melakukan hal yang berat seperti mengangkat beban jika tidak sanggup.

Read More

Kanker Prostat & Dua Penyakit Lain yang Terkesan Serupa

Organ reproduksi menjadi salah satu aset vital di dalam tubuh seorang manusia. Namun, organ ini rentan sekali terserang sesuatu yang bisa mengganggu kerjanya, hingga merusaknya. Pria dan wanita sama-sama memiliki risiko itu. Jika pada wanita, barangkali, penyakit di organ reproduksi yang paling populer adalah kanker serviks, pria memiliki momok yaitu kanker prostat.

Kanker prostat menjadi populer lantaran kuantitas pengidapnya amat banyak di seluruh dunia. Menurut data organisasi kesehatan dunia (WHO), kanker prostat adalah kasus kanker paling umum yang menempati urutan kedua—setelah kanker paru—pada pria. Diperkirakan sekitar 1,1 juta pria di seluruh dunia didiagnosis mengidap kanker prostat dan terdapat 307 ribu kasus kematian pada 2012.

Di Indonesia sendiri, kanker prostat menempati urutan ke-5 sebagai jenis kanker terbanyak, dengan jumlah pengidap sebesar 971 orang pada 2011. Pria usia 70 hingga 79 tahun merupakan kelompok terbanyak yang mengidap penyakit ini.

Ternyata, prostat tidak hanya berisiko terserang kanker. Ada dua jenis penyakit lain yang bisa timbul di prostat. Dua penyakit ini terkesan mirip dengan kanker prostat, meski sebenarnya ada perbedaan di antaranya.

  • Kanker Prostat

Kanker prostat merupakan pertumbuhan sel-sel secara tidak terkendali dalam kelenjar prostat. Gangguan prostat terjadi pada kelenjar kecil di punggung pria yang merupakan bagian dari sistem reproduksi. Prostat berada di bawah kandung kemih di depan rektum. Kelenjar prostat mengelilingi uretra, yaitu saluran yang membawa urine dari kandung kemih ke penis.

Ada kanker prostat yang bersifat agresif dan mampu menyebar dengan cepat. Namun, pada umumnya, kanker prostat tumbuh secara perlahan dan tidak menyebar.

Kondisi kesehatan ini terjadi karena mutasi DNA bertumbuh ganas dan membelah diri lebih cepat dibanding sel normal, sehingga menjadikannya sel kanker. Penyebab mutasi DNA sel kanker belum diketahui pasti, tetapi pada umumnya dipicu oleh beberapa faktor risiko.

  • BPH (Pembesaran atau Pembengkakan Prostat)

Benign prostatic hyperplasia (BPH) atau yang lebih dikenal sebagai pembesaran prostat jinak, juga merupakan kondisi prostat yang membesar akibat pertumbuhan sel prostat yang berlebihan. Bedanya, BPH adalah jenis tumor non-kanker.

Walau penyebab benign prostatic hyperplasia masih belum diketahui secara pasti, dipercaya bahwa perubahan dalam keseimbangan hormon dan faktor pertumbuhan sel dapat menyebabkan pembengkakan prostat.

  • Perbedaan antara kanker prostat dan BPH adalah jenis sel tumornya. Tidak semua tumor dapat dikatakan kanker, begitu pun sebaliknya. Pada dasarnya, tumor adalah pertumbuhan sel yang tidak normal pada bagian tubuh tertentu. Tumor terjadi jika sel-sel tubuh membelah dan tumbuh secara berlebihan.

Apabila pertumbuhan sel tersebut hanya terjadi pada bagian tubuh tertentu dan tidak menyebar, maka hal tersebut adalah tumor jinak. Sementara sel tumor yang menyebar ke bagian tubuh lain disebut dengan tumor ganas atau kanker.

Kanker prostat terjadi akibat pertumbuhan tumor ganas di kelenjar prostat. Karena sifat tumornya ganas, sel kanker prostat bisa bertumbuh sangat cepat dan menyebar ke bagian tubuh lainnya. Sementara itu, BPH adalah pertumbuhan sel tumor jinak (tidak bersifat kanker). Sel tumor jinak hanya tumbuh dan menetap pada salah satu bagian tubuh saja.

Selain kanker prostat dan BPH, ada satu lagi penyakit yang menyasar prostat sebagai “korban”-nya. Penyakit itu adalah prostatitis. Berikut selayang pandang mengenai prostatitis dan hubungannya dengan dua penyakit sebelumnya.

  • Prostatitis

Prostatitis merupakan gangguan peradangan (inflamasi) yang terjadi pada kelenjar prostat, yaitu kelenjar yang memproduksi cairan mani yang berfungsi untuk memberi makan dan membawa sperma. Prostatitis dapat terjadi pada semua laki-laki dari segala usia, tetapi biasanya terjadi di bawah usia 50 tahun.

Prostatitis paling sering terjadi pada pria berusia 30-50 tahun. Inflamasi pada prostat tersebut dapat disebabkan oleh bakteri akut atau kronis, sindrom nyeri panggul kronis atau prostatodynia, serta yang disebabkan oleh inflamasi asimtomatik. Prostatitis yang terjadi dapat menyebabkan nyeri pada prostat dan area pelvik.

Prostatitis dibagi menjadi empat jenis, yaitu prostatitis bakteri akut, prostatitis bakteri kronis, chronic prostatitis/chronic pelvic syndrome (CP/CPPS), dan asymptomatic. Dikarenakan kondisi-kondisi tersebut penyebab dan gejalanya berbeda, pengobatannya pun akan berbeda.

  • Seseorang yang mengidap prostatitis memiliki risiko lebih untuk menderita kanker prostat pula jika dibandingkan dengan mereka yang tidak mengalami gangguan pada prostatnya. Gangguan inflamasi pada prostat tersebut dapat berkembang dan menyebabkan masalah lain, sehingga menjadi lebih rentan. Seseorang dengan prostatitis dapat terhindar dari kanker prostat dengan meningkatkan kewaspadaan melalui perawatan prostatnya.

Metode perawatan itu termasuk pemeriksaan prostate-specific antigen (PSA) dan jika diperlukan dapat berlanjut dengan biopsi prostat. Seseorang juga dapat melakukan terapi hormon agar gejala prostatitis tidak berkembang dan gangguan tersebut tidak berubah menjadi kanker.

Kira-kira itulah tiga penyakit yang bisa saja menyasar prostat sebagai bagian penting dalam sistem reproduksi Anda. Jika Anda mulai merasakan keluhan di sekitar alat vital, jangan sungkan untuk segera mendatangi tenaga medis.

Jangan sampai gejala-gejala awal yang diabaikan berkembang dengan cepat dan justru telah berubah menjadi kanker prostat yang amat menakutkan itu. Jauhi pula faktor-faktor risiko yang bisa menimbulkan masalah pada organ sistem reproduksi Anda.

Read More

Dukungan Emosional yang Dibutuhkan Para Pengidap HIV/AIDS

Bayangan menjadi orang yang harus mendampingi teman atau kerabat pengidap HIV mungkin akan tampak melelahkan, tetapi itu mungkin juga tidak terjadi. Apalagi jika proses pendampingan dilakukan dengan tulus tidak hanya secara fisik, melainkan juga secara emosional. Dukungan emosional ini sangatlah penting bagi kesehatan psikologis dan fisik orang yang Anda cintai. Bahkan energi positif yang Anda berikan ini juga akan memberikan dampak langsung pada diri Anda sendiri sebagai pendamping. Berikut ini adalah beberapa tips  sederhana dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat tentang bagaimana cara mendukung seseorang dengan HIV secara emosional.

Biarkan Pengidap HIV Bertanggung Jawab Atas Dirinya Sendiri

Dorong penderita untuk terlibat dengan perawatannya sendiri. Kebanyakan orang akan risih jika selalu diurusi dan dibantu, hanya karena mereka sakit. Padahal, dengan membiarkan mereka melakukan kebutuhan dan keperluannya sendiri, mereka akan merasa lebih mampu dalam berjuang untuk dirinya sendiri. Kalau pun Anda harus membantu, pastikan untuk selalu menanyakan apa yang ia ingin lakukan sendiri sehingga tidak membuatnya merasa seperti orang yang lemah dan tidak bisa melakukan apa-apa.

Mintalah pengidap HIV untuk berkontribusi pada pekerjaan rumah tangga. Seperti orang-orang pada umumnya, seorang dengan HIV ingin merasa berguna dan menjadi bagian dari kelompok yang lebih besar. Dengan pengobatan yang tepat, kebanyakan orang dengan HIV dapat hidup dengan cukup baik serta mampu mengikuti tanggung jawab sehari-hari selama bertahun-tahun.

Sertakan Pengidap HIV dalam Berbagai Aktivitas Sosial di Luar Rumah Tangga
Menghabiskan banyak waktu di tempat tidur kerap menimbulkan rasa tidak nyaman bagi mereka para pengidap HIV. Tanpa disadari, ini malah dapat memicu tubuhnya untuk menjadi semakin lemah dan parah. Untuk itu, cobalah libatkan ia dalam melakukan beragam aktivitas sosial di luar rumah tangga. Momen seperti ini penting untuk membuat pengidap merasa menjadi bagian dari masyarakat biasa dan memiliki kesempatan untuk berbagi dalam hubungan sosial.

Dalam hal ini, kegiatan sosial yang bisa Anda lakukan tidak harus rumit, misalnya dengan mengundang orang teman atau keluarga untuk melakukan sesuatu yang sederhana seperti menonton film atau memasak bersama. Namun, pastikan bahwa orang-orang yang akan ikut berkumpul bersama memang merupakan orang-orang terdekat di mana pengidap dapat merasa nyaman berbicara tentang penyakitnya.

Berinteraksi dengan Normal

Tidak sedikit orang yang masih kekurangan informasi mengenai penyebaran HIV. Bahkan mitos penularan melalui keringat juga kerap membuat sebagian orang takut untuk menyentuh orang dengan HIV. Inilah yang sering membuat para penderita menjadi merasa terisolasi dan dikucilkan. Itulah sebabnya Anda harus dapat menambah pemahaman diri mengenai penyakit ini.

Selain itu, bantulah ia dengan memberikan edukasi pada orang-orang sekitar agar tidak merasa takut dan khawatir dengan penyebaran virus ini. Jelaskan bahwa kontak biasa tidak mungkin dapat menyebarkan HIV dari satu orang ke orang lain. Sentuhan kulit biasa, baik itu menggosok punggung, berpegangan tangan, atau berpelukan sama sekali tidak akan menularkan virus. Sebaliknya, cara-cara ini dapat menjadi media yang ampuh untuk mengkomunikasikan cinta dan pengertian.

Banyak penelitian yang mengungkap bahwa optimisme berkontribusi besar pada kesehatan menyeluruh seorang pengidap HIV. Itulah sebabnya, hindari untuk membuatnya merasa bahwa dirinya sakit dan tidak normal. Pastikan untuk selalu memperlakukannya dengan baik seperti halnya Anda berinteraksi dan memperlakukan orang pada umumnya. Ajak pula ia untuk dapat lebih produktif dalam menjalani strategi penanganan yang lebih cepat, efektif, dan positif untuk menangani penyakitnya. Dengan melibatkannya dalam berbagai kegiatan akan membuatnya merasa berguna dan mampu menemukan makna dalam kegiatan sehari-harinya.

Temukan Komunitas yang Tepat untuk Berbagi Terakhir, jangan lupa untuk mengajaknya pada komunitas untuk membuatnya merasa tidak sendiri dalam menghadapi penyakit ini. Tunjukkan padanya bahwa HIV tidak hanya musuh untuknya, tapi untuk banyak orang termasuk Anda yang mendampinginya. Katakan padanya agar tidak takut dan khawatir karena ia akan selalu menemukan teman dan pendamping dalam menjalani semuanya.

Read More

Inilah Melanoma, Salah Satu Jenis Kanker Kulit yang Langka

Melanoma adalah salah satu jenis kanker kulit yang terjadi pada saat sel kanker mulai tumbuh di melanosit (sel yang menghasilkan melanin). Ini adalah sel yang memberikan warna pada kulit Anda. Melanoma dapat terjadi di semua bagian kulit, bahkan mata sekalipun. Meskipun kasusnya tergolong langka, dokter menemukan peningkatan jumlah penderita menderita penyakit ini dibandingkan sebelumnya.

Jika seseorang telah didiagnosis memiliki kanker kulit ini, dokter akan melakukan serangkaian tes untuk menentukan banyaknya melanoma yang tersebar dari seberapa besar tumornya. Dokter akan memberikan informasi ini untuk menetapkan stadium ke jenis kanker. Setidaknya ada 5 tahapan utama melanoma, dari tahap 0 hingga stadium 4. Semakin tinggi angkanya, maka semakin ganas kankernya.

Dengan menggunakan metode pemetaan pada pasien, dokter dengan mudah memahami pengobatan dan prognosis mereka. Pemetaan ini menyediakan rujukan cepat untuk membantu dokter berkomunikasi satu sama lain mengenai rencana perawatan dengan pasien.

Dokter akan merekomendasikan sejumlah pengujian untuk menentukan keberadaan dan intensitas penyebaran melanoma ini. Metode ini termasuk:

  1. Pemeriksaan fisik
    Melanoma bisa tumbuh di berbagai bagian kulit. Inilah sebabnya dokter sering merekomendasikan pemeriksaan kulit menyeluruh, termasuk pada kuit kepala dan jari-jari kaki serta tangan. Dokter juga akan menanyakan tentang perubahan terbaru pada kulit atau tahi lalat Anda.

  2. CT Scan
    Pemeriksaan ini dapat menampilkan gambaran tubuh untuk mengidentifikasi adanya tanda-tanda potensial tumor dan penyebaran tumor.

  3. MRI (Magnetic Resonance Imaging)
    Pemindaian ini menggunakan energy magnetic dan gelombang radio untuk menghasilkan gambar. Seorang dokter dapat mengatur bahan radioaktif yang dikenal sebagai gadolinium yang menyoroti sel-sel kanker.
  4. Pemindaian PET (Positron Emission Tomography)
    Pemeriksaan ini dilakukan dengan menguji tubuh menggunakan gula darah untuk energi karena banyak tumor akan mengonsumsi gula daah lebih banyak, mereka sering muncul sebagai titik terang dari kanker.

  5. Tes darah
    Penderita melanoma akan memiliki kadar enzim dehigrogenase laktat yang lebih tinggi daripada normal.

  6. Biopsi
    Dokter mungkin akan mengambil sampel dari lesi yang berpotensi kanker serta kelenjar getah bening di dekatnya.

Dokter paling merujuk pada istilah dari American Joint Coimmitte on Cancer (AJCC) dengan sistem TNM. Setiap huruf dari sistem ini memiliki arti tersendiri.

T berarti tumor. Semakin besar tumor yang tumbuh, semakin luas pula dampaknya. Dokter akan menetapkan skor untuk T ini berdasarkan ukuran melanoma. T0 tidak dapat menjadi bukti adanya tumor primer, sedangkan T1 adalah melanoma yang tebalnya sekitar 1,0 milimeter. Melanoma dengan kode T4 memiliki ukuran 4,0 milimeter.

N mewakili kelenjar getah bening. Jika kanker kulit menyebar ke kelenjar getah bening, hal ini akan menjadi sesuatu yang serius. NX adalah ketika dokter tidak dapat menilai nodus regional, sementara N0 adalah saat dokter tidak dapat penyebaran kanker ke kelenjar getah bening. Kondisi N3 menunjukkan kanker yang telah menyebar ke sebagian kelenjar getah bening.

M menggambarkan metastasis. Jika kanker menyebar ke organ lain, prognosis biasanya akan menjadi lebih buruk. Penandaan M0 dilakukan saat tidak adanya bukti metastasis. Sementara itu, M1A merupakan saat kanker kulit telah menyebar ke paru-paru. M1C memperlihatkan kanker yang menyebar ke organ lain.

Bagaimana cara mencegah penyakit ini? Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terserang melanoma.

  • Hindari paparan sinar matahari secara berlebihan dan tetap berada di tempat teduh.
  • Menahan diri dari menggunakan tanning bed mendapatkan warna kulit tertentu.
  • Gunakan tabir surya, memakai topi, dan kacamata hitam untuk melindungi diri dari sinar matahari.
  • Lakukan pemeriksaan kulit secara teratur untuk mengantisipasi adanya tanda perubahan tahi lalat.
Read More