Category Penyakit

Dukungan Emosional yang Dibutuhkan Para Pengidap HIV/AIDS

Bayangan menjadi orang yang harus mendampingi teman atau kerabat pengidap HIV mungkin akan tampak melelahkan, tetapi itu mungkin juga tidak terjadi. Apalagi jika proses pendampingan dilakukan dengan tulus tidak hanya secara fisik, melainkan juga secara emosional. Dukungan emosional ini sangatlah penting bagi kesehatan psikologis dan fisik orang yang Anda cintai. Bahkan energi positif yang Anda berikan ini juga akan memberikan dampak langsung pada diri Anda sendiri sebagai pendamping. Berikut ini adalah beberapa tips  sederhana dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat tentang bagaimana cara mendukung seseorang dengan HIV secara emosional.

Biarkan Pengidap HIV Bertanggung Jawab Atas Dirinya Sendiri

Dorong penderita untuk terlibat dengan perawatannya sendiri. Kebanyakan orang akan risih jika selalu diurusi dan dibantu, hanya karena mereka sakit. Padahal, dengan membiarkan mereka melakukan kebutuhan dan keperluannya sendiri, mereka akan merasa lebih mampu dalam berjuang untuk dirinya sendiri. Kalau pun Anda harus membantu, pastikan untuk selalu menanyakan apa yang ia ingin lakukan sendiri sehingga tidak membuatnya merasa seperti orang yang lemah dan tidak bisa melakukan apa-apa.

Mintalah pengidap HIV untuk berkontribusi pada pekerjaan rumah tangga. Seperti orang-orang pada umumnya, seorang dengan HIV ingin merasa berguna dan menjadi bagian dari kelompok yang lebih besar. Dengan pengobatan yang tepat, kebanyakan orang dengan HIV dapat hidup dengan cukup baik serta mampu mengikuti tanggung jawab sehari-hari selama bertahun-tahun.

Sertakan Pengidap HIV dalam Berbagai Aktivitas Sosial di Luar Rumah Tangga
Menghabiskan banyak waktu di tempat tidur kerap menimbulkan rasa tidak nyaman bagi mereka para pengidap HIV. Tanpa disadari, ini malah dapat memicu tubuhnya untuk menjadi semakin lemah dan parah. Untuk itu, cobalah libatkan ia dalam melakukan beragam aktivitas sosial di luar rumah tangga. Momen seperti ini penting untuk membuat pengidap merasa menjadi bagian dari masyarakat biasa dan memiliki kesempatan untuk berbagi dalam hubungan sosial.

Dalam hal ini, kegiatan sosial yang bisa Anda lakukan tidak harus rumit, misalnya dengan mengundang orang teman atau keluarga untuk melakukan sesuatu yang sederhana seperti menonton film atau memasak bersama. Namun, pastikan bahwa orang-orang yang akan ikut berkumpul bersama memang merupakan orang-orang terdekat di mana pengidap dapat merasa nyaman berbicara tentang penyakitnya.

Berinteraksi dengan Normal

Tidak sedikit orang yang masih kekurangan informasi mengenai penyebaran HIV. Bahkan mitos penularan melalui keringat juga kerap membuat sebagian orang takut untuk menyentuh orang dengan HIV. Inilah yang sering membuat para penderita menjadi merasa terisolasi dan dikucilkan. Itulah sebabnya Anda harus dapat menambah pemahaman diri mengenai penyakit ini.

Selain itu, bantulah ia dengan memberikan edukasi pada orang-orang sekitar agar tidak merasa takut dan khawatir dengan penyebaran virus ini. Jelaskan bahwa kontak biasa tidak mungkin dapat menyebarkan HIV dari satu orang ke orang lain. Sentuhan kulit biasa, baik itu menggosok punggung, berpegangan tangan, atau berpelukan sama sekali tidak akan menularkan virus. Sebaliknya, cara-cara ini dapat menjadi media yang ampuh untuk mengkomunikasikan cinta dan pengertian.

Banyak penelitian yang mengungkap bahwa optimisme berkontribusi besar pada kesehatan menyeluruh seorang pengidap HIV. Itulah sebabnya, hindari untuk membuatnya merasa bahwa dirinya sakit dan tidak normal. Pastikan untuk selalu memperlakukannya dengan baik seperti halnya Anda berinteraksi dan memperlakukan orang pada umumnya. Ajak pula ia untuk dapat lebih produktif dalam menjalani strategi penanganan yang lebih cepat, efektif, dan positif untuk menangani penyakitnya. Dengan melibatkannya dalam berbagai kegiatan akan membuatnya merasa berguna dan mampu menemukan makna dalam kegiatan sehari-harinya.

Temukan Komunitas yang Tepat untuk Berbagi Terakhir, jangan lupa untuk mengajaknya pada komunitas untuk membuatnya merasa tidak sendiri dalam menghadapi penyakit ini. Tunjukkan padanya bahwa HIV tidak hanya musuh untuknya, tapi untuk banyak orang termasuk Anda yang mendampinginya. Katakan padanya agar tidak takut dan khawatir karena ia akan selalu menemukan teman dan pendamping dalam menjalani semuanya.

Read More

Inilah Melanoma, Salah Satu Jenis Kanker Kulit yang Langka

Melanoma adalah salah satu jenis kanker kulit yang terjadi pada saat sel kanker mulai tumbuh di melanosit (sel yang menghasilkan melanin). Ini adalah sel yang memberikan warna pada kulit Anda. Melanoma dapat terjadi di semua bagian kulit, bahkan mata sekalipun. Meskipun kasusnya tergolong langka, dokter menemukan peningkatan jumlah penderita menderita penyakit ini dibandingkan sebelumnya.

Jika seseorang telah didiagnosis memiliki kanker kulit ini, dokter akan melakukan serangkaian tes untuk menentukan banyaknya melanoma yang tersebar dari seberapa besar tumornya. Dokter akan memberikan informasi ini untuk menetapkan stadium ke jenis kanker. Setidaknya ada 5 tahapan utama melanoma, dari tahap 0 hingga stadium 4. Semakin tinggi angkanya, maka semakin ganas kankernya.

Dengan menggunakan metode pemetaan pada pasien, dokter dengan mudah memahami pengobatan dan prognosis mereka. Pemetaan ini menyediakan rujukan cepat untuk membantu dokter berkomunikasi satu sama lain mengenai rencana perawatan dengan pasien.

Dokter akan merekomendasikan sejumlah pengujian untuk menentukan keberadaan dan intensitas penyebaran melanoma ini. Metode ini termasuk:

  1. Pemeriksaan fisik
    Melanoma bisa tumbuh di berbagai bagian kulit. Inilah sebabnya dokter sering merekomendasikan pemeriksaan kulit menyeluruh, termasuk pada kuit kepala dan jari-jari kaki serta tangan. Dokter juga akan menanyakan tentang perubahan terbaru pada kulit atau tahi lalat Anda.

  2. CT Scan
    Pemeriksaan ini dapat menampilkan gambaran tubuh untuk mengidentifikasi adanya tanda-tanda potensial tumor dan penyebaran tumor.

  3. MRI (Magnetic Resonance Imaging)
    Pemindaian ini menggunakan energy magnetic dan gelombang radio untuk menghasilkan gambar. Seorang dokter dapat mengatur bahan radioaktif yang dikenal sebagai gadolinium yang menyoroti sel-sel kanker.
  4. Pemindaian PET (Positron Emission Tomography)
    Pemeriksaan ini dilakukan dengan menguji tubuh menggunakan gula darah untuk energi karena banyak tumor akan mengonsumsi gula daah lebih banyak, mereka sering muncul sebagai titik terang dari kanker.

  5. Tes darah
    Penderita melanoma akan memiliki kadar enzim dehigrogenase laktat yang lebih tinggi daripada normal.

  6. Biopsi
    Dokter mungkin akan mengambil sampel dari lesi yang berpotensi kanker serta kelenjar getah bening di dekatnya.

Dokter paling merujuk pada istilah dari American Joint Coimmitte on Cancer (AJCC) dengan sistem TNM. Setiap huruf dari sistem ini memiliki arti tersendiri.

T berarti tumor. Semakin besar tumor yang tumbuh, semakin luas pula dampaknya. Dokter akan menetapkan skor untuk T ini berdasarkan ukuran melanoma. T0 tidak dapat menjadi bukti adanya tumor primer, sedangkan T1 adalah melanoma yang tebalnya sekitar 1,0 milimeter. Melanoma dengan kode T4 memiliki ukuran 4,0 milimeter.

N mewakili kelenjar getah bening. Jika kanker kulit menyebar ke kelenjar getah bening, hal ini akan menjadi sesuatu yang serius. NX adalah ketika dokter tidak dapat menilai nodus regional, sementara N0 adalah saat dokter tidak dapat penyebaran kanker ke kelenjar getah bening. Kondisi N3 menunjukkan kanker yang telah menyebar ke sebagian kelenjar getah bening.

M menggambarkan metastasis. Jika kanker menyebar ke organ lain, prognosis biasanya akan menjadi lebih buruk. Penandaan M0 dilakukan saat tidak adanya bukti metastasis. Sementara itu, M1A merupakan saat kanker kulit telah menyebar ke paru-paru. M1C memperlihatkan kanker yang menyebar ke organ lain.

Bagaimana cara mencegah penyakit ini? Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terserang melanoma.

  • Hindari paparan sinar matahari secara berlebihan dan tetap berada di tempat teduh.
  • Menahan diri dari menggunakan tanning bed mendapatkan warna kulit tertentu.
  • Gunakan tabir surya, memakai topi, dan kacamata hitam untuk melindungi diri dari sinar matahari.
  • Lakukan pemeriksaan kulit secara teratur untuk mengantisipasi adanya tanda perubahan tahi lalat.
Read More