Category Kesehatan Mental

Agar Tak Merugikan, Lakukan 5 Cara Meredam Amarah Ini

cara meredam amarah

Sebagai bagian dari emosi, amarah sebetulnya sangat normal dirasakan seseorang. Wajar sekali bila ada kondisi tertentu yang membuat Anda marah. Hanya saja, jika emosi tersebut memiliki kecenderungan jadi agresif, Anda mungkin perlu memikirkan cara meredam amarah agar tidak berujung terjadi hal yang tidak diharapkan.

Meskipun sama-sama bagian dari emosi, marah tidak dilihat sama seperti bahagia atau jenis emosi positif lainnya. Potensi menjadi agresif tersebut yang membuat amarah dinilai lebih negatif.

Meski demikian, amarah sebenarnya bisa juga menghasilkan hal positif. Banyak perubahan sosial atau pergerakan sosial yang terjadi akibat rasa marah.

Titik berat positif atau tidaknya emosi marah ini adalah pada perilaku yang muncul. Jika memicu perilaku agresif dan tidak terkendali, maka jelas emosi ini digolongkan negatif. Bentuk-bentuk kemarahan yang merugikan antara lain berteriak kepada orang lain, melakukan tindakan merusak, bahkan memukul atau melakukan tindakan kekerasan lainnya.

Tidak semua amarah berujung agresi. Beberapa orang justru melakukan hal yang sangat berlawanan ketika marah, menyepi misalnya.

Cara meredam amarah

Perlu dipahami, Anda boleh merasa marah. Namun, bila cenderung merugikan, amarah tersebut perlu dikendalikan. Berikut ini cara meredam amarah yang dapat Anda terapkan.

1. Menyadari rasa marah

Kesadaran pertama yang perlu dimiliki adalah merasa marah itu wajar. Terimalah emosi tersebut, ketika Anda sedang marah.

Selanjutnya, khusus untuk kemarahan yang tidak terkendali, Anda juga perlu menyadari bahwa hal tersebut kurang baik. Sadarilah bahwa menganggap marah sebagai penyelesaian sungguh tidak menyelesaikan persoalan, justru memunculkan masalah baru.

2. Dirasakan, bukan dilampiaskan

Saat ada hal yang membuat Anda marah, duduklah sejenak dan ambil jeda. Tarik napas dalam dan rasakan kemarahan tersebut. Dirasakan dan diakui penyebabnya, sambil bertahan agar tidak melampiaskannya dengan cara-cara agresif.

Ingatkan diri Anda bahwa melakukan tindakan agresif hanya akan membuat Anda menyesal kemudian.

3. Amati kondisi tubuh dan pikiran

Apakah Anda menyadari kondisi fisik dan mental Anda sangat berhubungan dengan cara Anda merespon keadaan? Ketika stres atau kelelahan, orang bisa cenderung lebih mudah marah. Hal-hal sepele dapat membuatnya marah, padahal dalam keadaan normal tidak.

Jadi, mengamati dan memenuhi kebutuhan fisik dan mental Anda juga merupakan salah satu cara meredam amarah. Contoh, jika lelah, beristirahatlah agar tidak mudah marah, atau saat lapar, makanlah terlebih dahulu agar kemarahan tidak meluap-luap.

4. Berusaha lebih empati

Pada banyak kasus, seseorang merasa marah karena tidak dapat memahami orang lain. Sehingga ada kecenderungan tidak bisa menerima dan menyalahkan orang lain. Oleh sebab itu, berusaha lebih empati dapat menjadi cara meredam amarah yang efektif.

Sebagai contoh, saat Anda marah kepada pasangan karena hal tertentu. Sebelum Anda melakukan tindakan konfrontasi, ada baiknya berhenti sejenak dan memikirkan alasan pasangan melakukan hal tersebut atau jika ada di posisi pasangan Anda, akankah Anda melakukan hal yang sama? Berusaha lebih empati biasanya cukup berhasil untuk membuat seseorang tidak mudah marah.

5. Melakukan aktivitas fisik

Sudah cukup banyak penelitian yang menunjukkan bahwa berolahraga dapat mengurangi stres. Itulah sebabnya, melakukan aktivitas fisik atau berolahraga juga disarankan sebagai alternatif cara meredam amarah. Anda dapat berjalan kaki, bersepeda, berlari, berenang, atau olahraga lain yang lebih menenangkan, seperti yoga.

Apabila tips cara meredam amarah tersebut tidak juga bisa membantu Anda dalam mengendalikan amarah, mungkin ada baiknya Anda berkonsultasi pada tenaga profesional. Barangkali Anda memang membutuhkan intervensi, terapi perilaku kognitif misalnya.

Read More