Category Kehamilan

Takut akan Hal-Hal Berikut saat Hamil? Tenang, Anda Tidak Sendiri

Cemas saat hamil itu wajar karena seorang ibu tentu tidak menginginkan hal-hal buruk terjadi pada calon bayinya. Sebelum khawatir berlebih, simak beberapa hal yang biasanya menjadi ketakutan terbesar saat hamil dan fakta yang sebenarnya.

1.Takut Keguguran

Fakta:  Hampir semua kehamilan berjalan lancar dan bayi lahir sehat. Kurang dari 20 persen kehamilan yang berakhir dengan keguguran. Sebagian besar keguguran pun terjadi pada minggu-minggu pertama. Penyebabnya karena saat itu banyak wanita tidak tahu bahwa dia sedang hamil, ataupun keguguran.

Setelah kehamilan berusia 6-8 minggu dan dokter bisa mendeteksi detak jantung bayi, risiko keguguran turun sekitar 5 persen.

2. Bayi Kurang Nutrisi karena Morning Sickness

Fakta: Morning sickness tidak menimbulkan kekurangan nutrisi ataupun memengaruhi janin. Kecuali, jika ibu hamil dehidrasi parah atau lemas hingga butuh pertolongan dokter.

Solusinya, jangan lupa minum vitamin penunjang kehamilan dan biasakan makan sedikit namun sering. Jika terus menerus muntah, dokter bisa memberikan obat anti mual yang aman. Biasanya morning sickness ini akan berakhir setelah kehamilan menginjak empat bulan.

3. Makan atau Minum yang Membahayakan Janin

Fakta: Banyak ibu hamil terlalu ketakutan apakah hal ini aman, hal itu aman? Khawatir berlebihan tentu tidak baik. Berkonsultasilah dengan dokter tentang apa saja yang sebaiknya dihindari.

Memang ada beberapa hal yang harus diwaspadai, misalnya makan keju tak berpasteurisasi atau mewarnai rambut. Namun, biasanya kemungkinan membuat keguguran sangat kecil .

4. Stres Berdampak pada Bayi

Fakta: Banyak riset menunjukkan bahwa stres ringan berdampak kecil dan sesekali saja pada janin. Namun stres yang parah dan akut bisa meningkatkan risiko seperti bayi lahir prematur.

Namun, hal ini bisa diatasi. Jika Anda mudah tegang, coba lebih rileks. Usahakan untuk menemukan cara menenangkan diri seperti ngobrol bersama suami, tidur lebih awal, mendengarkan musik, dan lain-lain.

5. Bayi Lahir Cacat

Fakta: Risiko bayi lahir cacat adalah empat persen. Angka tersebut termasuk kelainan-kelainan serius dari ribuan macam ketidaknormalan. Banyak di antaranya adalah kelainan kecil. Seperti pada kuku kaki atau jantung yang kecil (namun menjadi normal setelah kelahiran).

Untuk menghindarinya, konsumsi multivitamin dengan asam folat sebelum kehamilan. Lalu, minum vitamin kehamilan setiap hari untuk mengurangi risiko kelainan otak atau tulang belakang.

6. Melahirkan Prematur

Fakta: Melahirkan secara prematur bisa jadi ketakutan terbesar saat hamil. Tetapi, lebih dari 70 persen bayi prematur lahir antara 34-36 minggu kehamilan. Cukup jauh dari risiko komplikasi serius atau memiliki masalah perkembangan. 

Cara menurunkan risiko melahirkan prematur adalah dengan stop merokok dan minum minuman beralkohol. Selain itu, Anda harus rajin memeriksakan kehamilan dan mengonsumsi suplemen asam folat untuk kehamilan.

7. Berat badan tak akan Turun

Menurut penelitian, 14-20 persen wanita sulit menurunkan berat badan usai kehamilan. Tapi kondisi tersebut bisa diatasi.

Pertama, usahakan tidak melebihi kenaikan berat badan yang disarankan (sekitar 11,5-16 kg jika berat badan ibu normal). Melebihi batasan akan lebih sulit kembali langsing.

Kedua, menyusui. Metabolisme tubuh meningkat dengan menyusui, sehingga membantu kembali langsing.

Ketiga, setelah mendapat izin dokter, lakukan olahraga. Mereka yang diet dan olahraga lebih besar kemungkinan kembali langsing daripada yang hanya diet. Jadi, tak perlu lagi cemas berlebihan, ya

Read More

Kehamilan Dapat Mengubah Hubungan Anda dan Pasangan

Pada saat hamil, seorang wanita akan mengalami perubahan bentuk tubuh cukup drastis. Perubahan tersebut berupa payudara semakin membesar, perut lebih lebar, dan pergelangan kaki yang membengkak. Perubahan bentuk tubuh ini pun dapat memengaruhi hubungan dengan pasangan. Sederhananya, cinta dan kehamilan bisa menjadi kombinasi yang rumit.

Pada saat kehamilan ini, pasangan suami istri harus bisa saling menjaga perasaan masing-masing dan saling memahami satu sama lain. Berikut ini adalah lima hal dalam kehamilan yang dapat mengubah hubungan pasangan suami istri!

Lebih Manja Terhadap Pasangan

Hormon kehamilan yang mengalir melalui tubuh dapat memiliki dampak besar pada emosi wanita hamil dan memicu perasaan panik. Hal itu senada dengan ungkapan Cathy O’Neil, salah satu penulis buku Baby proofing Your Marriage,bahwa banyak wanita mengalami ketakutan akan ditinggalkan selama awal kehamilan. Bahkan wanita paling mandiri sekalipun mengkhawatirkan suaminya akan pergi atau terluka dalam kecelakaan.

Ketakutan tersebut sering menyebabkan wanita hamil membuat permintaan aneh dan tidak masuk akal, seperti memeriksa keadaan pasangan setiap 30 menit sekali. Jika Anda mengalami kecemasan emosi seperti ini sebaiknya katakan langsung dengan pasangan Anda.

Biarkan pasangan tahu jika Anda sangat membutuhkan pelukan dan perhatian ekstra. Dan sebagai pasangan wanita hamil, Anda tidak perlu khawatir karena semua kekhawatiran istri Anda wajar. Justru sebaiknya berikanlah perhatian dan pelukan hangat agar ia merasa tenang.

Tidak Memiliki Perasaan yang Sama

Begitu seorang wanita mengetahui jika dirinya hamil, secara otomatis Ia akan merasa menjadi seorang Ibu. Namun hal ini tidak dirasakan oleh pasangannya, suami tidak lantas merasa menjadi Ayah sebelum bersuka cita menggendong bayi.

Menurut O’neil, hal ini bukan berarti pasangan tidak bersemangat menjadi orang tua. Hanya saja suami tidak merasakan kedekatan yang sama dengan situasi yang Anda rasakan. Saat dihadapkan pada situasi seperti ini cobalah untuk tidak merasa kesal.

Pasangan Merasa Diabaikan

Saat masa kehamilan, seorang wanita akan cenderung fokus memperhatikan bayi yang ada dalam kandungannya. Sehingga, terkadang pasangan merasa diabaikan dan tidak mendapatkan perhatian seperti biasanya. Agar pasangan tidak merasa diabaikan ajaklah ia untuk mulai berbicara dengan calon bayi Anda.

Selain itu, sisihkan waktu luang Anda untuk membuat makanan favorit pasangan. Atau mengajaknya menonton film favorit selepas suami pulang kerja. Cara-cara tersebut dapat membuat pasangan tetap merasa nomor satu dan tidak diabaikan.

Keintiman akan Meningkat

Selama masa kehamilan Anda akan merasa semakin dekat secara emosional dengan pasangan. Membiasakan diri dengan fungsi tubuh selama masa kehamilan dan membaginya dengan pasangan akan menjadi sesuatu yang menarik. Saat Anda tiba-tiba merasa mual mungkin tampak sedikit memalukan pada awalnya, tetapi itu akan membuat Anda berdua lebih terhubung dari sebelumnya.

Seks Semakin Jarang dan Berkurang

Ketika perut semakin membesar berhubungan intim pun akan semakin sulit tetapi tetap harus diwujudkan. Menurut Craig Malkin, Ph.D., seorang psikolog di Cambridge, penting menjaga hubungan fisik selama kehamilan. Anda harus membicarakannya dengan pasangan sehingga memperkuat ikatan sebagai pasangan suami istri. Ia juga mengatakan bahwa menemukan gairah di saat kehamilan dan berhubungan kembali secara fisik akan membawa Anda lebih dekat dengan pasangan. Jadi, siapkah Anda dengan perubahan-perubahan dalam hubungan yang terjadi dengan pasangan saat kehamilan?

Read More