Category Hidup Sehat

Manfaat dan Efek Buruk di Balik Minuman Matcha

Matcha atau bubuk green tea digunakan dalam tradisi Jepang untuk upacara minum teh. Tradisi ini sudah dilakukan sejak lebih dari 1,000 tahun yang lalu. Kini, Anda tidak perlu jauh-jauh ke Jepang untuk menikmati matcha. Karena bubuk green tea ini sudah menjadi tren di mana-mana.

Matcha merupakan sejenis green tea, namun ada perbedaan yang cukup menonjol dalam penyajiannya. Green tea dibuat dengan merebus daun teh dengan air, dan lalu daun teh tersebut dibuang pada saat tegukan pertama. Sedangkan matcha atau bubuk green tea adalah daun teh kering yang digiling sehingga menjadi bubuk halus. Bubuk ini kemudian diaduk dalam air hangat untuk membuat minuman dengan rasanya lebih ringan dan halus.

Banyak orang yang ‘menggilai’ matcha, entah dalam bentuk minuman hingga sajian penutup, seperti kue ataupun es krim. Selain rasanya enak, manfaat matcha sudah tidak diragukan lagi, namun apakah Anda tahu bahwa ada risiko di baliknya?

Manfaat dari Bubuk Matcha

Sebuah penelitian menemukan bahwa bubuk green tea ini memiliki manfaat yang lebih besar dari green tea biasa. Antioksidan yang terbukti mempunyai ‘efek antikanker’ yang ada di dalamnya dapat memperlambat sel-sel yang rusak di dalam tubuh.

Matcha pun terbukti berperan dalam melakukan pembakaran lemak. Tak hanya itu para peneliti pun menyebutkan bahwa matcha dapat menurunkan kadar glukosa darah dan meningkatkan antioksidan.

Banyak orang yang beralih ke matcha sebagai alternatif pengganti kopi. Mereka berpendapat bahwa matcha bisa menambah energi yang memberikan efek tenang, tidak seperti kopi. Penelitian dari para ahli juga menunjukan bahwa teh ini dapat merelaksasi otak sekaligus menambah tingkat kewaspadaan.

Apakah Matcha Aman Dikonsumsi?

Riset menemukan bahwa bubuk green tea umumnya tidak mengandung pestisida ataupun logam berat dalam jumlah yang berlebihan. Namun, Anda tetap harus hati-hati dalam mengonsumsinya. Hal ini disebabkan karena daun teh yang tumbuh di daerah perkotaan atau dekat jalan raya mengandung zat timbal yang berbahaya untuk tubuh. Hal ini pun berlaku pada matcha yang berasal dari daun teh.

Terlalu banyak mengonsumsi bubuk green tea tentu tidak baik untuk tubuh. Hal ini bisa membuat Anda berisiko kelebihan herbal atau suplemen, dalam bahasa medis dikenal dengan hepatotoksisitas. Manfaat matcha pun akan berubah menjadi penyebab kerusakan hati. Sebenarnya tidak ada batasan pasti mengenai kadar konsumsi matcha, karena semua orang mempunyai sistem pencernaan yang berbeda-beda.

Hal lain yang membuat Anda harus berpikir dua kali dalam mengonsumsi matcha sering-sering adalah biayanya. Satu sendok teh matcha ini mempunyai harga 10 kali lipat dari secangkir teh seduh biasa. Harga yang tinggi ini biasanya menunjukan kualitas yang lebih tinggi pula.

Read More

Berbagai Masalah Menyusui dan Cara Mengatasinya

Menyusui bermanfaat memberikan asupan nutrisi pada bayi. Namun aktivitas ini tak selamanya berjalan sempurna. Ada masalah-masalah yang umum dialami ibu menyusui. Misalnya, gangguan payudara, yang membuat tidak nyaman.

Oleh karena itu, penting bagi ibu untuk mengetahui permasalahan saat menyusui sekaligus cara mengatasinya. Perhatikan beberapa cara berikut ini untuk mengatasinya.

Masalah Pelekatan

Seorang konsultan laktasi bernama Janakki Castelo mengatakan, bayi yang baru lahir terkadang memiliki masalah dalam proses menyusu. Salah satunya adalah kesulitan mencari tahu cara menempelkan dan mengisap payudara, atau bingung puting. Selain itu, posisi yang tidak tepat juga dapat memengaruhi bayi saat mengisap ASI dari payudara.

Apabila kondisi tersebut terjadi, Anda hanya perlu bersabar karena bayi membutuhkan waktu beberapa kali sampai bisa menyusu dengan benar.

Puting Terluka

Penyebab utama masalah ini yaitu posisi menyusui yang kurang benar. Kondisi ini biasanya ditandai dengan sebagian besar aerola tidak yang masuk ke dalam mulut bayi. Akibatnya, bayi hanya mengisap puting payudara. Dampaknya, si kecil kesulitan mendapat ASI dan berusaha keras menggigit puting hingga lecet.

Apabila hal ini terjadi dan luka terasa sangat nyeri, segera berkonsultasi dengan dokter. Anda akan diberi salep antibiotika atau antijamur. Jangan lupa untuk membersihkan puting terlebih dahulu sebelum menyusui.

Saluran ASI Tersumbat

Masalah-masalah umum menyusui ini bisa terjadi karena drainase payudara yang tidak efektif, pori-pori puting yang tersumbat, atau bahkan bra yang ketat. Untuk mengatasi masalah ini sebaiknya Anda merawat area payudara dengan kompres lembap dan hangat.

Anda juga bisa melakukan pijatan lembut sebelum dan saat menyusui, memilih bra yang lebih lembut dan lebih longgar tanpa underwire. Namun sebelum memutuskan untuk mengobati masalah saluran ASI yang tersumbat, pastikan Anda tetap menyusui. Sebab, hal inidapat membantu ASI tetap mengalir dengan bebas.

Payudara bengkak

Payudara bengkak, terasa penuh dan tidak nyaman bisa terjadi karena produksi ASI sedang banyak-banyaknya. Bengkak pada payudara ini bisa menjalar ke ketiak dan dapat menyebabkan demam ringan.

Apabila masalah ini terjadi, segera pompa ASI untuk disimpan. Selain itu susui bayi sebelum ia merasa sangat lapar. Sehingga, bayi akan lebih lembut saat mengisap payudara. Isapan tersebut tidak akan terlalu menstimulasi payudara dalam memproduksi lebih banyak ASI.

Mastitis

Mastitis merupakan infeksi bakteri di payudara. Gejalanya hampir mirip seperti flu, demam dan adanya rasa sakit pada payudara. Mastitis biasa terjadi akibat kelenjar ASI yang tersumbat dan tidak ditangani, bengkak, atau puting pecah yang menimbulkan infeksi.

Apabila kondisi ini terjadi, segera atasi dengan antibiotik. Anda juga bisa mengompres payudara dengan kompres hangat untuk mengurangi rasa sakit dan bengkak.

Thrush

Thrush merupakan masalah umum menyusui yang disebabkan infeksi jamur pada mulut bayi kemudian menyebar ke puting selama menyusui. Bila bayi mengalami thrush, ia akan menularkannya pada puting Anda. Apabila kondisi ini terjadi, obatilah si kecil dan diri Anda secara bersamaan menggunakan obat antijamur.

Read More