Category Hidup Sehat

Allicin Dalam Bawang Putih Yang Memberikan Manfaat Kesehatan

Bawang putih adalah rempah-rempah yang tumbuh di seluruh dunia. Bawang putih termasuk dalam genus Allium dan terkait erat dengan bawang bombay, rakkyo (bawang yang ditemukan di Asia), daun bawang, lokio, daun bawang, dan bawang merah. Rempah-rempah ini telah digunakan oleh manusia selama ribuan tahun dan digunakan di Mesir Kuno untuk keperluan kuliner dan kesehatan serta manfaat terapeutiknya.

Bawang putih sendiri telah digunakan di seluruh dunia selama ribuan tahun. Menurut sejarahnya, bawang putih digunakan ketika piramida Giza dibangun, sekitar 5.000 tahun yang lalu. Sepanjang sejarah di Timur Tengah, Asia Timur, dan Nepal, bawang putih telah digunakan untuk mengobati bronkitis, hipertensi, TB atau TBC, gangguan hati, disentri, perut kembung, kolik, cacingan, rematik, diabetes, dan demam. Sedangkan dalam makanan, bawang putih biasa digunakan untuk memasak, baik dalam bentuk bawang segar, bawang putih bubuk atau minyak bawang putih untuk menambah rasa.

Bawang putih menghasilkan bahan kimia yang disebut allicin. Hal inilah yang membuat bawang putih berfungsi untuk kondisi tertentu.  Allicin juga membuat bawang putih memiliki bau tersendiri. Berikut beberapa manfaat bawang putih yang dipercaya terdapat dalam kandungannya:

  • Pengerasan arteri (atherosclerosis)

Seiring bertambahnya usia, arteri Anda cenderung kehilangan kemampuan untuk meregangkan dan melenturkan. Bawang putih dipercaya dapat mengurangi efek tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, Anda dapat mengkonsumsi suplemen bubuk bawang putih tertentu seperti Allicor, INAT-Farma, Kyolic, Total Heart Health, Formula 108, dan Wakunaga untuk mengurangi efek pengerasan pembuluh darah.

  • Berpotensi sebagai antibiotik yang kuat

Diallyl sulfide, senyawa dalam bawang putih, bekerja 100 kali lebih efektif daripada dua antibiotik populer dalam memerangi bakteri Campylobacter, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Antimicrobial Chemotherapy. Bakteri Campylobacter adalah salah satu penyebab paling umum terjadinya infeksi usus.

  • Perlindungan pada jantung

Para peneliti di Emory University School of Medicine menemukan diallyl trisulfide, komponen minyak bawang putih, membantu melindungi jantung selama operasi jantung dan setelah serangan jantung. Mereka juga percaya dialil trisulfide dapat digunakan sebagai pengobatan untuk gagal jantung, karena gas hidrogen sulfida telah terbukti melindungi jantung dari kerusakan.

  • Kanker prostat

Pria di Cina yang makan sekitar satu siung bawang putih setiap hari memiliki resiko 50% lebih rendah terkena kanker prostat. Selain itu, penelitian populasi menunjukkan bahwa konsumsi bawang putih dapat dikaitkan dengan penurunan risiko kanker prostat. Tetapi penelitian lain menunjukkan bahwa konsumsi bawang putih tidak mempengaruhi risiko kanker prostat pada pria dari Iran. Namun, penelitian klinis awal menunjukkan bahwa mengkonsumsi suplemen ekstrak bawang putih dapat mengurangi risiko kanker prostat atau mengurangi gejala yang terkait dengan kanker prostat.

  • Kanker otak

Senyawa organo-sulfur yang ditemukan dalam bawang putih telah diidentifikasi sebagai senyawa yang efektif dalam menghancurkan sel-sel pada glioblastoma, sejenis tumor otak yang mematikan.

Selama ribuan tahun, bawang putih dipercaya memiliki khasiat dan manfaat tertentu yang bekerja seperti obat. Selain lezat dan memiliki banyak manfaat kesehatan, bawang putih juga mudah ditambahkan ke dalam diet Anda. Anda bisa menggunakannya dalam hidangan gurih, sup, saus, saus, dan lainnya.

Read More

Hati-Hati Salah Diagnosis, DBD Punya Gejala Mirip Corona

Penyakit pernapasan Covid-19 yang disebabkan oleh virus corona jenis baru (SARS-CoV-2) tengah membuat geger dunia, termasuk Indonesia. Kini, per Kamis, 02 April 2020, jumlah penderitanya telah menyentuh angka 1700-an orang. Namun, di sisi lain, negara-negara di semanjung Malaya, seperti di Singapura, Malaysia, dan Indonesia juga tengah didera wabah demam berdarah dengue (DBB). Jangan salah kira dengan ambil kesimpulan tanpa diagnosis yang mumpuni. Sabab, DBD punya gejala mirip corona dan sebaliknya!

Hasil studi gabungan lembaga-lembaga kesehatan di Singapura mengungkapkan bahwa wabah demam berdarah di Asia Tenggara membuat penyebaran virus corona seperti serigala berbulu domba. Dengan gejala awal yang mirip, seseorang bisa saja salah diagnosis terinfeksi DBD, padahal sebenarnya ia terjangkit COVID-19.

Kasus ini, sebagaimana dilansir South China Morning Post (SCMP), pernah terjadi di Singapura. Seorang warga laki-laki berusia 57 tahun dirawat di rumah sakit setelah demam dan batuk-batuk selama tiga hari. Warga lainnya, perempuan, juga berusia 57 tahun, mengalami demam, nyeri otot, batuk ringan selama 4 hari, dan diare selama 2 hari. Hasil tes keduanya positif demam berdarah dengue (DBD). Namun, setelah perawatan, kondisi keduanya terus memburuk.

Mereka lantas melakukan tes SARS-CoV-2 lewat metode swab test, dan diketahui positif COVID-19. Setelah dites lebih lanjut, mereka diketahui tidak terinfeksi virus Dengue, dan hasil tes di awal disebut sebagai false positive. “Untuk virus Dengue dan Corona, keduanya punya beberapa kemiripan sehingga seseorang bisa mendapatkan hasil tes false positive,” kata Jeremy Lim, partner konsultan Oliver Wyman di bagian kesehatan dan ilmu hayati, dikutip dari sumber yang sama.

Kesamaan-kesamaan gejala kedua penyakit tersebut pertama kali dipicu oleh laporan dalam jurnal medis The Lancet yang menunjukkan kesamaan gejala antara penyakit yang ditularkan oleh nyamuk dan virus corona. “Penyakit dengue dan virus corona 2019 (Covid-19) sulit dibedakan karena mereka berbagi fitur klinis dan laboratorium,” tulis kelompok penulis dari Sistem Kesehatan Universitas Nasional Singapura, Rumah Sakit Umum Ng Teng Fong, dan Institut Kesehatan Lingkungan.

DBD punya gejala mirip corona, awalnya seseorang akan demam dan batuk-batuk. Oleh karena itu, butuh diagnosis dan pemeriksaan yang komprehensif agar pasien bisa mendapat penanganan yang tepat, sesuai dengan penyakitnya.

  • DBD dan Covid-19 di Indonesia

Adapun sejak awal tahun ini, Kementerian Kesehatan mencatat telah terdapat lebih dari 17.000 kasus DBD di seluruh Indonesia, dengan 104 di antaranya meninggal dunia. Penyakit DBD diketahui mewabah di Nusa Tenggara Timur, Lampung, Riau, Sumatera Selatan, dan Jawa Barat sejak Januari lalu. Negara-negara lain di Asia Tenggara yang punya risiko besar terpapar wabah DBD adalah Filipina, Thailand, Laos, Kamboja, Vietnam, dan Malaysia serta Singapura seperti telah disebutkan di awal. Pada 2019, misalnya, lebih dari 400.000 warga Filipina terinfeksi virus Dengue, dan 1.000 di antaranya meninggal dunia. 

Orang yang dengan penyakit DBD biasanya menderita demam dan ruam di kulit, tetapi tak disertai dengan batuk-batuk atau sakit tenggorokan—tak seperti orang yang terinfeksi COVID-19. Gejala-gejala lain penyakit DBD termasuk sakit kepala, sakit di belakang mata, pegal-pegal, mual, muntah-muntah, dan pendarahan ringan seperti mimisan. Sementara itu, gejala umum COVID-19 menurut WHO termasuk demam, batuk-batuk, dan sesak napas. Dalam kasus yang lebih parah, infeksi SARS-CoV-2 juga dapat menyebabkan pneumonia, masalah pernapasan, gagal ginjal, dan kematian.

Selain demam berdarah, orang yang terinfeksi virus Corona juga rentan salah didiagnosis penyakit lain, seperti dua kasus pertama COVID-19 di Indonesia yang awalnya didiagnosis penyakit bronkitis, dan menyebabkan 73 petugas medis di Depok yang berinteraksi dengan mereka mesti dikarantina. “Gagal mendeteksi COVID-19 karena hasil tes dengue yang posiitif punya implikasi serius, tak hanya kepada pasien tetapi juga kesehatan publik,” tegas tim penulis. 

Saat ini, ketika kasus Covid-19 semakin ingar bingar di Indonesia, tim medis bisa saja semakin keteteran dengan kondisi ini. Sebab, gejala mirip corona bisa saja membuat mereka kudu bekerja dengan ekstra. Ketelitian mereka dalam memeriksa kondisi pasien amat dituntut di tengah situasi yang serba sulit ini. Oleh karenanya, menjaga kesehatan dan kondisi tubuh sendiri adalah langkah paling bijak yang bisa kita lakukan untuk, setidaknya, meringankan tugas mereka.

Read More

Faktor Jantung Berdetak Sangat Cepat

Cepat lambatnya detak jantung seseorang dapat menandakan apakah organ tersebut masih berfungsi dengan baik atau tidak. Jantung yang berdetak sangat cepat bisa menjadi tanda munculnya penyakit yang disebut dengan fibrilasi atrium. Tak hanya itu, kondisi jantung yang berdetak cepat bisa meningkatkan risiko munculnya berbagai macam penyakit lainnya, seperti stroke, gagal jantung dan komplikasi lainnya yang berhubungan dengan penyakit jantung.

Jantung yang berdetak sangat cepat bisa kapan saja muncul dan hilang. Hal ini tidak bisa dihilangkan begitu saja, oleh karena itu harus memerlukan perawatan. Meskipun hal ini tidak mengancam jiwa, kondisi tersebut dapat membuat seseorang membutuhkan perawatan darurat. Saat ibrilasi atrium terjadi, dua bilik atas jantung berdetak secara tidak teratur dan tidak terkoordinasi dengan bawah pada jantung. Gejala ini umumnya akan terjadi dan terasa jantung berdebar, sesak nafas dan tubuh melemah.

Fibrilasi atrium juga bisa menyebabkan komplikasi yang berabahaya. Salah satunya adalah pembekuan darah pada jantung yang bisa berirkulasi ke organ tubuh lainnya dan menyebabkan aliran darah pada jantung menjadi tersumbat. Kelainan pada detak jantung membutuhkan perawatan menggunakan alat untuk mengubah sistem kelistrikan jantung.

Penyebab jantung yang berdetak cepat bisa dikarenakan dari beberapa faktor, antara lain:

Usia

Usia merupakan faktor yang bisa menyebabkan detak jantung sangat cepat. Semakin bertambahnya usia, semakin tinggi pula risiko mengidap jantung berdetak cepat. Risiko akan semakin tinggi pada seseorang yang berusia di atas 60 tahun. hal ini bisa disebabkan dari penyakit jantung dan kondisi fisik lainnya yang bisa menyebabkan fibrilasi atrium.

Genetika

Risiko lain yang bisa menyebabkan jantung seseorang berdetak sangat cepat karena dipengaruhi oleh faktor genetika atau keturunan. Fibrilasi atrium bisa disebabkan oleh gen yang diturunkan oleh orang tua saat lahir. Apabila kamu mempunyai keluarga dengan riwayat gangguan ini sebaliknya waspada dan periksakan ke dokter.

Penyakit jantung

Penyakit yang berhubungan dengan jantung bisa menjadi faktor risiko jantung berdetak sangat cepat. Hal ini disebabkan karena masalah masalah yang ada pada jantung seperti penyakit arteri koroner, penyakit katup jantung, gagal jantung, otot jantung lemah dan cacat lahir jantung.

Sick sinus syndrome

Penyakit ini terjadi berhubungan dengan kelainan sel yang mengendalikan detak jantung yang bisa menjadi alat pacu jantung alami pada tubuh. Gejala yang muncul seperti detak jantung bergantian secara cepat atau lambat.

Serangan jantung

Saat arteri yang memasok darah tersumbat, kondisi ini akan merusak jaringan atrium dan bisa terjadi fibrilasi atrium. Jantung yang berdetak kencang karena kondisi jantung ini tidak menyebabkan serangan jantung.

Tekanan darah tinggi

Faktor risiko jantung yang berdetak sangat cepat, umumnya disebabkan oleh tekanan darah tinggi. Hal ini membuat atrium atau ruang atas jantung menjadi lebih besar sehingga jantung menjadi bekerja lebih keras tidak seperti biasanya.

Penyakit paru-paru

Fibrilasi atrium bisa disebabkan karena penyakit paru-paru. Penyakit paru-paru seperti paru obstruktif kronik (COPD), emfisema, sampai gumpalan darah pada paru-paru. COPD dapat disertai dengan tekanan darah tinggi, penyakit jantung, oksigen darah rendah dan merokok.

Itulah beberapa faktor risiko yang bisa menyebabkan jantung berdetak dengan cepat. Jika kamu merasakan jantung yang berdetak cepat karena memiliki faktor risiko seperti di atas, sebaiknya segera periksa ke dokter agar mendapatkan penanganan lebih lanjut secara medis.

Read More

Tips Aman Melakukan Senam Diabetes

Senam diabetes dapat dilakukan oleh semua kalangan, termasuk lansia

Kamu pengidap diabetes? Yuk lakukan latihan untuk menjaga kebugaran dan mengontrol gula darah. Ada berbagai latihan atau olahraga yang bermanfaat bagi pengidap diabetes. Salah satu olahraga yang bisa kamu lakukan adalah senam diabetes. Senam diabetes ini dirancang untuk penderita diabetes yang dibagi dari kelompok usia dan kondisi fisik pengidap diabetes. Senam ini dianjurkan bagi semua pengidap diabetes dalam 150 menit setiap minggu agar membantu membakar kalori di dalam tubuh dan meningkatkan kepekaan tubuh terhadap insulin.

Manfaat senam diabetes juga dapat membantu menurunkan berat badan. berat badan yang berlebih merupakan salah satu penyebab dari penyakit diabetes. Ketika menjalankan senam diabetes ini, kamu juga dianjurkan untuk menjalankan pola makan yang sehat. Hasil dari sebuah tudi klinis program pencegahan diabetes menyebutkan bahwa dengan mengubah gaya hidup sehat dan melakukan senam diabetes selama 150 menit per minggu bisa membantu menurunkan risiko diabetes tipe dua sebesar 58 persen.

Selain senam diabetes, kamu juga bisa melakukan senam tai chi. Senam tai chi adalah sebuah gerakan olah tubuh yang berasal dari Tiongkok yang sangat bermanfaat bagi pengidap diabetes tipe dua. Senam ini menggabungkan gerakan tubuh, olah pernapasan dan meditasi. Senam tai chi berbeda dengan gerakan senam lainnya karena tai chi gerakannya lebih lambat. Senam tai chi memfokuskan gerakan yang selaras dengan pernapasan. Selain bagus untuk pengidap diabetes, senam tai chi juga bisa membantu meningkatkan kesehatan mental. 

Senam diabetes lainnya yang bisa kamu coba adalah yoga. Yoga merupakan salah satu jenis latihan yang baik untuk para pengidap diabetes. Yoga adalah seni olah tubuh yang fokus menggabungkan gerakan tubuh untuk membangun fleksibilitas, kekuatan dan keseimbangan. Senam ini sangat berguna buat kamu yang memiliki tingkat kesehatan yang kronis termasuk diabetes. Pengidap diabetes tipe dua sangat dianjurkan untuk mengikuti yoga karena bisa membantu mengurangi berat badan, mengurangi tekanan darah dan kadar kolesterol berkurang. Gerakan yoga yang sedikit lambat juga bisa membantu mengurangi risiko penyakit jantung, menurunkan stres, memperbaiki fungsi saraf dan kesehatan mental. Selain itu, dengan mengikuti yoga bisa memperbaiki kadar glukosa darah dan memperbaiki massa otot. 

Latihan lain yang bisa dilakukan bagi pengidap diabetes selain senam di antaranya jalan kaki, berenang dan menari. Jalan kaki saat ini menjadi latihan paling banyak digemari bagi penderita diabetes. Kamu bisa mulai berjalan kaki sebanyak tiga kali dalam seminggu selama tiga puluh sampai satu jam. Hal ini bisa membantu meningkatkan aktivitas fisik. Latihan tubuh dengan benang baik untuk penderita diabetes karena bisa meregangkan otot-otot tubuh tanpa memberikan tekanan pada sendi. Menari juga baik bagi penderita diabetes karena mampu menurunkan gula darah, mengurangi stres, meningkatkan kinerja otak dan meningkatkan memori. 

Berikut ini tips aman saat melakukan senam diabetes dan olahraga lainnya untuk meminimalisir risiko , antara lain:

  • Periksa gula darah sebelum dan sesudah senam untuk melihat respon tubuh
  • Lakukan pemanasan dan pendinginan masing-masing selama lima menit
  • Konsumsi air putih yang cukup untuk mencegah dehidrasi selama berolahraga
  • Jangan olahraga berlebihan karena akan menimbulkan kadar gula terlalu rendah
  • Gunakan sepatu dan kaos kaki yang nyaman
  • Berhenti melakukan olahraga saat tubuhmu sudah merasa letih, pusing dan sesak napas.

Demikian cara aman melakukan senam diabetes.

Read More

Tidak Begitu Populer, Inilah Manfaat Buah Pepino

Walaupun kurang populer, buah pepino memiliki manfaat yang beragam untuk kesehatan.

Pernahkah Anda mendengar tentang buah pepino? Buah yang berasal dari Amerika Selatan ini memang memiliki ragam sebutan di Indonesia. Ada yang menyebutnya sebagai buah melodi, puspita, husada dewa, timun manis, dan lain sebagainya.

Buah ini umumnya berbentuk bulat atau lonjong. Kulitnya berwarna kuning dengan belang ungu kecokelatan. Cukup banyak orang yang menjadikannya sebagai tanaman hias. Padahal, manfaat buah pepino bagi kesehatan ternyata sangat beragam.

Selain bermanfaat, mengonsumsi buah pepino tidak akan terasa seperti minum obat. Sebab buah ini memiliki kandungan air yang tinggi sehingga menyegarkan, aromanya pun harum.

Manfaat buah pepino

Berdasarkan pengujian yang dilakukan di Laboratorium Uji Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian UGM, buah pepino mengandung vitamin C, protein, serat, lemak, serta beta-karoten. Nah, dengan kandungan tersebut wajar saja bila buah pepino memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

1. Membantu mengelola kadar gula darah

Journal of The Science of Food and Agriculture merilis sebuah hasil penelitian yang menunjukkan bahwa ekstrak buah pepino dapat menghambat perkembangan diabetes. Karena penelitian tersebut diujikan pada tikus yang diabetes, maka untuk memastikan manfaatnya pada manusia masih diperlukan penelitian lebih lanjut.

2. Mengatasi tekanan darah tinggi

Mengatasi tekanan darah tinggi merupakan salah satu manfaat buah pepino. Telah dilakukan penelitian yang menunjang teori tersebut. Hasil penelitian ini juga dirilis oleh Journal of The Science of Food and Agriculture, yaitu dinyatakan bahwa susu pepino yang difermentasi dengan Lactobacillus brevis dapat memberikan efek anti hipertensi.

Pada penelitian tersebut, tikus yang diberi susu pepino terfermentasi menunjukkan penurunan tekanan darah sistolik yang signifikan.

3. Membantu mengendalikan penyakit kanker

Pada banyak kasus, ketika seseorang mengalami kanker, perburukkan penyakit akan semakin cepat terjadi saat kanker mulai menyebar ke berbagai organ. Jika penyebarannya sudah sangat parah, biasanya dokter hanya akan memberikan terapi paliatif saja. Yaitu terapi untuk memperbaiki kualitas hidup pasien, sudah bukan untuk pemulihan lagi. Oleh sebab itu, penting sekali untuk mencegah penyebaran sel kanker ini, agar harapan hidup pasien juga lebih tinggi.

Dalam penelitian yang dirilis oleh Journal of Environmental Pathology, Toxicology, and Oncology, dilaporkan bahwa buah pepino dapat menghambat penyebaran sel tumor atau metastase. Journal of Cancer Research and Therapy juga menyatakan bahwa buah pepino memiliki daya untuk menghambat kanker dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Cara mengonsumsi buah pepino

Sekarang Anda sudah mengetahui manfaat buah pepino. Tentu sayang sekali untuk dilewatkan, bukan? Jika Anda ingin mulai mengonsumsi buah yang satu ini, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui, sebagai berikut:

– Agar lebih cepat matang, sebaiknya simpan buah pepino yang masih mentah pada suhu ruangan.

– Jika sudah matang dan ingin menyimpan buah pepino di dalam lemari pendingin, bungkus terlebih dahulu buah tersebut dengan plastik. Perlu diketahui, buah pepino hanya dapat bertahan selama tiga hari di dalam kulkas.

– Kulit buah pepino memang keras, akan tetapi aman untuk dikonsumsi. Bila Anda tidak menyukainya, kulit buah pepino dapat dikupas sebelum dimakan.

– Buah pepino dingin lebih nikmat untuk disantap. Bisa juga dijadikan pengganti melon atau blewah dalam es buah.

Meski cara mengonsumsinya terbilang mudah dan manfaat buah pepino pun banyak, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter apabila ingin rutin mengonsumsi buah pepino, khususnya bagi Anda yang memiliki kondisi kesehatan tertentu. Sebaiknya Anda juga tidak berpikir untuk mengganti obat dari dokter dengan konsumsi buah pepino, maupun buah lainnya.

Read More

Manfaat dan Efek Buruk di Balik Minuman Matcha

Matcha atau bubuk green tea digunakan dalam tradisi Jepang untuk upacara minum teh. Tradisi ini sudah dilakukan sejak lebih dari 1,000 tahun yang lalu. Kini, Anda tidak perlu jauh-jauh ke Jepang untuk menikmati matcha. Karena bubuk green tea ini sudah menjadi tren di mana-mana.

Matcha merupakan sejenis green tea, namun ada perbedaan yang cukup menonjol dalam penyajiannya. Green tea dibuat dengan merebus daun teh dengan air, dan lalu daun teh tersebut dibuang pada saat tegukan pertama. Sedangkan matcha atau bubuk green tea adalah daun teh kering yang digiling sehingga menjadi bubuk halus. Bubuk ini kemudian diaduk dalam air hangat untuk membuat minuman dengan rasanya lebih ringan dan halus.

Banyak orang yang ‘menggilai’ matcha, entah dalam bentuk minuman hingga sajian penutup, seperti kue ataupun es krim. Selain rasanya enak, manfaat matcha sudah tidak diragukan lagi, namun apakah Anda tahu bahwa ada risiko di baliknya?

Manfaat dari Bubuk Matcha

Sebuah penelitian menemukan bahwa bubuk green tea ini memiliki manfaat yang lebih besar dari green tea biasa. Antioksidan yang terbukti mempunyai ‘efek antikanker’ yang ada di dalamnya dapat memperlambat sel-sel yang rusak di dalam tubuh.

Matcha pun terbukti berperan dalam melakukan pembakaran lemak. Tak hanya itu para peneliti pun menyebutkan bahwa matcha dapat menurunkan kadar glukosa darah dan meningkatkan antioksidan.

Banyak orang yang beralih ke matcha sebagai alternatif pengganti kopi. Mereka berpendapat bahwa matcha bisa menambah energi yang memberikan efek tenang, tidak seperti kopi. Penelitian dari para ahli juga menunjukan bahwa teh ini dapat merelaksasi otak sekaligus menambah tingkat kewaspadaan.

Apakah Matcha Aman Dikonsumsi?

Riset menemukan bahwa bubuk green tea umumnya tidak mengandung pestisida ataupun logam berat dalam jumlah yang berlebihan. Namun, Anda tetap harus hati-hati dalam mengonsumsinya. Hal ini disebabkan karena daun teh yang tumbuh di daerah perkotaan atau dekat jalan raya mengandung zat timbal yang berbahaya untuk tubuh. Hal ini pun berlaku pada matcha yang berasal dari daun teh.

Terlalu banyak mengonsumsi bubuk green tea tentu tidak baik untuk tubuh. Hal ini bisa membuat Anda berisiko kelebihan herbal atau suplemen, dalam bahasa medis dikenal dengan hepatotoksisitas. Manfaat matcha pun akan berubah menjadi penyebab kerusakan hati. Sebenarnya tidak ada batasan pasti mengenai kadar konsumsi matcha, karena semua orang mempunyai sistem pencernaan yang berbeda-beda.

Hal lain yang membuat Anda harus berpikir dua kali dalam mengonsumsi matcha sering-sering adalah biayanya. Satu sendok teh matcha ini mempunyai harga 10 kali lipat dari secangkir teh seduh biasa. Harga yang tinggi ini biasanya menunjukan kualitas yang lebih tinggi pula.

Read More

Berbagai Masalah Menyusui dan Cara Mengatasinya

Menyusui bermanfaat memberikan asupan nutrisi pada bayi. Namun aktivitas ini tak selamanya berjalan sempurna. Ada masalah-masalah yang umum dialami ibu menyusui. Misalnya, gangguan payudara, yang membuat tidak nyaman.

Oleh karena itu, penting bagi ibu untuk mengetahui permasalahan saat menyusui sekaligus cara mengatasinya. Perhatikan beberapa cara berikut ini untuk mengatasinya.

Masalah Pelekatan

Seorang konsultan laktasi bernama Janakki Castelo mengatakan, bayi yang baru lahir terkadang memiliki masalah dalam proses menyusu. Salah satunya adalah kesulitan mencari tahu cara menempelkan dan mengisap payudara, atau bingung puting. Selain itu, posisi yang tidak tepat juga dapat memengaruhi bayi saat mengisap ASI dari payudara.

Apabila kondisi tersebut terjadi, Anda hanya perlu bersabar karena bayi membutuhkan waktu beberapa kali sampai bisa menyusu dengan benar.

Puting Terluka

Penyebab utama masalah ini yaitu posisi menyusui yang kurang benar. Kondisi ini biasanya ditandai dengan sebagian besar aerola tidak yang masuk ke dalam mulut bayi. Akibatnya, bayi hanya mengisap puting payudara. Dampaknya, si kecil kesulitan mendapat ASI dan berusaha keras menggigit puting hingga lecet.

Apabila hal ini terjadi dan luka terasa sangat nyeri, segera berkonsultasi dengan dokter. Anda akan diberi salep antibiotika atau antijamur. Jangan lupa untuk membersihkan puting terlebih dahulu sebelum menyusui.

Saluran ASI Tersumbat

Masalah-masalah umum menyusui ini bisa terjadi karena drainase payudara yang tidak efektif, pori-pori puting yang tersumbat, atau bahkan bra yang ketat. Untuk mengatasi masalah ini sebaiknya Anda merawat area payudara dengan kompres lembap dan hangat.

Anda juga bisa melakukan pijatan lembut sebelum dan saat menyusui, memilih bra yang lebih lembut dan lebih longgar tanpa underwire. Namun sebelum memutuskan untuk mengobati masalah saluran ASI yang tersumbat, pastikan Anda tetap menyusui. Sebab, hal inidapat membantu ASI tetap mengalir dengan bebas.

Payudara bengkak

Payudara bengkak, terasa penuh dan tidak nyaman bisa terjadi karena produksi ASI sedang banyak-banyaknya. Bengkak pada payudara ini bisa menjalar ke ketiak dan dapat menyebabkan demam ringan.

Apabila masalah ini terjadi, segera pompa ASI untuk disimpan. Selain itu susui bayi sebelum ia merasa sangat lapar. Sehingga, bayi akan lebih lembut saat mengisap payudara. Isapan tersebut tidak akan terlalu menstimulasi payudara dalam memproduksi lebih banyak ASI.

Mastitis

Mastitis merupakan infeksi bakteri di payudara. Gejalanya hampir mirip seperti flu, demam dan adanya rasa sakit pada payudara. Mastitis biasa terjadi akibat kelenjar ASI yang tersumbat dan tidak ditangani, bengkak, atau puting pecah yang menimbulkan infeksi.

Apabila kondisi ini terjadi, segera atasi dengan antibiotik. Anda juga bisa mengompres payudara dengan kompres hangat untuk mengurangi rasa sakit dan bengkak.

Thrush

Thrush merupakan masalah umum menyusui yang disebabkan infeksi jamur pada mulut bayi kemudian menyebar ke puting selama menyusui. Bila bayi mengalami thrush, ia akan menularkannya pada puting Anda. Apabila kondisi ini terjadi, obatilah si kecil dan diri Anda secara bersamaan menggunakan obat antijamur.

Read More