Category Hidup Sehat

Manfaat Kulit Pohon Bunga Cempaka Putih

Ada manfaat bunga cempaka putih di samping mitosnya

Pohon bunga cempaka putih adalah salah satu dari 200 jenis pohon magnolia. Selain bunganya yang indah, pohon cempaka memiliki manfaat kesehatan, terutama pada bagian kulit pohonnya. Selama ribuan tahun kulit pohon cempaka digunakan untuk suplemen obat tradisional Cina. Meskipun penggunaan kulit pohon bunga cempaka putih merupakan hal yang biasa di pengobatan tradisional Cina, Anda mungkin penasaran apa kata dunia ilmiah dan penelitian mengenai kulit pohon ini. Artikel ini akan membahasnya dengan lebih mendalam. 

Umumnya, kulit pohon bunga cempaka putih dilepaskan dari batang dan ranting pohon untuk dijadikan suplemen. Terkadang, daun dan bunga cempaka putih juga digunakan dengan tujuan serupa. Kulit pohon mengandung 2 jenis neolignan (yaitu magnolol dan honokiol) yang dipercaya memiliki kemampuan pengobatan. Neolignan adalah sejenis zat gizi mikro polyphenol yang ditemukan di tanaman. Polyphenol sangat dihargai karena kadar antioksidannya dan dipercaya memberikan banyak manfaat kesehatan. Kulit pohon bunga cempaka putih sering digunakan sebagai bentuk pengobatan tradisional untuk merawat asma, kecemasan, depresi, gangguan pencernaan, dan peradangan. 

Potensi manfaat kulit pohon cempaka

Selain mengandung neolignan, ada lebih dari 200 senyawa kimia yang terkandung di dalam pohon bunga cempaka putih. Senyawa-senyawa ini, termasuk magnolol dan honokiol, telah dipelajari secara ekstensif karena manfaat anti-peradangan, anti-kanker, anti-bakteri, dan antioksidannya. Beberapa potensi manfaat kulit pohon bunga cempaka putih adalah:

  • Melindungi tubuh dari efek stres oksidatif dan peradangan

Stres oksidatif dan peradangan adalah salah satu penyebab kondisi-kondisi kesehatan kronis seperti diabetes, kanker, penyakit jantung, dan penyakit degeneratif saraf seperti Alzheimer. Stress oksidatif juga memiliki peran terhadap perubahan-perubahan pada tubuh dan pikiran yang terjadi saat seseorang bertambah tua. Polyphenol, yang banyak ditemukan di kulit pohon cempaka, dianggap dapat dijadikan sebagai terapi khusus untuk melawan efek samping dari stres oksidatif dan peradangan. 

Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada tikus, beberapa ilmuwan percaya bahwa honokiol dapat membantu melawan penuaan dengan cara meningkatkan enzim antioksidan dan mengurangi kadar metana aldehyde dikarboksilat. Pada penelitian, perubahan kadar metana aldehyde dikarboksilat sering dianggap sebagai tanda-tanda aktivitas antioksidan. 

Sementara itu, penelitian pada honokiol telah menemukan bahwa zat ini dapat mengurangi peradangan pada otak dan sumsum tulang belakang, karena kemampuannya dalam melewati pembatas otak-darah. Hal ini membuat kulit pohon cempaka berpotensi sebagai agen terapi penyakit degeneratif saraf seperti Alzheimer. Selain itu, stres oksidatif juga dipercaya menyebabkan diabetes dan komplikasi yang berhubungan dengannya. Pada sebuah ulasan tahun 2016, kulit pohon cempaka dianggap dapat meningkatkan kadar gula darah dan meringankan komplikasi diabetes pada hewan. Tentunya, penelitian tambahan pada manusia masih tetap dibutuhkan. 

  • Meringankan gejala stres dan kecemasan

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, ekstrak kulit pohon cempaka memiliki efek perlindungan terhadap banyak kondisi saraf. Tidak hanya untuk penyakit degeneratif saraf seperti Alzheimer saja, tetapi juga kondisi gangguan mental seperti stres, kecemasan, gangguan suasana hati, dan depresi. Sebuah studi pada hewan pengerat menunjukkan bahwa campuran honokiol dan magnolol menyebabkan efek seperti antidepresan, seperti kenaikan kadar serotonin di otak dan berkurangnya kadar kortikosteron di darah. Serotonin dan kortikosteron masing-masing memainkan peran dalam mengatur kecemasan, suasana hati, dan depresi. 

Penelitian kulit pohon bunga cempaka putih di atas kebanyakan dilakukan lewat studi hewan dan tes tabung laboratorium. Untuk benar-benar memastikan potensi manfaat bagi kesehatan manusia, penelitian lanjutan masih perlu banyak dilakukan.

Read More

Manfaat Saffron Berdasarkan Penelitian

Saffron adalah rempah dari bunga Crocus sativus, yang merupakan sepupu dari bunga lily. Saffron adalah rempah dengan aroma yang kuat dan warna yang khas dan banyak manfaat saffron bagi kesehatan. Bumbu ini juga kaya akan antioksidan, yang memiliki banyak manfaat kesehatan.

Untuk menghasilkan saffron, stigma (bagian dari bunga, yang menangkap serbuk sari) harus dipilih dengan teliti, dipotong dari gaya putih dan kemudian dengan hati-hati diletakkan di atas saringan dan di asap di atas panas untuk memperdalam rasa.

Selain menjadi bumbu yang paling mahal, terdapat banyak manfaat dari saffron, yang membuatnya lebih istimewa. Berikut manfaat yang bisa Anda dapatkan dari saffron:

  • Memberikan antioksidan

Saffron selalu dihubungkan dengan tingginya tingkat antioksidan spesifik yang dimiliki. 

Menurut studi, antioksidan aktif utama meliputi crocin, picrocrocin, dan safranal. Senyawa lain termasuk kaempferol dan crocetin. Antioksidan ini membantu melawan stres oksidatif dan radikal bebas dalam tubuh.

Karena stres oksidatif dan radikal bebas berperan dalam pengembangan berbagai kondisi kesehatan, termasuk kanker dan penyakit jantung, antioksidan seperti ini dapat membantu melindungi kesehatan Anda.

  • Mengurangi gejala PMS

Premenstrual syndrome (PMS) adalah istilah yang menggambarkan gejala fisik, emosi, dan psikologis yang terjadi sebelum dimulainya periode menstruasi.

Penelitian menunjukkan bahwa saffron dapat membantu mengobati gejala PMS. Mencium saffron selama 20 menit membantu Anda mengurangi gejala PMS seperti kecemasan dan menurunkan kadar hormon stres kortisol.

Saffron adalah bumbu kuat yang tinggi antioksidan. Hal ini telah dikaitkan dengan manfaat kesehatan, seperti peningkatan mood, libido, dan fungsi seksual, serta mengurangi gejala PMS dan peningkatan penurunan berat badan.

Saffron telah dikaitkan dengan beberapa manfaat kesehatan potensial lainnya, seperti peningkatan resiko penyakit jantung, kadar gula darah, penglihatan, dan memori.  Namun, studi lebih lanjut diperlukan untuk menarik kesimpulan yang lebih kuat mengenai manfaat-manfaat tersebut.

Read More

Sebelum Berobat, Ketahui Dulu Sistem Rujukan BPJS Kesehatan

Dalam memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat, BPJS Kesehatan menggunakan sistem rujukan bertingkat. Setiap peserta diwajibkan untuk mengikuti prosedur yang telah ditetapkan apabila ingin memanfaatkan fasilitas dari BPJS Kesehatan. Sistem rujukan BPJS Kesehatan pun beragam, terdiri atas faskes tingkat 1 sampai faskes tingkat lanjutan.

Apabila tidak mengikuti prosedur, Anda tidak dapat menerima bantuan layanan dari BPJS Kesehatan. Bahkan, pelanggaran pada rujukan bisa membuat Anda terkena sanksi. Lantas, sudahkah Anda mengenal sistem rujukan pada BPJS Kesehatan?

Apa itu rujukan BPJS Kesehatan dan tingkatannya

Sistem rujukan diberlakukan oleh BPJS Kesehatan guna mengatur pelaksanaan program dengan lancar dan merata. Tidak seperti menggunakan asuransi kesehatan swasta, Anda tidak bisa sembarang memilih rumah sakit saat akan berobat dengan BPJS.

Layanan pengobatan hanya bisa dilakukan di fasilitas kesehatan (faskes) yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan melalui tiga tingkat, yaitu:

  1. Faskes tingkat 1 atau faskes primer
  2. Faskes tingkat 2
  3. Faskes tingkat lanjutan

Faskes tingkat 1 merupakan tempat pertama yang didatangi saat akan melakukan pemeriksaan. Biasanya, faskes ini terdiri atas puskesmas, rumah sakit, klinik, dokter umum, dan dokter gigi.

Berdasarkan pemeriksaan di faskes tingkat 1, Anda akan dirujuk ke faskes tingkat 2 apabila perlu mendapatkan penanganan lebih lanjut. Pada tingkat ini, Anda hanya bisa mendatangi faskes yang telah dirujuk oleh dokter melalui surat rujukan.

Terakhir, apabila faskes tingkat 2 tidak sanggup menangani, Anda akan dirujuk pada faskes tingkat lanjutan. Surat rujukan hanya bisa dikeluarkan oleh dokter.

Setelah mendapat rujukan, Anda dan pihak faskes harus sama-sama memastikan bahwa tidak ada pelanggaran rujukan BPJS Kesehatan. Jika Anda menerima perawatan yang tidak sesuai dengan surat rujukan, BPJS Kesehatan tidak akan membayar biaya perawatan Anda.

Selain itu, pihak faskes pun akan turut terkena sanksi dan dievaluasi kinerjanya sebagai faskes kerja sama BPJS Kesehatan.

Prosedur mendapat rujukan BPJS Kesehatan

Saat akan melakukan pengobatan, pertama-tama Anda harus mendatangi faskes tingkat 1 tempat Anda terdaftar. Anda bisa mengetahui daftar faskes melalui situs resmi BPJS Kesehatan atau aplikasi Mobile JKN.

Setelah itu, Anda bisa langsung mendatangi faskes tingkat 1 dan melakukan pendaftaran. Anda bisa langsung mendapatkan pelayanan kesehatan pada faskes tingkat ini tanpa perlu surat rujukan BPJS Kesehatan.

Apabila berdasarkan hasil pemeriksaan, Anda butuh penanganan lebih lanjut, dokter akan membuat surat rujukan ke faskes tingkat 2, baik rumah sakit khusus maupun dokter spesialis. Anda bisa mendatangi faskes tingkat 2 yang telah dirujuk.

Ketika mendatangi faskes, baik faskes tingkat 1 ataupun tingkat 2, jangan lupa untuk selalu membawa KTP asli serta identitas BPJS Kesehatan Anda. Identitas yang dibawa dapat berupa kartu fisik ataupun identitas kartu digital yang bisa diakses melalui aplikasi Mobile JKN.

Anda diperbolehkan untuk mendapat layanan kesehatan dari faskes di luar kota. Akan tetapi, layanan di luar kota hanya dibatasi maksimal tiga kali dalam satu bulan.

Pada kondisi gawat darurat, pasien tidak diwajibkan untuk melalui prosedur rujukan bertingkat. Pasien bisa langsung dibawa ke faskes mana pun, baik yang bekerja sama atau tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Pasien gawat darurat bisa langsung mendapatkan penanganan pertama. Apabila pasien dirawat di faskes yang tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, faskes akan mengarahkan pasien ke faskes rujukan BPJS Kesehatan saat kondisi pasien sudah membaik.

Read More

5 Cara Pengobatan Virus Flu Babi di Rumah

Belum juga usai pandemi Covid-19 yang saat ini sedang melanda dunia, termasuk Indonesia, beberapa ilmuwan di Cina mengumumkan bahwa mereka baru saja menemukan virus flu babi jenis baru, G4 EA H1N1, di mana virus tersebut dapat menular dari babi ke manusia. Bahkan disebut-sebut virus ini dapat menjadi ancaman wabah baru setelah covid-19. Benarkah begitu?

virus flu babi

Perlu Anda ketahui, flu babi (H1N1) pernah juga menja di pandemi sekitar tahun 2009-2010. Saat itu, Amerika Utara lah yang menjadi tempat pertama merebaknya virus flu babi dan kemudia menyebar ke seluruh dunia dan menginfeksi sekitar 1,4 miliar orang dan hampir 600 ribu orang meninggal.

Flu babi pun menjadi salah satu keluarga influenza pada babi yang dapat ditularkan dari babi ke manusia. Beberapa tanda Anda terinfeksi flu babi antara lain demam (tidak selalu), batuk, radang tenggorokan, hidung tersumbat atau berair, mata merah dan berair, pegal-pegal, sakit kepala, kelelahan, diare hingga mual dan muntah.

Namun, jika gejala yang Anda derita tidak terlalu berat ada baiknya untuk beristirahat di rumah saja. Selain itu, Anda un dapat melakukan beberapa hal berikut yang bisa menjadi solusi untuk gejala yang diderita.

1, Bawang Putih  

Bawang putih memiliki banyak sekali manfaat untuk tubuh, salah satunya untuk mengurangi gejala pada penderita flu babi. Kandungan zat Allicin dalam bawang putih mampu memberikan manfaat bagi kesehatan dan merangsang antioksidan dalam tubuh. Bawang putih pun dipercaya dapat meningkatkan kekebalan tubuh Anda, sehingga tubuh tidak mudah untuk terserang virus. Yang perlu Anda lakukan adalah menelan 2 potong bawang putih dengan air hangat pada pagi hari saat perut kosong.

2. Kemangi

Daun tulsi atau kemangi ternyata tidak hanya digunakan sebagai lalapan saja, namun daun kemangi ini memiliki kandungan yang berguna sebagai obat. Salah satunya adalah menjaga tenggorokan dan paru-paru Anda agar terhindar dari infeksi, serta memperkuat sistem kekebalan tubuh dalam melawan flu, termasuk flu babi.

3. Konsumsi Cukup Air

Flu babi dapat menyebabkan Anda muntah, diare, sering buang air kecil dan keringat berlebih. Sehingga membuat tubuh akan kehilangan air yang serius. Oleh karena itu, Anda diharuskan mengonsumsi banyak air untuk menjaga diri Anda tetap terhidrasi dan mengeluarkan racuun dari tubuh.

4. Ginseng

Seperti yang kita ketahui, ginseng dan ekstraknya sangat efektif dalam mengobati influenza H1N1. Bahkan tim medis pun merekomendasikan para pengidap flu babi untuk mengonsumsi teh ginseng setiap haru guna meredakan gejalanya.

5. Kunyit

Kunyit merupakan salah satu bumbu dapur yang dikenal memiliki sifat anti-inflamasinya. Antioksidan pada kunyit pun dipercaya selama bertahun-tahun dapat mengobati pilek, flu, infeksi, dan menyembuhkan luka fisik. Nah, untuk meredakan gejala flu babi yang Anda derita, cukup ambil kunyit yang telah diolah dan mencampurnya dengan susu hangat, lakukan setiap malam. Minuman ini akan membantu Anda melawan infeksi flu babi.  Dengan melakukan beberapa pengobatan menggunakan bahan-bahan alami di atas, diharapkan virus flu babi yang Anda derita dapat segera pulih. Selain itu, jangan lupa juga untuk istirahat cukup serta mengonsumsi makan makanan yang bergizi sehingga pemulihan tubuh menjadi lebih cepat. Namun, jika flu yang Anda alami semakin buruk, disarankan untuk konsultasi ke dokter untuk lebih lanjut. Sehat selalu!

Read More

Hiperpigmentasi, Kondisi Yang Menyebabkan Warna Kulit Menggelap

Hiperpigmentasi menggambarkan sebuah kondisi yang menyebabkan warna kulit untuk tampak lebih gelap, biak memengaruhi sebagian kecil kulit, menutupi banyak daerah tubuh, atau bahkan memengaruhi seluruh tubuh. Meskipun pigmentasi yang meningkat biasanya bukanlah sebuah kondisi yang berbahaya, hal ini dapat menjadi salah satu gejala  akan kondisi medis lain yang perlu diwaspadai.

Jenis-jenis hiperpigmentasi

Ada beberapa jenis hiperpigmentasi atau perubahan warna kulit yang menjadi lebih gelap, yaitu melasma, bintik matahari, dan hiperpigmentasi pasca peradangan. Dalam kasus melasma, kondisi ini dipercaya disebabkan karena perubahan hormon dan dapat terjadi pada masa kehamilan. Daerah perubahan warna kulit tersebut dapat di daerah manapun di tubuh, namun kondisi ini biasanya muncul di wajah ataupun perut.

Sementara itu, hiperpigmentasi sunspot atau bintik matahari merupakan sebuah kondisi perubahan warna kulit yang umum dijumpai. Bintik matahari disebabkan karena paparan sinar matahari secara berlebihan dan dalam waktu yang lama. Umumnya, kondisi ini akan muncul dalam bentuk bintik pada daerah yang sering terpapar sinar matahari, seperti tangan dan wajah. Dalam kasus hiperpigmentasi pasca peradangan, perubahan warna kulit merupakan hasil dari cidera atau peradangan pada kulit. Penyebab yang umum untuk jenis hiperpigmentasi ini adalah jerawat.

Gejala dan faktor risiko

Daerah dengan warna kulit yang lebih gelap merupakan gejala utama hiperpigmentasi. Belang warna kulit hadir dalam berbagai bentuk dan ukuran dan dapat terjadi di bagian tubuh manapun. Faktor risiko terbesar untuk hiperpigmentasi umum adalah paparan sinar matahari dan peradangan, karena kedua hal tersebut dapat meningkatkan produksi melanin. Semakin besar Anda terpapar sinar matahari, semakin besar pula risiko meningkatnya pigmentasi kulit. Tergantung dengan jenis atau tipe dari gangguan tersebut, faktor risiko lain dari belang hiperpigmentasi di antara adalah:

  • Penggunaan kontraseptif oral atau kehamilan, terutama dalam kasus melasma
  • Jenis kulit yang lebih gelap, yang mana lebih rentan untuk mendapatkan perubahan pigmentasi
  • Obat-obatan yang meningkatkan sensitivitas terhadap cahaya matahari
  • Trauma pada kulit, misalnya akibat luka ataupun cidera luka bakar

Penyebab hiperpigmentasi

Penyebab utama hiperpigmentasi adalah produksi melanin yang berlebih. Melanin merupakan sebuah pigmen yang memberi warna kulit. Melanin diproduksi oleh sel-sel kulit yang disebut melanosit. Beberapa kondisi kulit tertentu atau faktor lain dapat mengubah produksi melanin di dalam tubuh. Obat-obatan tertentu, seperti obat chemotherapy dapat menyebabkan perubahan warna kulit sebagai bentuk efek sampingnya. Kehamilan dapat mengubah kadar hormon dan dapat memengaruhi produksi melanin pada beberapa wanita.

Penyakit endocrine langka yang disebut dengan nama penyakit Addison juga dapat memproduksi hiperpigmentasi yang sangat jelas terlihat terutama pada daerah-daerah yang mendapatkan paparan sinar matahari, seperti wajah, leher, tangan, dan daerah yang banyak mendapatkan gesekan seperti sikut dan lutut. Hiperpigmentasi merupakan hasil langsung dari meningkatnya kadar hormon di dalam tubuh sebagai hasil dari sintesis melanin. Paparan sinar matahari yang berlebih juga dapat menyebabkan peningkatan produksi melanin. Tidak selamanya mencegah hiperpigmentasi, atau perubahan warna kulit menjadi lebih gelap, dapat dilakukan. Akan tetapi, Anda dapat melindungi kulit tubuh Anda menggunakna tabir surya yang mengandung SPF minimal 30. Anda juga sangat direkomendasikan untuk memakai topi atau pakaian yang dapat menutupi tubuh dari sinar matahari. Menghindari paparan langsung sinar matahari, sekitar pukul 10 pagi hingga 4 sore, juga dapat melindungi Anda dari perubahan warna kulit yang tidak diinginkan.

Read More

Manfaat Zat Besi: Baik Bagi Tubuh 

Setiap orang membutuhkan berbagai sumber mineral untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Salah satu sumber mineral yang dapat dikonsumsi adalah zat besi. Manfaat zat besi tidak hanya sekedar pembentukan energi, namun juga dapat memberikan manfaat lain seperti menjaga daya tahan tubuh.

Zat besi dapat dikonsumsi baik secara alami maupun dalam bentuk suplemen. Banyak makanan yang mengandung zat besi yang bisa dikonsumsi. Contoh makanan tersebut adalah daging sapi, bayam, dan kacang merah. Meskipun memberikan berbagai manfaat bagi tubuh, tidak semua manusia dapat mengkonsumsi zat besi dalam jumlah yang sama. Hal tersebut bergantung pada jenis kelamin, usia, serta kondisi kesehatan mereka.

Apa Saja Manfaat Zat Besi?

Setiap orang bisa mengkonsumsi makanan yang terdapat zat besi setiap hari, untuk membantu mereka melakukan aktivitas sesuai kebutuhan. Ada baiknya jika Anda mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi. Manfaat zat besi adalah sebagai berikut:

  1. Meningkatkan hemoglobin

Zat besi bisa Anda konsumsi karena dapat meningkatkan hemoglobin. Hemoglobin merupakan protein merah dimana kegunaannya dapat mengangkut oksigen dalam darah. Hemoglobin juga merupakan cara untuk mencegah anemia.

2. Meningkatkan kekuatan otot

Mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi juga dapat meningkatkan kekuatan otot. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan penurunan elastisitas otot sehingga membuat otot manusia kendur.

3. Mengurangi rasa lelah

Zat besi dapat dikonsumsi jika Anda merasa lelah. Kekurangan zat besi bisa terjadi pada seseorang, baik yang menderita anemia maupun tidak.

4. Meningkatkan kekebalan tubuh

Manfaat lain dari zat besi adalah meningkatkan kekebalan tubuh manusia. Mineral tersebut akan meningkatkan produksi hemoglobin yang akan membawa oksigen ke sel, jaringan, dan organ tubuh yang rusak sehingga proses penyembuhan tubuh bisa dimulai dengan cepat.

5. Menjaga kehamilan

Manfaat lain dari zat besi adalah mampu menjaga kondisi kehamilan. Selama masa kehamilan, produksi sel darah merah dan volume darah meningkat supaya dapat memenuhi kebutuhan ibu dan bayi yang dikandung. Selain itu, kebutuhan zat besi di dalam tubuh juga meningkat.

Ibu hamil yang kekurangan zat besi di dalam tubuh memiliki risiko yang lebih besar terhadap proses persalinan prematur dan melahirkan bayi dengan berat badan rendah. Tidak hanya itu, kekurangan zat besi juga bisa memicu risiko infeksi.

6. Meningkatkan konsentrasi

Manfaat lain dari zat besi adalah mampu meningkatkan konsentrasi manusia. Zat besi bisa dikonsumsi untuk meningkatkan kemampuan kognitif mereka sehingga dapat membantu mereka fokus pada aktivitas yang ingin dikerjakan.

7. Meningkatkan kualitas tidur

Zat besi juga berguna untuk meningkatkan kualitas tidur manusia. Jika manusia kekurangan zat besi, maka dapat menyebabkan insomnia, apnea tidur, dan akan kesulitan untuk tidur nyenyak pada malam hari.

Seberapa Banyak Asupan Yang Dapat Dikonsumsi?

Setiap orang dapat mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi. Namun jumlah asupan pada setiap orang berbeda-beda. Jumlah asupan dapat dikonsumsi berdasarkan kelompok berikut:

  1. Bayi

Jika bayi yang usianya berada di antara 0 hingga 6 bulan, maka asupannya adalah sebanyak 0,27 mg. Jika bayi yang usianya berada di antara 7 hingga 12 bulan, maka asupannya adalah sebanyak 11 mg.

2. Anak-anak

Jika anak yang usianya berada di antara 1 hingga 3 tahun, maka asupannya adalah sebanyak 7 mg. Jika anak yang usianya berada di antara 4 hingga 8 tahun, maka asupannya adalah sebanyak 10 mg.

3. Laki-laki

Jika laki-laki berusia di antara 9 hingga 13 tahun, maka asupannya adalah sebanyak 8 mg. Jika laki-laki berusia di antara 14 hingga 18 tahun, maka asupannya adalah sebanyak 11 mg. Jika laki-laki berusia 19 tahun ke atas, maka asupannya adalah sebanyak 8 mg. 

4. Perempuan

Jika perempuan berusia di antara 9 hingga 13 tahun, maka asupannya adalah sebanyak 8 mg. Jika perempuan berusia di antara 14 hingga 18 tahun, maka asupannya adalah sebanyak 15 mg. Jika perempuan berusia di antara 19 hingga 50 tahun, maka asupannya adalah sebanyak 18 mg. Jika perempuan berusia 51 tahun ke atas, maka asupannya adalah sebanyak 8 mg.

Jika perempuan yang sedang menjalani masa kehamilan, maka asupan zat besi adalah sebanyak 27 mg. Jika perempuan yang menyusui di usia 14 hingga 18 tahun, maka asupan zat besi adalah sebanyak 10 mg. Jika perempuan yang menyusui di usia lebih dari 19 tahun, maka asupan zat besi adalah sebanyak 9 mg.

Apakah Ada Efek Samping Dari Zat Besi?

Meskipun zat besi dapat memberikan banyak manfaat bagi tubuh, zat besi juga dapat memicu efek samping berupa mual, muntah, diare, dan sembelit. Oleh karena itu, jumlah asupan zat besi harus sesuai yang disebutkan di atas.

Kesimpulan

Di atas merupakan informasi tentang manfaat zat besi yang perlu Anda pahami. Ada berbagai makanan yang mengandung zat besi, namun perlu diperhatikan asupannya setiap hari. Meskipun demikian, zat besi merupakan sumber mineral yang dapat mendukung kebutuhan Anda setiap hari.

Read More

Penggunaan Face Shield

Ketika penyakit coronavirus yang sangat menular terus mendatangkan malapetaka di seluruh dunia, para ahli di seluruh dunia berulang kali menekankan pada pentingnya mengubah gaya hidup untuk tetap aman. Inilah sebabnya mengapa berlatih menjaga jarak sosial, mengenakan masker saat keluar dan sering mencuci tangan menjadi tindakan pencegahan. Namun bagaimana dengan penggunaan face shield?

Sebelumnya masker dijadikan sebagai alat pelindung untuk melawan atau mencegah coronavirus, namun semakin banyak orang yang memilih untuk memakai face shield atau pelindung wajah.

Konsep di balik mengenakan masker adalah untuk meminimalkan resiko penularan coronavirus dari pembawa yang tidak menunjukkan gejala. Selain itu, masker juga dapat bertindak sebagai penghalang di ruang yang dekat, di mana orang batuk, bersin, tertawa atau berbicara. Sehingga dapat mencegah paparan virus langsung tetapi efektivitasnya tergantung pada bagaimana masker dipakai.

Berbeda dengan masker, face shield sendiri sebenarnya terbuat dari lembaran plastik bening yang menutupi seluruh wajah Anda, bukan hanya mulut. Face shield benar-benar menutupi wajah Anda dari bagian kepala hingga ke bawah dagu. Sehingga, face shield mencegah Anda menyentuh wajah Anda sendiri yang tidak mungkin dilakukan ketika menggunakan masker wajah.

Dalam sebuah penelitian, ditemukan bahwa face shield terbukti jauh lebih nyaman dan lebih meyakinkan untuk dikenakan jika dibandingkan dengan masker yang mungkin membatasi dan tidak nyaman bila digunakan selama berjam-jam.

Selain itu, face shield juga dapat digunakan kembali dengan membersihkan secara efektif dengan air dan sabun atau desinfektan. Face shield juga memungkinkan orang lain untuk melihat ekspresi wajah atau membaca bibir Anda, sehingga membuka komunikasi yang lebih baik.

Menurut dokter yang menulis artikel di Journal of American Medical Association (JAMA), face shield harus memanjang lebih rendah dari dagu, harus sampai di luar telinga dan tidak boleh ada celah antara dahi dan pelindung kepala Anda untuk membuat face shield bekerja secara efektif.

Baik face shield dan masker, keduanya memiliki pro dan kontra. Selain itu, masker yang pas memberikan perlindungan yang dekat jika dibandingkan dengan face shield yang mungkin tidak dapat memblokir tetesan virus jika seseorang berdiri di samping atau bersin ke arah Anda. Jika dibandingkan dengan masker, face shield mungkin juga agak besar untuk Anda gunakan.

Pada akhirnya, penting bagi Anda untuk memahami bahwa kedua penutup wajah, baik face shield atau masker adalah alat penting untuk mencegah penularan virus corona dan penggunaannya tergantung pada pengaturan publik tempat Anda berada.

Read More

Taati Protokol Kesehatan agar Naik Ojek Tetap Aman

Setelah hampir tiga bulan Indonesia berada dalam masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka menekan persebaran virus corona penyebab covid-19, para pemegang kebijakan mulai melonggarkan aturan itu. Hasilnya, beberapa aktivitas yang umum terjadi sehari-hari kembali begeliat, salah satunya adalah naik ojek daring atau online.

Selama masa PSBB, pemerintah memang melarang segala aktvitas antar dan jemput dengan menggunakan ojek daring. Hal itu dilakukan lantaran potensi persebaran virus dari dan ke pengemudi dan penumpang cukup besar.

Alhasil, sektor usaha yang tengah menjamur dan marak kiwari ini lesu seketika. Penyedia jasa hanya dapat melayani antar-jemput barang dan makanan. Kini, masa-masa yang berat bagi semua pihak itu sudah mulai berangsur pulih. Masyarakat dapat kembali memanfaatkan ojek daring untuk mengantarkannya ke tujuan.

Akan tetapi, stake holder terkait mewanti-wanti untuk selalu menaati protokol kesehatan agar tidak terjadi lonjakan kasus covid-19 di Indonesia. Seperti dilansir dari laman web Kawal Covid-19, berikut ini beberapa hal yang harus dipatuhi oleh setiap individu dalam layanan jasa ojek daring agar aktivitas naik ojek tetap dapat berjalan dengan aman dan lancar tanpa perlu khawatir terjadi penularan satu dengan lainnya:

  • Untuk Pengemudi
  • Bila Anda sakit (demam, batuk, atau pilek), Anda tidak boleh mengemudikan motor atau mobil. Mohon beristirahat di rumah dan berkonsultasi dengan petugas kesehatan.
  • Mohon menyediakan hand sanitizer di motor atau mobil.
  • Bersihkan semua tempat yang sering disentuh oleh tangan, seperti kemudi motor atau mobil, pegangan rem, pegangan tangan penumpang, kursi penumpang, sabuk pengaman, dan gagang pintu mobil) dengan cairan pembersih minimal sekali setiap hari.
  • Mohon menggunakan masker saat membawa penumpang.
  • Batasi interaksi fisik dengan penumpang.
  • Minta penumpang untuk cuci tangan dengan hand sanitizer sebelum masuk ke dalam mobil atau naik ke kursi penumpang pada motor.
  • Jika menggunakan pembayaran tunai di tempat, cuci tangan dengan hand sanitizer sebelum dan sesudah melakukan transaksi pembayaran.
  • Setelah penumpang turun, bersihkan kursi, sabuk pengaman, pegangan penumpang motor, dan gagang pintu mobil dengan menggunakan cairan pembersih.

Jika di atas adalah hal-hal yang harus dilakukan pengemudi ojek atau taksi daring, di bawah ini adalah prosedur yang harus ditaati penumpang:

  • Untuk Penumpang
  • Jika Anda adalah Orang dalam Pengawasan atau ODP, Anda wajib menggunakan masker saat naik ojek.
  • Jika ada bukan ODP atau Pasien dalam Perawatan (PDP) tapi memiliki gejala covid-19, seperti panas, batuk, pilek, dan/atau sesak napas, Anda wajib menggunakan masker saat naik ojek.
  • Pastikan Anda mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam mobil atau naik ke kursi penumpang pada motor.
  • Sebaiknya lakukan pembayaran nontunai dan hindari transaksi tunai untuk meminimalisir sentuhan.
  • Batasi interaksi fisik dengan pengemudi.
  • Jika naik ojek motor, peganglah pegangan tangan di belakang kursi penumpang dan jangan memegang pengemudi.
  • Jika menggunakan pembayaran tunai, selalu cuci tangan dengan hand sanitizer sebelum dan sesudah melakukan pembayaran.

***

Kita tak dapat memungkiri jika layanan jasa ojek atau taksi daring memiliki potensi yang besar dalam persebaran virus corona. Namun, banyak dari kita yang terpaksa dan tak dapat menghindari aktivitas tersebut. Oleh karenanya, jangan pernah terlena dan selalu waspada.

Protokol kesehatan yang telah dirumuskan di atas tentu saja hanya akan efektif memutus rantai persebaran virus corona jika semua pihak dapat menjalankannya dengan baik. Pada akhirnya, kita harus mengakui bahwa itu semua disiapkan agar aktivitas naik ojek tetap dapat berlangsung tanpa harus mempertaruhkan kesehatan kita.

Read More

Allicin Dalam Bawang Putih Yang Memberikan Manfaat Kesehatan

Bawang putih adalah rempah-rempah yang tumbuh di seluruh dunia. Bawang putih termasuk dalam genus Allium dan terkait erat dengan bawang bombay, rakkyo (bawang yang ditemukan di Asia), daun bawang, lokio, daun bawang, dan bawang merah. Rempah-rempah ini telah digunakan oleh manusia selama ribuan tahun dan digunakan di Mesir Kuno untuk keperluan kuliner dan kesehatan serta manfaat terapeutiknya.

Bawang putih sendiri telah digunakan di seluruh dunia selama ribuan tahun. Menurut sejarahnya, bawang putih digunakan ketika piramida Giza dibangun, sekitar 5.000 tahun yang lalu. Sepanjang sejarah di Timur Tengah, Asia Timur, dan Nepal, bawang putih telah digunakan untuk mengobati bronkitis, hipertensi, TB atau TBC, gangguan hati, disentri, perut kembung, kolik, cacingan, rematik, diabetes, dan demam. Sedangkan dalam makanan, bawang putih biasa digunakan untuk memasak, baik dalam bentuk bawang segar, bawang putih bubuk atau minyak bawang putih untuk menambah rasa.

Bawang putih menghasilkan bahan kimia yang disebut allicin. Hal inilah yang membuat bawang putih berfungsi untuk kondisi tertentu.  Allicin juga membuat bawang putih memiliki bau tersendiri. Berikut beberapa manfaat bawang putih yang dipercaya terdapat dalam kandungannya:

  • Pengerasan arteri (atherosclerosis)

Seiring bertambahnya usia, arteri Anda cenderung kehilangan kemampuan untuk meregangkan dan melenturkan. Bawang putih dipercaya dapat mengurangi efek tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, Anda dapat mengkonsumsi suplemen bubuk bawang putih tertentu seperti Allicor, INAT-Farma, Kyolic, Total Heart Health, Formula 108, dan Wakunaga untuk mengurangi efek pengerasan pembuluh darah.

  • Berpotensi sebagai antibiotik yang kuat

Diallyl sulfide, senyawa dalam bawang putih, bekerja 100 kali lebih efektif daripada dua antibiotik populer dalam memerangi bakteri Campylobacter, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Antimicrobial Chemotherapy. Bakteri Campylobacter adalah salah satu penyebab paling umum terjadinya infeksi usus.

  • Perlindungan pada jantung

Para peneliti di Emory University School of Medicine menemukan diallyl trisulfide, komponen minyak bawang putih, membantu melindungi jantung selama operasi jantung dan setelah serangan jantung. Mereka juga percaya dialil trisulfide dapat digunakan sebagai pengobatan untuk gagal jantung, karena gas hidrogen sulfida telah terbukti melindungi jantung dari kerusakan.

  • Kanker prostat

Pria di Cina yang makan sekitar satu siung bawang putih setiap hari memiliki resiko 50% lebih rendah terkena kanker prostat. Selain itu, penelitian populasi menunjukkan bahwa konsumsi bawang putih dapat dikaitkan dengan penurunan risiko kanker prostat. Tetapi penelitian lain menunjukkan bahwa konsumsi bawang putih tidak mempengaruhi risiko kanker prostat pada pria dari Iran. Namun, penelitian klinis awal menunjukkan bahwa mengkonsumsi suplemen ekstrak bawang putih dapat mengurangi risiko kanker prostat atau mengurangi gejala yang terkait dengan kanker prostat.

  • Kanker otak

Senyawa organo-sulfur yang ditemukan dalam bawang putih telah diidentifikasi sebagai senyawa yang efektif dalam menghancurkan sel-sel pada glioblastoma, sejenis tumor otak yang mematikan.

Selama ribuan tahun, bawang putih dipercaya memiliki khasiat dan manfaat tertentu yang bekerja seperti obat. Selain lezat dan memiliki banyak manfaat kesehatan, bawang putih juga mudah ditambahkan ke dalam diet Anda. Anda bisa menggunakannya dalam hidangan gurih, sup, saus, saus, dan lainnya.

Read More

Hati-Hati Salah Diagnosis, DBD Punya Gejala Mirip Corona

Penyakit pernapasan Covid-19 yang disebabkan oleh virus corona jenis baru (SARS-CoV-2) tengah membuat geger dunia, termasuk Indonesia. Kini, per Kamis, 02 April 2020, jumlah penderitanya telah menyentuh angka 1700-an orang. Namun, di sisi lain, negara-negara di semanjung Malaya, seperti di Singapura, Malaysia, dan Indonesia juga tengah didera wabah demam berdarah dengue (DBB). Jangan salah kira dengan ambil kesimpulan tanpa diagnosis yang mumpuni. Sabab, DBD punya gejala mirip corona dan sebaliknya!

Hasil studi gabungan lembaga-lembaga kesehatan di Singapura mengungkapkan bahwa wabah demam berdarah di Asia Tenggara membuat penyebaran virus corona seperti serigala berbulu domba. Dengan gejala awal yang mirip, seseorang bisa saja salah diagnosis terinfeksi DBD, padahal sebenarnya ia terjangkit COVID-19.

Kasus ini, sebagaimana dilansir South China Morning Post (SCMP), pernah terjadi di Singapura. Seorang warga laki-laki berusia 57 tahun dirawat di rumah sakit setelah demam dan batuk-batuk selama tiga hari. Warga lainnya, perempuan, juga berusia 57 tahun, mengalami demam, nyeri otot, batuk ringan selama 4 hari, dan diare selama 2 hari. Hasil tes keduanya positif demam berdarah dengue (DBD). Namun, setelah perawatan, kondisi keduanya terus memburuk.

Mereka lantas melakukan tes SARS-CoV-2 lewat metode swab test, dan diketahui positif COVID-19. Setelah dites lebih lanjut, mereka diketahui tidak terinfeksi virus Dengue, dan hasil tes di awal disebut sebagai false positive. “Untuk virus Dengue dan Corona, keduanya punya beberapa kemiripan sehingga seseorang bisa mendapatkan hasil tes false positive,” kata Jeremy Lim, partner konsultan Oliver Wyman di bagian kesehatan dan ilmu hayati, dikutip dari sumber yang sama.

Kesamaan-kesamaan gejala kedua penyakit tersebut pertama kali dipicu oleh laporan dalam jurnal medis The Lancet yang menunjukkan kesamaan gejala antara penyakit yang ditularkan oleh nyamuk dan virus corona. “Penyakit dengue dan virus corona 2019 (Covid-19) sulit dibedakan karena mereka berbagi fitur klinis dan laboratorium,” tulis kelompok penulis dari Sistem Kesehatan Universitas Nasional Singapura, Rumah Sakit Umum Ng Teng Fong, dan Institut Kesehatan Lingkungan.

DBD punya gejala mirip corona, awalnya seseorang akan demam dan batuk-batuk. Oleh karena itu, butuh diagnosis dan pemeriksaan yang komprehensif agar pasien bisa mendapat penanganan yang tepat, sesuai dengan penyakitnya.

  • DBD dan Covid-19 di Indonesia

Adapun sejak awal tahun ini, Kementerian Kesehatan mencatat telah terdapat lebih dari 17.000 kasus DBD di seluruh Indonesia, dengan 104 di antaranya meninggal dunia. Penyakit DBD diketahui mewabah di Nusa Tenggara Timur, Lampung, Riau, Sumatera Selatan, dan Jawa Barat sejak Januari lalu. Negara-negara lain di Asia Tenggara yang punya risiko besar terpapar wabah DBD adalah Filipina, Thailand, Laos, Kamboja, Vietnam, dan Malaysia serta Singapura seperti telah disebutkan di awal. Pada 2019, misalnya, lebih dari 400.000 warga Filipina terinfeksi virus Dengue, dan 1.000 di antaranya meninggal dunia. 

Orang yang dengan penyakit DBD biasanya menderita demam dan ruam di kulit, tetapi tak disertai dengan batuk-batuk atau sakit tenggorokan—tak seperti orang yang terinfeksi COVID-19. Gejala-gejala lain penyakit DBD termasuk sakit kepala, sakit di belakang mata, pegal-pegal, mual, muntah-muntah, dan pendarahan ringan seperti mimisan. Sementara itu, gejala umum COVID-19 menurut WHO termasuk demam, batuk-batuk, dan sesak napas. Dalam kasus yang lebih parah, infeksi SARS-CoV-2 juga dapat menyebabkan pneumonia, masalah pernapasan, gagal ginjal, dan kematian.

Selain demam berdarah, orang yang terinfeksi virus Corona juga rentan salah didiagnosis penyakit lain, seperti dua kasus pertama COVID-19 di Indonesia yang awalnya didiagnosis penyakit bronkitis, dan menyebabkan 73 petugas medis di Depok yang berinteraksi dengan mereka mesti dikarantina. “Gagal mendeteksi COVID-19 karena hasil tes dengue yang posiitif punya implikasi serius, tak hanya kepada pasien tetapi juga kesehatan publik,” tegas tim penulis. 

Saat ini, ketika kasus Covid-19 semakin ingar bingar di Indonesia, tim medis bisa saja semakin keteteran dengan kondisi ini. Sebab, gejala mirip corona bisa saja membuat mereka kudu bekerja dengan ekstra. Ketelitian mereka dalam memeriksa kondisi pasien amat dituntut di tengah situasi yang serba sulit ini. Oleh karenanya, menjaga kesehatan dan kondisi tubuh sendiri adalah langkah paling bijak yang bisa kita lakukan untuk, setidaknya, meringankan tugas mereka.

Read More