4 Fakta Tentang Kantong Darah PVC

4 Fakta Tentang Kantong Darah PVC

Bagi Anda yang sering melakukan donor darah tentu sudah tidak asing lagi dengan kantong darah yang digunakan untuk menampung darah-darah dari para pendonor. Di Indonesia sendiri donor darah merupakan proses pengambilan darah dari seseorang secara sukarela untuk disimpan di bank darah sebagai stok darah. Umumnya, setiap rumah sakit memiliki bank darah sendiri-sendiri. 

Dalam hal ini Palang Merah Indonesia atau PMI yang sering kali melakukan donor darah secara rutin untuk stok darah mereka jika ada yang membutuhkan. Nah, kantong darah sendiri terbuat dari plastic PVC DEHP (Di-ethylhexyl phthalate) yang dilengkapi dengan sistem selang untuk mengalirkan darah dari pendonor. Berikut ada empat fakta tentang kantong darah PVC. 

Kantong darah PVC

Bahan plastic PVC, yang juga dikenal sebagai vinil digunakan dalam berbagai perangkat medis di mana pun. Hal ini dikarenakan harga PVC yang terjangkau, keamanan yang tinggi, kemudahan proses, serta sifat teknis yang unik. 

Wadah darah yang dikenal sebagai kantong darah ini adalah salah satu area aplikasi utama untuk PVC. Faktanya, layanan transfusi darah di seluruh dunia sangat bergantung pada kantong PVC ini. Berikut beberapa fakta tentang wadah darah yang terbuat dari PVC. 

Fakta #1 Tidak bisa dipecahkan

PVC merupakan bahan yang tidak mudah pecah ataupun dipecahkan. Bahan PVC ini memungkinkan wadah darah dapat dikirim ataupun ditransfer ke daerah-daerah terpencil sekalipun, dan kantong tidak akan rusak atau bocor. 

Fakta #2 Sebagai Penyelamat

Sebelum tahun 1950, wadah darah yang digunakan sangat rapuh karena terbuat dari kaca. Hal ini tentu mengakibatkan mudah pecah, terlebih lagi saat terjatuh. Nah, seiring berjalannya waktu, wadah darah akhirnya berevolusi menjadi kantong penyimpanan yang lebih kuat serta dapat menyelamatkan nyawa jutaan orang dengan darah tersebut. Bagaimana tidak, bagi seseorang yang membutuhkan darah, melihat kantong darah merupakan hal yang sangat melegakan, karena bisa menyelamatkan nyawa orang tersebut. 

Fakta #3 Bersih

Fakta lain tentang kantong darah PVC ini adalah sangat dijaga kebersihannya. Para dokter dan perawatan akan menggunakan kantong darah yang telah disterilkan terlebih dahulu. Selain itu, kantong ini pun dilengkapi dengan sistem yang tertutup. Jadi, jika kemasan rusak maka kantong tidak boleh digunakan untuk menyimpan darah. Hal ini bertujuan supaya darah yang tersimpan di dalam kantor akan tetap aman dan tidak terkontaminasi dengan apapun. 

Fakta #4 Terjangkau

Wadah darah PVC hadir dengan harga yang sangat terjangkau dibandingkan dengan bahan lainnya. Jadi, selain menggunakan bahan yang terbaik harga yang ditawarkan pun sangat terjangkau. 

Selain beberapa fakta di atas, keamanan darah pun sangat diperhatikan. Untuk menjaga keamanan darah terhadap risiko penularan dari pendonor kepada pasien penerima darah, biasanya setiap kantong darah harus diuji saring terhadap infeksi. 

Misalnya saja terhadap sifilis, hepatitis B, hepatitis C, dan HIV. Uji saring sifilis ini telah dilaksanakan sejak tahun 1975 dan saat ini ditujukan terhadap antibodi treponema pallidum menggunakan reagensia TPHA. Sedangkan, uji saring hepatitis B ditujukan terhadap HBsAg, hepatitis C terhadap anti-HCV dan HIV terhadap anti-HIV. 

Jadi, selain beberapa fakta di atas mengenai kantong darah PVC, wadah darah itu sendiri pun harus benar-benar diperhatikan kebersihan dan keamanannya. Pun, kantong darah telah memenuhi syarat perizinan serta persetujuan dari pemerintah Indonesia. 

Misalnya saja seperti terdaftar pada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, memiliki izin edar dari Kemenkes, serta telah divalidasi dan disetujui untuk digunakan di Indonesia. Jadi, tidak bisa sembarangan dalam menggunakan wadah darah, terlebih lagi untuk didonorkan. 

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>